Pilihan buku kadang memunculkan penilaian tertentu terhadap pembacanya. Orang yang suka membaca biografi tokoh terkenal bisa dianggap ambisius, penggemar novel romantis dicap bucin, sementara pembaca buku horor mungkin dinilai punya selera yang aneh. Padahal, alasan seseorang menyukai sebuah buku bisa jauh lebih sederhana daripada anggapan orang lain.
Menariknya, penilaian itu bisa memengaruhi cara kita memperlakukan seseorang, mulai dari menganggapnya punya banyak wawasan hingga merasa punya kesamaan dengannya. Lantas, seberapa besar pengaruh buku yang dibaca terhadap cara orang lain memandang kita?
