Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Apa Itu Doorbell Friend? Kamu Butuh Pertemuan Tanpa Rencana!

Apa Itu Doorbell Friend? Kamu Butuh Pertemuan Tanpa Rencana!
Ilustrasi doorbell friend (pexels.com/RDNE Stock project)
Share Article

Tren digitalisasi membuat semua orang menggunakan gadget sepanjang hari, melakukan doom scrolling yang tidak ada habisnya. Ini membuat ikatan dan komunikasi antar manusia, bahkan persahabatan merenggang.

Group chat menggantikan interaksi tatap muka, yang membuat kamu dengan para sahabat tidak bertemu selama berminggu-minggu, bahkan berbulan-bulan. Itulah mengapa "doorbell friend" bisa jadi solusi yang menenangkan, terutama seiring bertambahnya usia dan kehidupan menjadi lebih sibuk.

Lalu, apa itu doorbell friend dan bagaimana ini berpengaruh pada kehidupan serta kesehatan mental kamu? Cari tahu secara lengkap di sini!

1. Apa itu doorbell friend?

Ilustrasi doorbell friend
Ilustrasi doorbell friend (pexels.com/Amina Filkins)

Doorbell friend adalah seorang teman yang datang ke rumah, membunyikan bel pintu, dan langsung disambut dengan effortless. Sambutannya lebih seperti kejutan yang menyenangkan. Dengan kata lain, ini merupakan seseorang yang tidak perlu direncanakan pertemuannya terlebih dahulu.

"Ini adalah persahabatan yang sesuai dengan kehidupan, apa adanya, bukan sesuatu yang harus kamu ciptakan waktunya," kata tambah Matt Ritter, pakar persahabatan dan penulis buletin mingguan "The Friendship Habit", mengutip laman Pop Sugar.

Doorbell friend bukan hanya tentang seberapa sering teman berkomunikasi, tetapi lebih tentang tingkat keamanan dalam hubungan tersebut. Orang-orang terdekatmu seharusnya bisa datang tanpa pemberitahuan dan tetap merasa diterima tanpa kamu merasa tidak nyaman atau terganggu.

Doorbell friend tidak membutuhkan banyak perawatan, di mana seseorang merasa cukup nyaman untuk 'membunyikan bel pintumu' tanpa memerlukan acara yang direncanakan dengan sempurna,” kata Nicole Andreoli, PhD, psikolog dan penulis buku Mindfulness and the ADHD Parent, mengutip Real Simple.

2. Contoh doorbell friend

Ilustrasi doorbell friend
Ilustrasi doorbell friend (pexels.com/RDNE Stock project)

Contoh doorbell friend, kamu mampir ke rumah seorang teman untuk menyapa saat sedang berkendara di sekitar lingkungan rumahnya.

Atau mungkin kamu menelepon teman saat berada di toko bahan makanan, lalu melihat sesuatu yang mengingatkanmu pada sahabatmu. Contoh lainnya, kamu mengirim pesan kepada teman karena restoran favorit baru saja mengumumkan promo.

"Lain kali kamu ingin berbelanja, ajak temanmu dengan spontan. Atau lain kali kamu melihat kaus yang akan bagus, belilah dan antarkan ke rumahnya begitu saja. Kedekatan berasal dari konsistensi, bukan intensitas," kata Ritter.

3. Pentingnya memiliki doorbell friend

Ilustrasi doorbell friend
Ilustrasi doorbell friend (pexels.com/Vitaly Gariev)

Memiliki dan menjalin pertemanan melalui interaksi langsung membuat persahabatan terasa mudah. ​​Teman yang datang berkunjung sangat membantu dalam menciptakan rasa aman secara emosional.

Berikut bagaimana doorbell friend meningkatkan kualitas hidup:

Meningkatkan kesehatan mental
Menurut Nicole Andreoli, PhD, psikolog dan penulis Mindfulness and the ADHD Parent, manusia tidak dirancang untuk berfungsi dengan baik dalam isolasi yang lama. Keterputusan dan isolasi sosial yang berkepanjangan dapat berdampak fisik.

Sekadar percaya bahwa kita memiliki dukungan sosial yang kuat akan menghasilkan hasil kesehatan mental yang lebih baik.

"Teori dasar sosial menyatakan bahwa tugas cenderung terasa lebih berat ketika kita mengerjakannya sendirian, namun dianggap lebih mudah dikelola ketika kita memiliki dukungan sosial," ungkap Andreoli mengutip laman Real Simple.

Mengurangi kesepian
Selain peningkatan kesehatan mental, rasa kesepianmu akan berkurang, merasakan rasa memiliki, dan tanpa paksaan. Perasaan inklusif sangat berharga di usia dewasa, ketika banyak persahabatan menjadi lebih transaksional atau terburu-buru.

“Rasa memiliki yang sejati adalah ketika kamu bisa menjadi diri sendiri di sekitar seseorang, dan teman-teman yang bertemu di dekat rumah memberikan hal itu. Ketika kita merasa memiliki, risiko depresi kita menurun," kata Tovah Means, LMFT, terapis pernikahan dan keluarga berlisensi, mengutip Real Simple.

Sistem saraf yang lebih teratur
Persahabatan yang aman secara emosional membantu mengatur sistem saraf, bertindak sebagai penahan terhadap stres. Tovah Means menambahkan, jika merasa aman menjadi diri sendiri di sekitar seorang teman, kamu tidak perlu lagi waspada terhadap potensi ancaman. Kamu bisa rileks.

"Orang-orang dengan riwayat trauma sering kali tetap dalam mode defensif karena mereka membutuhkannya di masa lalu. Doorbell friend memberikan ruang untuk melepaskan diri dan belajar kembali cara rileks, daripada terus-menerus waspada," ujar Means.

Kemampuan mengatasi masalah yang lebih baik
Persahabatan yang dapat diandalkan dapat membantu kamu melewati tantangan tersulit dalam hidup. Kita semua menghadapi masa-masa sulit, dan seorang teman yang selalu ada akan membuat krisis apa pun lebih mudah diatasi. Mengetahui bahwa ada seseorang yang selalu ada adalah sesuatu yang berharga!

4. Cara menjadi doorbell friend

Ilustrasi doorbell friend
Ilustrasi doorbell friend (pexels.com/cottonbro studio)

Cara terbaik untuk menjadi doorbell friend adalah dengan mengiyakan pada ajakan nongkrong santai. Bukan merencanakan malam yang rumit, melainkan mengajak orang masuk ke kehidupan nyatamu.

Sebagai manusia, kita semua tidak hanya ingin dilihat tetapi juga dikenal. Tidak ada yang membuat orang merasa lebih baik daripada seseorang yang mengetahui pesanan minumanmu!

Namun, wajar jika banyak orang mungkin ragu menjadi seorang doorbell friend karena mereka tidak ingin merasa mengganggu. Tetapi ketika kamu membuka diri terhadap hal ini, persahabatan akan menjadi jauh lebih kuat dan mudah.

Nah, jika ingin menjadi doorbell friend, pastikan temanmu tahu bahwa mereka dipersilakan untuk melakukan hal yang sama denganmu. Jadi, apakah kamu ingin mencoba menjadi doorbell friend? Semoga informasinya bermanfaat!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Topics
Editorial Team
Pinka Wima Wima
EditorPinka Wima Wima

Related Articles

See More

5 Cara Mengurangi Overstimulation setelah Seharian Menatap Layar

03 Jun 2026, 09:51 WIBLife