TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

5 Pemicu Rasa Kecewa Setelah Menolong Orang Lain

Niat baik ternyata berujung penyesalan

ilustrasi sedang merenung (pexels.com/Marcelo Chagas)

Intinya Sih...

  • Menolong orang lain adalah perbuatan mulia yang dapat memberikan kebahagiaan dan kepuasan tersendiri.
  • Ada juga orang-orang yang merasa kecewa setelah menolong orang lain meskipun awalnya mereka melakukannya dengan niat tulus.
  • Hidup manusia tidak bisa lepas dari ketergantungan dengan orang lain, saling tolong-menolong adalah hal yang penting.

Salah satu hakikat hidup manusia adalah saling tolong-menolong. Ketika kita melihat orang lain dalam kesulitan, kita harus siap membantu mereka. Namun, tidak semua orang yang kita bantu memberikan respon yang baik. Ada yang bersyukur, ada yang memberi ucapan terima kasih, dan ada juga yang lupa diri.

Mereka yang lupa diri ini sering membuat orang yang telah membantunya merasa kecewa. Bahkan merasa tidak ikhlas telah menolong mereka. Selain itu, apa saja hal lain yang menyebabkan itu terjadi? Kemungkinan lima poin berikut menjadi sumber pemicu rasa kecewa setelah menolong orang lain.

1. Tidak berterima kasih

ilustrasi cuek (pexels.com/Cottonbro)

Menolong orang lain adalah perbuatan mulia yang dapat memberikan kebahagiaan dan kepuasan tersendiri. Hati kita pun merasa lebih tenang dan damai. Tentu saja, kita tidak menolong orang lain dengan mengharapkan pujian. Nah, apakah kamu merasa senang setelah membantu orang lain dengan ikhlas?

Namun, ada juga orang-orang yang merasa kecewa setelah menolong orang lain meskipun awalnya mereka melakukannya dengan niat tulus. Mereka merasa tidak dihargai dan dikecewakan. Hal ini disebabkan oleh sikap orang-orang yang mereka tolong yang tidak tahu diri. Mereka tidak mengucapkan terima kasih sama sekali bahkan mengacuhkannya seolah-olah terkesan menyepelekan.

2. Terlalu mengharapkan pujian dari orang lain

ilustrasi sedang merenung (pexels.com/Cottonbro Studio)

Menolong orang yang sedang kesusahan adalah perbuatan yang mulia. Kamu akan merasakan kebahagiaan yang luar biasa setelah membantu mereka. Namun, hal itu harus dilakukan dengan niat yang tulus dan tanpa mengharapkan balasan. Lalu, mengapa ada orang yang merasa dirugikan setelah menolong orang lain?

Hal itu karena mereka memiliki motif yang tersembunyi. Misalnya, mereka membantu orang lain untuk mendapatkan pujian dan apresiasi. Ketika hal itu tidak terwujud, mereka merasa menyesal. Mereka menganggap orang lain tidak menghargai dan mengapresiasi bantuan darinya.

3. Orang tersebut tidak menghargai bantuan yang diberikan

ilustrasi menolak meminjamkan barang (pexels.com/Liza Summer)

Baca Juga: 5 Cara Meminta Tolong di Tempat Kerja, Harus Sopan!

Hidup manusia tidak bisa lepas dari ketergantungan dengan orang lain. Tidak ada yang bisa hidup sendiri tanpa bantuan dari orang lain. Menolong orang yang sedang kesusahan adalah perbuatan yang muncul dari hati nurani. Tentu saja, hidup akan lebih baik jika manusia saling tolong-menolong.

Menolong juga berarti menjalin hubungan timbal balik. Ketika kita mendapat bantuan dari orang lain, kita harus menghargai bantuan itu. Jika tidak, kita bisa menimbulkan dampak buruk. Orang yang sudah menolong kita bisa merasa kecewa. Bahkan juga merasa menyesal telah menolong kita.

4. Menganggap sepele bantuan yang kita berikan

ilustrasi merendahkan orang lain (freepik.com/Stockking)

Menolong orang lain yang sedang kesusahan adalah perbuatan yang mulia. Meskipun orang tersebut tidak meminta bantuan, kita tetap bersedia membantunya dengan sigap. Nah, apakah kamu memiliki sikap ini?

Namun, bagaimana jika orang yang kita bantu malah menolaknya? Tentu kita merasa kecewa dan sia-sia. Bantuan yang kita berikan dengan susah payah mereka abaikan. Rasa tulus dan ikhlas kita pun berubah menjadi penyesalan. Inilah yang menyebabkan seseorang merasa kecewa setelah membantu orang lain.

Verified Writer

Fauzan Fadhilah

IG: @fadhi_lahfauzan

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Rekomendasi Artikel

Berita Terkini Lainnya