TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

Sulit Menolak Keinginan Orang, 5 Tanda Kamu Menderita Hyper-empathy

Terlalu peduli pada masalah orang lain gak baik, lho!

Unsplash.com/Kristopher Roller

Memiliki kemampuan untuk berempati pada orang lain adalah hal luar biasa. Ini menandakan kamu adalah seseorang yang baik dan tak egois. Meski demikian, dalam kasus tertentu empati yang dimiliki seseorang bisa menjadi masalah bagi diri sendiri. Ini terjadi apabila kamu mulai merasa terlalu peduli pada orang lain, hingga lupa mengurusi dirimu sendiri. 

Nah, berikut ada 5 tanda dapat diindikasikan dengan keadaan seseorang menderita hyper-empathy,  atau empati berlebihan. Apakah kamu salah satunya atau bukan? Simak informasinya di bawah ini!

1. Empati tersebut mempengaruhimu secara fisik 

Unsplash.com/Whoislimos

Perbedaan utama antara empati dan hiper-empati terletak pada reaksi seseorang. Ketika melihat orang yang kamu sayangi mengalami masa sulit, orang berempati memiliki kemampuan untuk turut merasakannya. Bahkan, kamu juga mampu membaca sinyal yang tak sanggup diungkapkan orang tersebut, karena sisi emosionalmu yang peka. 

Namun berbeda dengan hiper-empati. Keadaan satu ini membuat seseorang terpengaruh, bahkan sakit secara fisik. Kamu biasanya akan ikut menangis melihat orang lain menangis, serta merasa pusing, kesal, bahkan kehilangan nafsu makan karena masalah orang tersebut. 

Baca Juga: Sayangi Diri! 6 Tips ini Bikin Kamu Berhenti Jadi People Pleaser 

2. Kamu tak bisa mengatakan tidak untuk orang lain

Unsplash.com/Eliott Reyna

Tanda selanjutnya yakni ketidakmampuanmu untuk berkata tidak atau menolak keinginan seseorang. Tak peduli sesibuk dan selelah apapun, kamu pasti menemukan waktu dan kekuatan untuk membantu orang lain.

Ini memang baik, namun menjadi buruk kala seorang hiper-empati tetap menyediakan diri untuk menangani masalah, bahkan ketika orang tersebut tidak meminta kamu untuk melakukannya. 

Hal ini dapat membuka kesempatan untuk orang lain mengambil keuntungan darimu. Membuat mereka tanpa sadar terus memanggilmu untuk menyelesaikan setiap masalahnya, dan pada akhirnya kamulah yang akan menderita. 

3. Kamu terlalu mudah memaafkan

Unsplash.com/Eliott Reyna

Orang hebat adalah orang yang mampu memaafkan baik orang lain maupun dirinya sendiri. Ini menjadi bukti betapa kamu memiliki hati yang besar. Namun sayangnya, seseorang dengan empati berlebihan sangat mudah memaafkan, sehingga membuat orang lain tak merasa bersalah ketika menyakitinya. Sifat terlalu pemaaf yang kamu miliki membuat mereka kurang menghargai perasaanmu. 

Meski demikian, tidak berarti kamu harus menjadi seorang pendendam untuk berhenti menjadi hiper-empati. Hanya saja, jangan terlalu mudah memberi kesempatan kedua pada seseorang yang jelas-jelas terlalu sering menyakitimu, dan melakukan kesalahan yang sama. 

4. Kamu merasa kewalahan oleh masalah orang lain

Unsplash.com/Priscilla Du Preez

Bukan hanya bersimpati dengan orang lain, kamu bahkan benar-benar telah "dikonsumsi" oleh masalah orang lain. Kamu merasa kesulitan fokus pada hidupmu sendiri, karena terlalu masuk pada kesengsaraan orang di sekitarmu, dan akhirnya dihantui rasa tersebut. 

Saat seseorang membagi permasalahannya padamu dan kamu tidak sekadar memberi saran padanya, melainkan sampai merasa terkuras emosi, mental dan fisikmu, maka fix kamu menderita masalah hiper-empati! 

Baca Juga: 5 Jenis Emosi Negatif yang Berdampak Buruk Jika Terus Dibiasakan

Verified Writer

Sinta Wijayanti

“Failure is a feeling long before it becomes an actual result." -Michelle Obama

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Rekomendasi Artikel

Berita Terkini Lainnya