TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

5 Tahapan Memulai Berkebun dengan Metode Permakultur

Bantu lengkapi kebutuhan panganmu

ilustrasi hasil panen berkebun dengan metode permakultur (freepik.com/pvproductions)

Berkebun dengan metode permakultur merupakan cara yang sangat baik dalam menjaga keberlangsungan makhluk hidup. Sebab, sistem yang digunakan dalam permakultur tidak menyalahi aturan-aturan alam seperti penggunaan pupuk, pestisida dan juga hal-hal yang dapat mengganggu keseimbangan alam dalam jangka panjang.

Banyak perkebunan menggunakan pupuk dan pestisida agar panen melimpah dan tanpa penyakit. Meskipun niatnya baik, namun dalam prosesnya seringkali berakibat buruk pada alam dalam jangka panjang. Tak hanya itu, zat yang terkontaminasi dalam tanaman jika tidak dibersihkan dengan baik juga tidak bagus untuk kesehatan tubuh.

Beberapa orang beranggapan sistem menanam dengan cara permakultur sangatlah mahal. Padahal, sistem ini justru hemat jika kita telah mengaturnya sedemikian rupa. Sehingga, tidak lagi memerlukan pembelian pupuk atau pestisida. Bibit untuk penanaman juga bisa diperoleh dari kebun sendiri dan menghemat biaya untuk pembelian bibit. 

Oleh sebab itu, simak beberapa langkah untuk memulai berkebun secara permakultur di bawah ini!

1. Perhatikan lahan yang dimiliki

ilustrasi mengamati lahan kebun (pixabay.com/Skitterphoto)

Tahapan awal adalah observasi. Sebelum kita menanam, perhatikan lahan yang akan ditanam. Seberapa luas tanah yang bisa ditanami akan menentukan jenis tanaman yang bisa ditumbuhkan di lahan tersebut. Tanaman buah berkayu membutuhkan lahan cukup besar. Sementara, jenis sayur-sayuran lebih fleksibel untuk ditanam di mana saja.

Tingkat sinar matahari yang masuk juga sangat penting. Beberapa lahan memiki sinar yang penuh, ada yang hanya mendapatkan sinar setengah hari karena tertutup bangunan. Fungsi pengelompokan berdasarkan sinar ini juga menyesuaikan dengan jenis tanaman. Karena tak semua tanaman tahan akan panas yang berlebih. Beberapa lagi malah harus terkena matahari yang cukup banyak.

Baca Juga: 9 Inspirasi Kandang Ayam Modern bagi yang Ingin Mulai Permakultur

2. Buat desain lahan yang akan ditanami

ilustrasi merancang desain kebun (pexels.com/Karolina Grabowska)

Awalnya mungkin terkesan ribet karena harus melakukan desain terlebih dahulu. Namun, desain di sini tak perlu terlalu mewah atau dengan alat yang memberatkan. Cukup lakukan dengan secarik kertas dan pensil kamu bisa mulai menentukan tempat untuk penanaman seperti apa, jenis yang ditanam juga apa saja. Kalau ingin lebih detail, jarak dari tiap tanaman bisa diperhitungkan juga.

Tujuan dari desain ini adalah agar semua lahan dan bibit bisa dimanfaatkan sebaik mungkin. Jangan sampai kita telah membibitkan tanaman ternyata lahannya tidak cukup karena tidak diperhitungkan dari awal. Ini akan menjadi sedikit mubazir karenan bibitnya akhirnya terbuang.

3. Persiapkan media tanam dan tempat menanam

ilustrasi raise beds (unsplash.com/Filip Urban)

Desain telah jadi, selanjutnya adalah mewujudkan desain tersebut dengan menyiapkan alat dan bahan yang dibutuhkan. Lakukan pembibitan jenis tanaman yang sudah kamu tentukan pada awalnya. Karena ini membutuhkan waktu untuk tumbuh, lanjutkan dengan membentuk tempat untuk menanam. Idealnya, penanaman metode permakultur menggunakan raise beds. Cara ini yaitu dengan menambahkan lapisan di atas permukaan tanah tanpa melakukan penggalian. 

Raise beds dapat memberikan nutrisi yang bagus untuk tanaman karena ada beberapa lapisan yang ditambahkan. Biasanya, bagian paling bawah diisi dengan karton yang sama sekali tidak mengandung plastik. Lanjut dengan sedikit tanah yang ditambahkan sampah organik di atasnya. Lapisi lagi dengan tanah agar tidak mengundang hewan untuk mengeruknya.

4. Mulai menanam tanaman

ilustrasi menanam (freepik.com/jcomp)

Sebelum melakukan penanaman, alangkah lebih baiknya kamu memilih bibit yang tepat untuk ditanam lebih awal. Jika tempatnya penuh matahari, lebih baik untuk memulai dengan tanaman yang lebih tinggi sehingga tanaman tinggi bisa melindungi tanaman lain di bawahnya.

Beberapa tanaman juga memiliki waktu tertentu yang tepat untuk melakukan penanaman. Entah itu saat musim hujan atau pada bulan tertentu. Kamu bisa mencari literatur yang sesuai dengan jenis tanamanmu. Terakhir, tambahkan mulsa pada bagian atas tanah agar tanah menjadi lembap. Mulsa bisa berupa jerami, potongan kayu, dan daun kering.

5. Melakukan penyiraman dan pemupukan

ilustrasi tanaman disiram hujan (unsplash.com/Mike Kotsch)

Sama halnya dengan kita, tanaman juga butuh asupan nutrisi dan air. Banyak yang mengatakan bahwa menyiram tanaman sebaiknya dua kali dalam sehari, yaitu pagi dan sore. Kenyataannya, tidak semua waktu dan tempat sesuai dengan saran penyiraman ini.

Tempat yang lembap dan tidak terlalu panas hanya memerlukan sedikit penyiraman. Jika terlalu banyak, tanaman bukannya tumbuh dengan baik, tapi malah membusuk. Begitu juga saat hujan, kamu tidak perlu lagi menyiram tanaman karena sudah tercukupi oleh air hujan.

Permakultur adalah sistem yang memperhatikan keberlangsungan. Salah satu cara yang mendukung yaitu dengan melakukan penampungan air ketika hujan. Air tersebut akan digunakan untuk menyiram tanaman di hari lain saat hujan tidak turun. Hal lain yang mendukung keberlangsungan yaitu dengan melakukan pemupukan hanya dengan bahan-bahan organik seperti kompos dari kotoran hewan dan sampah organik. Bukan dengan produk-produk yang kurang baik untuk kondisi tanah dalam jangka panjang.

Baca Juga: Cara Berkebun Permakultur di Rumah, Tak Perlu Lahan Luas!

Verified Writer

Shafira

Member IDN Times Community ini masih malu-malu menulis tentang dirinya

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Rekomendasi Artikel

Berita Terkini Lainnya