Comscore Tracker

Mengenal Marta Tilaar, Perempuan Hebat di Balik Suksesnya Produk Kosmetik dan Jamu "Sariayu"

#ParaPerempuanHebat Perjuangan Marta Tilaar membangun produk berlabel Sariayu

Pernahkah para ladies disini memakai produk kosmetik berlabel "Sariayu", mungkin beberapa ada yang pernah dan tidak. Namun dibalik itu semua siapa sih tokoh yang berhasil membuat produk Sariayu banyak dikenal seperti sekarang? Ya, jawabannya adalah Ibu Marta Tilaar, seperti yang biasa diiklankan pada stasiun televisi biasanya diakhir iklan Sariayu pasti ada orang yang mengucapkan "Dari Marta Tilaar". Dan Marta Tilaar itulah perempuan hebat dibalik suksesnya Sariayu.

Martha Tilaar (lahir dengan nama Martha Handana di Gombong, Kebumen, Jawa Tengah, 4 September 1937; umur 79 tahun) adalah seorang pengusaha Indonesia yang bergerak di bidang kosmetika dan jamu dengan nama dagang Sariayu. Ia menikah dengan H.A.R Tilaar dan memiliki empat anak, Bryan Emil Tilaar, Pinkan Tilaar, Wulan Tilaar, Kilala Tilaar. Bekerja sama dengan Kalbe Farma, ia membuat perusahaan kosmetika dan jamu Martina Berto.

Selain itu ia juga memiliki usaha kerajinan di Sentolo, Yogyakarta bernama Prama Pratiwi Martha Gallery. Dia juga memiliki Kampung Jamu Organik di Cikarang, Bekasi. Sebagai kontribusi bagi kota kelahirannya, Gombong, Jawa Tengah, Martha pun meresmikan Roemah Martha Tilaar, yakni rumah masa kecilnya yang telah direnovasi dan ditata ala museum.

Martha sempat mengajar menjadi guru SD selama dua tahun. Setelah Marta menikah kemudian dia mengikuti suaminya "Dr. Henry A. Rudolf Tilaar", yang bertugas ke Amerika Serikat. Di sanalah ia belajar masalah kecantikan, dan lulus 1967. Lalu bekerja selama tiga tahun di Campes Beauty Salon, Universitas Indiana, AS. Setelah kembali ke Jakarta, 1969, ia membuka salon kecantikan.

Dimulai dari modal 1 juta rupiah di saku, hasil menabung selama tingal dan bekerja di Amerika Serikat, selain juga sumbangan dari ayahnya-Handana-dan adik-adiknya, Ratna dan Bambang. Maka, awal tahun 1970, 3 Januari 1970, berdirilah Martha’s salon. Salon kecil di Jalan Dr. Kusumaatmaja, Jakarta itu, akhirnya berkembang menjadi lima buah. Meskipun ia mendapat pendidikan dari Amerika, ajaran gurunya yang pertama kali, Titi Poerwosoenoe, masih terngiang. "Saya mesti back to nature ", tutur ibu empat anak ini.

Kesempatan yang besar datang ketika dirinya mendapatka tawaran bekerja sama dengan Theresia Harsini Setiady yang merupakan salah satu petinggi dari salah satu perusahaan obat kenamaan di tanah air yakni PT. Kalbe Farma. Saat itu, ia ditawari sebuah kerjasama dalam mengembangkan produk kosmetik kecantikan miliknya dengan bantuan proses produksi dari perusahaan farmasi terbesar tersebut dalam bentuk sebuah perusahaan bernama PT. Martina Berto. Sepertinya Dewi keberuntungan memang selalu bersama dengan beliau jadilah ia menjalin kerjasama tersebut.

Dan setelah berjalan selama beberapa tahun, tidak disangka-sangka produk kosmetik kecantikan dari Sariayu Martha Tilaar ternyata mendapatkan respon yang luarbiasa dari para konsumen lokal. Dengan sentuhan kreatifitas serta inovasi Martha Tilaar dalam mengambil tema kecantikan alami dari tiap daerah dan pelosok negeri ini, semakin menjadikan produk kecantikannya terlihat unik dan makin diminati.

Dari sinilah kejayaan dan kerajaan bisnis kosmetik kecantikan Martha Tilaar mulai tumbuh dan berkembang, dimulai dari sebuah PT Martina Berto yang dibentuk sebagai perusahaan kerjasama dengan PT Kalbe Farma yang dibagun beberapa tahun lalu kini telah menjadi hak milik sepenuhnya Martha dan berada dibawah bendera Martha Tilaar Group.

Bukan hanya perusahaan itu saja, Martha Tilaar juga mengakuisisi beberapa perusahaan lain yang juga tak kalah besar seperti diantaranya Aromatic Oil Of Java Martha Tilaar, Biokos Martha Tilaar, Belia Martha Tilaar, Jamu Garden Martha Tilaar, PT Tiara Permata dan amsih banyak lagi. (Sumber: http://bisikan.com/kisah-sukses-martha-tilaar-pengusahan-kosmetik-ternama-indonesia)

Martha juga mendirikan Yayasan Martha Tilaar. Ia mendidik banyak wanita dan ibu-ibu tentang kecantikan. Tujuannya agar mereka mengerti kecantikan sehingga bisa merawat diri. Namun yang terutama agar mereka mempunyai keterampilan tentang kecantikan, sesuatu yang pernah banyak menolong wanita di saat krisis multidimensi melanda bangsa termasuk pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap karyawan wanita maupun laki-laki di banyak perusahan lain. Bagi Martha Tilaar 
perempuan adalah pemersatu yang sangat besar perannya bagi keutuhan bangsa. Karena itu ia tak ingin 
perempuan terbelakang dalam soal pendidikan.

Bagi Martha di era modern seperti sekarang makna emansipasi bukan semata dimaknai untuk memperoleh persamaan hak dengan kaum pria. Melainkan jauh lebih besar dari itu berjuang demi memperoleh hak memilih dan menentukan nasib sendiri. "Sebenarnya yang perlu dituntut kaum perempuan, bukan hanya persamaan hak, tapi juga hak memilih dan menentukan nasib sendiri," kata Martha Tilaar. (Sumber: http://www.tokohindonesia.com/biografi/article/285-ensiklopedi/80-sariayu-bermula-dari-garasi)

Kinerja dan perkembangan PT Martina Berto memiliki pertumbuhan begitu pesat, sejumlah penghargaan baik nasional maupun internasional juga telah di tangan. Baru-baru ini, DR. Martha Tilaar diberikan penghargaan oleh Sekretaris Jenderal PBB, Ban Ki Moon pada UN Global Compact Leaders Summit di New York karena menjalankan perusahaan yang memiliki program meliputi 10 prinsip Global Compact etika, seperti hak asasi manusia, tenaga kerja, konservasi pengendapan, dan anti- korupsi sejalan dengan delapan tujuan pembangunan millennium.

Selain sebagai perempuan yang sukses Marta Tilaar juga semangat dalam memperjuangkan hak kaum perempuan di Indonesia, seperti yang sudah dia katakan bahwa para perempuan berhak menentukan nasibnya sendiri dalam berkarir sehingga menjadi wanita yang mandiri, produktif dan bermanfaat untuk Indonesia. Selain menjadi perempuan hebat dalam merajut karir menurut penulis Marta Tilaar bisa juga dijadikan sebagai Kartini masa kini karena perjuangannya dalam memperjuangkan dan mendidik kaum wanita di Indonesia.

Anis Junair Photo Community Writer Anis Junair

Dengan raga, aku bisa menulis. Dengan jiwa, aku jadi penulis.

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Ernia Karina

Just For You