TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

6 Aktivitas Penting saat Harus Gap Year, Bisa Ambil Kursus Dulu

Optimalkan potensi dan sambut perkuliahan di tahun depan

ilustrasi seorang pria (pexels.com/Polina Tankilevitch)

Terpaksa tidak dapat melanjutkan pendidikanmu ke perguruan tinggi begitu lulus bisa bikin semangatmu anjlok. Kamu sudah berusaha untuk mengikuti seleksi, tetapi gagal.

Adanya begitu banyak universitas swasta yang masih membuka pendaftaran mahasiswa baru mungkin tidak menarik minatmu. Bisa juga dari segi biaya terlalu mahal dan dirimu serta kedua orangtua hanya menargetkan diterima di perguruan tinggi negeri.

Gagal seleksi di jurusan serta universitas yang diinginkan plus terhalang biaya, merupakan penyebab terbanyak terjadinya gap yearKamu gak boleh down saat melihat teman-temanmu sudah berstatus sebagai mahasiswa.

Terima dulu kenyataan, bahwa tahun ini dirimu bukan lagi pelajar SMA maupun anak kuliahan. Namun, tenang saja karena setahun ini bisa digunakan untuk hal-hal yang penting dan menentukan masa depanmu. Daripada galau, sedih, apalagi marah dengan keadaan, kamu bisa mengisinya dengan enam aktivitas berikut ini.

1. Ambil kursus, khususnya bahasa

ilustrasi kursus (pexels.com/Polina Tankilevitch)

Kursus bahasa penting untuk meningkatkan kemampuanmu berbahasa asing baik secara pasif maupun aktif. Terutama jika kamu ingin berkuliah di luar negeri, mencari beasiswa, atau kemampuan ini memang sangat diperlukan di jurusan yang diincar. Bahkan bila jurusan yang diinginkan tidak memerlukan kemampuan berbahasa asing, kursus bahasa tetap berguna.

Bisa berbahasa asing meningkatkan posisi tawarmu saat kelak bekerja. Ini juga dapat memudahkanmu bila nantinya kamu ingin berkuliah sambil bekerja atau bekerja ganda selepas lulus kuliah. Jika biaya untuk kursus bahasa tidak ada tetapi minatmu tinggi, berbagai buku serta film berbahasa asing bisa dimanfaatkan buat mempelajarinya. 

Selain kursus bahasa, kamu juga boleh mengambil kursus lain yang diinginkan apabila biayanya tersedia. Misalnya, kursus memasak, otomotif, serta merias wajah. Supaya hasil belajarmu gak sia-sia, setelahnya gunakan keterampilan yang diperoleh dengan sebaik mungkin. Bukan kursus sekadar untuk mengisi waktu karena nanti modalmu gak kembali.

2. Kerja dulu dengan ijazah terakhirmu

ilustrasi bekerja (pexels.com/Raphael Loquellano)

Setahun dalam penantian akan terasa panjang sekali. Kamu yang terbiasa setiap hari bersekolah sekarang hanya di rumah selama 24 jam penuh. Dirimu mau main pun gak ada kawan sebab mereka semua telah sibuk dengan kuliah masing-masing.

Yuk, isi waktumu dengan kegiatan yang memastikan dirimu tetap produktif. Salah satunya dengan bekerja berbekal ijazah terakhir. Lulusan SMA masih banyak dibutuhkan di dunia kerja, kok. Bahkan bekerja di sektor informal bisa tanpa ijazah.

Terpenting kamu berniat mencari uang, jujur, serta mau mempelajari tugas-tugasmu. Dirimu juga bisa bikin usaha kecil-kecilan kalau tak mau bekerja ikut orang. Bekerja selama jeda kuliah membantu menjaga kepercayaan dirimu, kemampuanmu berpikir aktif, hubunganmu dengan orang-orang, serta mengumpulkan uang bakal kuliah.

3. Jangan lupa tetap belajar buat persiapan ujian tahun depan

ilustrasi berada di kamar (pexels.com/Tima Miroshnichenko)

Meski dirimu memilih untuk mengisi waktu buat bekerja, jangan lupakan kewajibanmu buat belajar. Kamu kan, masih berharap tahun depan dapat lanjut ke perguruan tinggi. Bila dalam setahun ini dirimu gak rajin belajar, nanti tambah sulit untuk diterima.

Banyak materi pelajaran yang sudah terlupakan selama setahun kamu di rumah saja. Belajarlah 5-6 hari dalam seminggu seperti ketika kamu masih bersekolah. Ulang kembali materi-materinya dan sering-sering mengerjakan soal latihan ujian masuk perguruan tinggi.

Jika kamu telah giat belajar dan latihan soal, besar kemungkinan tahun depan langkah masuk kuliah lebih mulus. Apabila dananya ada, dirimu juga dapat mengikuti bimbingan belajar. Kalau tak, belajar sendiri di rumah pun memadai karena kamu sudah punya pengalaman sekolah maupun mengikuti seleksi mahasiswa baru di beberapa kampus.

Baca Juga: Mengenal Istilah Gap Year, Kenali Kekurangan dan Kelebihannya!

4. Mempertimbangkan ulang jurusan serta universitas yang dipilih

ilustrasi berada di kamar (pexels.com/ArtHouse Studio)

Ketika kamu kelas 3 SMA, idealisme terkait jurusan serta universitas umumnya masih amat tinggi. Apalagi dengan pengaruh teman-teman, rasanya dirimu gak bisa sedikit saja menurunkan standar. Akan tetapi, setelah kamu merasakan sendiri betapa susahnya menembus jurusan dan universitas itu, barangkali inilah saatnya buat berpikir ulang. 

Tahun depan dirimu dapat bertahan di jurusan yang sama, tapi universitasnya berbeda. Bisa juga sebaliknya, universitasnya sama dan jurusannya yang lain. Bila kamu gak ingin tahun depan gagal kuliah lagi, utak-atik jurusan serta universitas merupakan langkah bijak.

Kamu masih boleh memperjuangkan jurusan dan universitas yang sama. Namun, belajarmu mesti jauh lebih keras daripada kemarin-kemarin.

Kadang, orang memang gak langsung berhasil di percobaan pertama. Pantau terus berapa kuota mahasiswa baru yang akan diterima melalui berbagai proses seleksi agar dapat menjadi bahan pertimbanganmu.

5. Bantu-bantu orangtua di rumah

ilustrasi menyapu (pexels.com/RDNE Stock project)

Meski terpaksa gap year bikin semangatmu turun sekali, jangan terus-menerus begini, ya. Kamu juga gak boleh bikin orangtua terlalu cemas karena selalu murung, menutup diri, dan seperti tak punya energi buat menjalani hari. Bangkitkan semangatmu justru dengan cara sesederhana tetap beraktivitas setiap hari.

Bantu orangtuamu melakukan berbagai pekerjaan rumah tangga. Ini bakal membuatmu merasa lebih baik ketimbang gak melakukan apa-apa dari hari ke hari. Jika dirimu tetap rajin selama di rumah, belajar lagi pun pasti bukan hal yang berat bagimu.

Khususnya jika kamu ada cita-cita tahun depan berkuliah di luar kota. Anggap saja setahun di rumah sebagai masa latihan untukmu lebih mandiri. Kelak dirimu tak terkejut ketika mesti tinggal jauh dari orangtua. Hindari rebahan saja dan bermalas-malasan seharian.

Verified Writer

Marliana Kuswanti

Penulis fiksi maupun nonfiksi. Lebih suka menjadi pengamat dan pendengar. Semoga apa-apa yang ditulis bisa memberi manfaat untuk pembaca. Mohon maaf jika ada yang kurang berkenan.

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Rekomendasi Artikel

Berita Terkini Lainnya