Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Aktivisme Digital yang Bisa Berdampak Nyata, Apa Itu Clicktivism?
ilustrasi sekelompok orang berfokus pada handphone (pexels.com/cottonbro)
  • Clicktivism adalah dukungan terhadap isu sosial atau politik melalui aktivitas digital seperti menandatangani petisi, membagikan kampanye, dan menyuarakan dukungan di media sosial.
  • Aktivisme digital tidak selalu menggantikan gerakan offline; contoh 38 Degrees di Inggris menunjukkan kampanye online dapat mendorong pembentukan 600 kelompok lokal dan kegiatan langsung.
  • Dampak clicktivism bergantung pada isu, pihak yang dituju, serta tindak lanjut komunikasi atau aksi lain; viralitas dan banyaknya tanda tangan tidak otomatis memenuhi tuntutan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Media sosial kini gak cuma menjadi tempat berbagi informasi, melainkan juga ruang untuk menyuarakan berbagai isu sosial dan politik. Lewat platform digital, seseorang bisa menunjukkan dukungan terhadap suatu tujuan tanpa harus terlibat langsung dalam kegiatan di lapangan.

Salah satu bentuk keterlibatan tersebut dikenal sebagai clicktivism, yakni aktivitas mendukung suatu tujuan melalui tindakan sederhana di internet. Lantas, seperti apa bentuk clicktivism dan apakah dukungan lewat satu klik benar-benar bisa memberikan dampak? Yuk, simak penjelasannya berikut ini!

1. Apa itu clicktivism?

ilustrasi beberapa orang bermain handphone (pexels.com/mart-production)

Clicktivism merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan dukungan terhadap suatu tujuan melalui aktivitas digital, seperti menandatangani petisi atau mendukung kampanye secara online. Istilah ini muncul karena seseorang dapat menunjukkan dukungan terhadap suatu isu hanya dengan beberapa klik. Karena kemudahannya, clicktivism juga kerap dikritik sebagai bentuk aktivisme yang terlalu pasif.

Namun, anggapan bahwa aktivitas online selalu menggantikan keterlibatan offline, masih diperdebatkan. Mengutip BBC Future, Deen Freelon dari University of North Carolina, Chapel Hill, menjelaskan bahwa terdapat anggapan keliru tentang clicktivism.

“Salah satu kesalahpahaman terbesar adalah anggapan bahwa clicktivism tidak menghasilkan apa-apa. Yang kedua adalah anggapan bahwa aktivitas tersebut entah bagaimana menggantikan atau mengambil alih peran aktivisme offline. Kita tahu bahwa kedua anggapan tersebut tidak benar,” ujar Deen.

2. Seperti apa bentuk clicktivism di media sosial?

ilustrasi sekelompok orang berfokus pada handphone (pexels.com/cottonbro)

Bentuk clicktivism dapat berupa menandatangani petisi digital, memberikan dukungan melalui media sosial, atau membagikan kampanye kepada orang lain. Aktivitas tersebut memungkinkan seseorang ikut menyuarakan suatu isu tanpa harus bergabung langsung dengan organisasi atau menghadiri kegiatan kampanye. Dalam praktiknya, dukungan online juga dapat diikuti dengan aktivitas yang dilakukan secara langsung.

Contohnya terlihat pada 38 Degrees di Inggris ketika organisasi tersebut menggunakan alat pemetaan untuk membantu anggotanya menemukan orang lain di sekitar mereka dalam kampanye menentang Transatlantic Trade Investment Partnership. Sekitar 600 kelompok lokal kemudian terbentuk, dengan para sukarelawan mengadakan kegiatan seperti membuka stan, membagikan selebaran, meminta tanda tangan petisi, mengetuk pintu, dan berbicara dengan media lokal.

“Jika kamu percaya pada demokrasi, tentu semakin mudah seseorang berpartisipasi, semakin baik. Itulah kekuatan internet,” ujar David Babbs, CEO 38 Degrees, dikutip dari The Guardian.

3. Apakah clicktivism benar-benar berdampak?

ilustrasi seseorang menggunakan handphone (pexels.com/towfiqubarbhuiya)

Clicktivism bisa memberikan dampak ketika dukungan online berhasil membuat suatu isu lebih dikenal, mengumpulkan banyak orang, atau mendorong pihak yang berkepentingan untuk merespons. Di Indonesia, salah satu bentuk yang mudah ditemukan adalah petisi online yang digunakan masyarakat untuk menyampaikan tuntutan atau dukungan terhadap berbagai isu.

Namun, banyaknya tanda tangan atau unggahan yang viral gak otomatis berarti suatu tuntutan akan terpenuhi. Dampak clicktivism bergantung pada isu yang diangkat, pihak yang dituju, serta apakah dukungan di internet kemudian diikuti komunikasi atau tindakan lain. Karena itu, satu klik bisa menjadi bagian dari sebuah gerakan, tetapi bukan satu-satunya faktor yang menentukan hasilnya.

“Petisi dapat membantu mendorong perdebatan di antara berbagai organisasi. Petisi ini kembali menguatkan komitmen kami untuk bekerja sama menemukan solusi dengan cepat,” ujar Peter Stokes, Wakil Direktur Operasional Kernow CCG, dikutip dari The Guardian.

Pada akhirnya, clicktivism gak selalu berhenti pada satu klik atau tanda tangan digital. Beberapa contoh menunjukkan bahwa aktivitas online dapat menjadi bagian dari kampanye yang kemudian berlanjut ke komunikasi atau tindakan di dunia nyata.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article