TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

5 Kebiasaan yang Justru Membuatmu Sulit Bangkit dari Kegagalan

Cepat ubah kebiasaanmu, ya!

Pexels.com/Anastasia Shuraeva

Kegagalan merupakan momok yang menakutkan bagi sebagian orang. Kerap kali dihindari, nyatanya kegagalan adalah bagian hidup yang sulit dilawan meski telah kita upayakan agar tidak pernah mampir di kehidupan.

Gak semua orang mampu bangkit usai mengalaminya, bagi beberapa orang, kegagalan dianggap kehancuran yang begitu fatal. Sering kamu lakukan secara gak sadar, berikut 5 kebiasaan yang sebenarnya justru membuatmu susah bangkit dari kegagalan. Keep reading, ya!

Baca Juga: 5 Alasan Kenapa Kebiasaan Menyalahkan Orang Lain Bikin Diri Sengsara

1. Kamu terus-terusan menyalahkan keadaan dan tidak menerima kegagalanmu

Pexels.com/Polina Zimmerman

Menyalahkan keadaan memang sebuah fase wajar yang akan dialami seseorang usai mengalami kegagalan. Memang gak semua orang bisa langsung ikhlas usai dirinya gagal memperoleh apa yang dia mimpikan. Gak jarang seseorang yang gagal merasa denial hingga minggu berganti bulan.

Namun, jika fase denial-mu tampak gak ada perkembangan dan masih saja membuatmu tertekan, ada baiknya kamu berkonsultasi kepada para ahli agar dapat penanganan. Coba kamu pikirkan, bagaimana kamu bisa kuat menjalani ketidakpastian hidup ke depannya jika kegagalanmu hari ini belum bisa kamu terima?

2. Kamu mencari-cari hal lain yang bisa kamu salahkan

Pexels.com/Yan

Gak cuma menyalahkan keadaan dan diri sendiri, kebanyakan orang biasanya juga akan mencari hal lain yang bisa disalahkan atas kegagalan yang mereka alami. Seolah tidak ingin menjadi pihak yang paling bertanggung jawab, mencari tumbal untuk menanggung kesalahan seolah dapat mengubah gagalmu menjadi keberhasilan.

Gak boleh kamu teruskan, nyatanya main salah-salahan justru memantik api permusuhan dan makin memperkeruh keadaan.

3. Kamu terpaku dengan ketidakadilan menurut persepsimu

Pexels.com/Karolina Grabowska

Sebagai manusia, kita memang sulit mendefinisikan arti adil dan tidak adil. Adil menurut manusia itu relatif, adil bagi satu orang belum tentu adil bagi orang lain. Jika kamu gagal dan merasa semesta tidak adil padamu, coba kamu ingat lagi betapa banyak hal berharga yang kamu punya tapi tidak pernah kamu syukuri keberadaannya.

Segala sesuatu di bumi ini diatur oleh Tuhan secara adil. Sedih senangmu juga sudah diatur dengan sebaik mungkin. Jika hari ini kamu gagal, mungkin saja menurut Tuhan kamu belum siap menerima keberhasilan. Gak perlu kamu khawatirkan, kamu harus ingat bahwa setiap orang punya jatah dan waktu berhasilnya masing-masing.

4. Kamu memilih melupakan dan tidak memperbaiki kesalahanmu agar tidak gagal lagi di kemudian hari

Pexels.com/Marcelo Chagas

Kebiasaan lain yang membuatmu sulit bangkit dari kegagalan adalah kamu memilih melupakannya. Memang hal tersebut tidak salah. Melupakan memang salah satu cara singkat agar hati merasa lebih tenang. Namun, untuk efek jangka panjang melupakan kegagalan bukanlah hal yang disarankan.

Gak boleh kamu lupakan begitu saja, sebuah kegagalan sebenarnya bisa menuntunmu menjadi pribadi yang lebih baik. Gak semua orang paham, nyatanya di balik setiap kegagalan itu pasti terselip sebuah pelajaran yang berguna untuk hidupmu ke depannya.

Baca Juga: 5 Motivasi untukmu yang Baru Mengalami Kegagalan, Biar Semangat Lagi!

Verified Writer

Yulia Nor Annisa

Tulislah agar tidak melupa | Banjarmasin, South Borneo

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Rekomendasi Artikel

Berita Terkini Lainnya