TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

6 Alasan Perlunya Membandingkan Diri dengan 10 Tahun Lalu

Jangan membandingkan diri dengan orang lain

ilustrasi seorang perempuan (pexels.com/Roberto Hund)

Sudah pernahkah kamu mencoba membandingkan dirimu saat ini dengan 10 tahun yang lalu? Utamanya buat kamu yang sekarang telah bekerja karena mampu mencari uang sendiri merupakan awal dari kehidupanmu yang sesungguhnya sebagai pribadi dewasa. Bila belum pernah, cobalah melakukannya.

Kamu akan takjub melihat betapa banyak perubahan dalam hidupmu. Selama 10 tahun itu, berbagai peristiwa mewarnai kehidupanmu baik yang menyenangkan maupun menyedihkanmu. Jika kamu masih bertahan hingga saat ini, sesungguhnya dirimu amat tangguh.

Membandingkan diri dengan 10 tahun lalu bukan sekadar kegiatan iseng. Banyak manfaat dari melakukannya sekaligus ada alasan kenapa mesti menunggu 10 tahun. Simak uraiannya berikut ini sebelum kamu mulai memikirkan dengan cermat seberapa berbeda dirimu dalam rentang waktu tersebut.

1. Untuk mengecek hidupmu mengalami kemajuan atau tidak

ilustrasi seorang perempuan (pexels.com/Karolina Grabowska)

Durasi 10 tahun bukan waktu yang singkat. Jangan sampai waktu sepanjang itu ternyata kamu sia-siakan sehingga hidupmu tidak mengalami kemajuan sedikit pun. Berhentilah secara berkala buat memeriksa apa saja yang sudah dilakukan dan membentuk dirimu kini.

Jangan cuma fokus pada menjalani hari demi hari tanpa pernah menengok ke belakang. Siapa tahu ternyata kamu belum melangkah ke mana-mana dan cuma berjalan di tempat sekalipun merasa capeknya. Perubahan sangat penting dalam hidup sehingga mesti ditinjau di waktu-waktu tertentu.

Orang yang tidak peduli akan siapa dirinya dulu dan sekarang tak bakal tahu apa yang harus dilakukannya kemudian dan ke mana hendak menuju. Untuk melangkah dalam hidup, kamu memang mengayunkan kaki satu demi satu. Namun setelah perjalananmu dirasa cukup jauh penting buat mengetahui langkahmu selalu maju, mundur, atau campuran keduanya. Bila hidupmu selama 10 tahun dilalui dengan momen maju dan mundur atau naik dan turun seperti roller coaster, cek mana yang lebih mendominasi.

Baca Juga: 5 Masalah Sosial yang Sering Dihadapi Sosok Ekstrover

2. Jika hidup terus membaik, wajib bersyukur dan mengapresiasi diri

ilustrasi suasana kantor (pexels.com/fauxels)

Hidup yang terus bergerak maju tidak seperti bola yang otomatis menuruni lereng. Justru kamu seakan-akan harus mendorong bola besar yang berat itu menuju puncak bukit. Artinya, ada kerja yang luar biasa dan konsisten sehingga membawamu ke titik sekarang.

Kalau kamu gak berkeinginan kuat, tentu lebih baik berhenti melakukannya di tahun-tahun pertama sebelum dirimu terlalu capek. Bukankah tak ada yang tahu bahkan termasuk kamu sendiri mengenai peluang keberhasilannya? Tapi kemauanmu selalu kuat sehingga alih-alih berhenti dan mundur, dirimu justru maju terus.

Kamu hebat dan harus bisa mengapresiasi diri sebab itu akan menjaga semangatmu untuk 10 tahun dan 10 tahun lagi. Mampu mengapresiasi diri lebih penting ketimbang menanti penghargaan dari orang lain yang belum tentu akan tiba. Orang lain tidak mengerti perjuanganmu sehingga detail pencapaianmu yang sebetulnya sudah hebat pun dapat dianggapnya kurang terus.

Jangan pula lupa buat bersyukur sebab bekerja keras 10 tahun penuh tidak hanya memerlukan kemampuan diri, tapi juga dukungan semesta alam dan izin Tuhan. Dengan bersyukur, kamu makin yakin bahwa semua niat baik yang juga dilakukan dengan cara-cara yang baik serta benar bakal diridai untuk terwujud. Buat perjalanan 10 tahun lagi, dirimu menjadi lebih tenang dalam berusaha karena tidak merasa berjuang sendirian.

3. Kalau memburuk atau stagnan, lakukan evaluasi

ilustrasi seorang perempuan (pexels.com/cottonbro studio)

Dalam rentang waktu 10 tahun barangkali hidupmu gak berjalan dengan mulus. Ada begitu banyak masalah yang terjadi dan membuatmu kini masih hampir sama dengan sedekade sebelumnya. Kalaupun ada perkembangan, kecil sekali sehingga nyaris tak bisa dibanggakan.

Tidak apa-apa, hidup memang gak selalu bergerak maju dengan mulus. Kadang hidup malah seperti gerbong kereta yang keluar dari relnya dan butuh waktu cukup lama plus upaya yang tak mudah untuk mengembalikannya dan melanjutkan perjalanan. Kamu jangan langsung merasa 10 tahun ini gak berarti kemudian putus asa. 

Boleh jadi kamu telah memborong jatah kesulitan di 10 tahun berikutnya. Sehingga meski 10 tahun ini terasa sangat memayahkan, jika dirimu tidak berputus asa maka tahun-tahun mendatang akan terasa lebih mudah untuk dijalani. Lihat kembali apa saja yang dilakukan dan hasilnya agar kamu tahu apa yang mesti diperbaiki serta cara-cara yang tepat buat melakukannya.

4. Daripada membandingkan diri dengan orang lain

ilustrasi perempuan stres (pexels.com/Vika Kirillova)

Membandingkan diri yang sekarang dengan 10 tahun lalu merupakan cara terbaik untuk menilai perjalananmu. Namun, tidak demikian dengan sibuk membandingkan diri dengan orang lain yang hanya akan membuatmu minder apabila kehidupan mereka tampak lebih baik. Atau sebaliknya, kamu menjadi sombong ketika merasa hidupmu sudah melampaui kawan-kawan sebayamu.

Baik insecure maupun tinggi hati sama-sama buruk untukmu. Keduanya melemahkanmu dalam mengejar berbagai impian atau mempertahankannya kalau dalam 10 tahun ini sudah tercapai. Siapa pun yang menjadi lawanmu dalam perbandingan, keburukannya lebih banyak daripada kebaikannya.

Orang-orang di sekitarmu sudah berbaik hati untuk tak membandingkanmu dengan siapa pun, tapi kamu sendiri yang melakukannya. Sementara itu, membandingkan diri yang sekarang dengan 10 tahun lalu relatif aman. Kegagalan dalam sejumlah hal mungkin memang menimbulkan malu, tapi tidak sebesar bila kamu membandingkan diri dengan orang lain. Perbandingan yang terakhir bahkan dapat membuatmu merasa kalah.

5. Mengapresiasi orang-orang yang setia dalam 10 tahun itu

ilustrasi seorang perempuan (pexels.com/Polina Zimmerman)

Kamu tentu gak menjalani 10 tahun itu seorang diri sekalipun tampaknya kehidupanmu amat mandiri. Dirimu tak berjuang sendirian sepenuhnya, melainkan juga memperoleh banyak suntikan semangat dari teman dan saudara. Sambil membandingkan kamu yang dulu versus sekarang, sebaiknya dirimu tidak melupakan mereka yang setia dalam senang dan susahmu.

Mereka punya peran dalam pencapaianmu sekarang. Apabila mereka gak ada di sekitarmu, barangkali kamu pun tak punya semangat untuk memperjuangkan berbagai hal. Penting untukmu tidak menihilkan peran mereka dalam perjalananmu menuju sukses atau bertahan dalam kesulitan.

Membalas budi orang lain sekalipun hanya dengan ucapan terima kasih dan doa akan mendatangkan lebih banyak kemujuran dalam hidupmu ke depannya. Alasan logisnya, mereka yang merasa keberadaannya dihargai tentu akan dengan senang hati bertahan di sisimu buat mendampingimu berjuang di tahun-tahun mendatang. Jangan kamu cuma sibuk mengingat-ingat orang-orang yang meninggalkanmu kala dirimu kesusahan dan menimbulkan rasa sakit hati yang berenergi negatif.

Verified Writer

Marliana Kuswanti

Penulis fiksi maupun nonfiksi. Lebih suka menjadi pengamat dan pendengar. Semoga apa-apa yang ditulis bisa memberi manfaat untuk pembaca. Mohon maaf jika ada yang kurang berkenan.

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Rekomendasi Artikel

Berita Terkini Lainnya