Bagaimana Cara Jadi Support System buat Teman yang Sakit Keras?

- Artikel menyoroti pentingnya menjadi support system bagi teman yang sakit keras dengan cara mendengarkan penuh empati dan memahami kondisi medis maupun emosionalnya.
- Ditekankan agar dukungan diberikan secara realistis, menghibur tanpa menyepelekan kecemasan, serta membantu menjaga semangat menjalani pengobatan medis dan alternatif secara bijak.
- Pembaca diajak aktif membantu kebutuhan praktis seperti biaya berobat, pengingat kontrol kesehatan, hingga kesiapan menjadi kontak darurat demi menunjukkan kepedulian nyata.
Ada banyak sekali penyakit berat yang dapat diderita manusia. Suatu penyakit disebut berat karena menimbulkan efek besar pada tubuh penderitanya. Pengobatannya juga perlu waktu panjang. Sementara peluang sembuh total terbilang sangat kecil.
Contoh penyakit berat di antaranya gagal ginjal dan kanker. Kanker sendiri banyak sekali macamnya, tergantung dari organ tubuh yang pertama kali menjadi titik sel kanker tumbuh ganas. Seperti kanker payudara, kanker otak, kanker hati, kanker tulang, atau kanker darah.
Meski dari titik awal tersebut dapat terjadi penyebaran atau metastasis. Lalu bagaimana apabila ada temanmu yang juga sedang berjuang dengan sakit kerasnya? Tentu dirimu gak boleh cuek. Kamu mesti mampu menjadi bagian dari support system-nya. Simak caranya dan jadilah teman yang baik serta tulus.
1. Mendengarkan cerita tentang sakitnya dengan penuh empati

Ketika seseorang pertama kali menerima diagnosis penyakit berat tentu ia akan syok. Terutama jika selama ini penyakit tersebut sangat jauh dari bayangannya. Ia merasa tidak punya faktor genetik atau telah menjaga gaya hidupnya sesehat mungkin.
Saat seseorang masih dalam keadaan terguncang, dia akan cenderung diam. Bahkan boleh jadi ia mengurung diri dan menolak berbicara dengan keluarga sekalipun. Namun, perlahan-lahan temanmu akan berusaha membuka diri serta menerima kenyataan.
Di sinilah kamu dapat mengambil peran penting sebagai pendengar yang baik. Kapan pun kawanmu ingin membicarakan penyakit yang dideritanya, luangkan waktu. Dengarkan penuh empati. Ini merupakan dasar dari kepedulian terhadap sesama serta bakal membuatmu tambah memahami keadaannya baik secara medis maupun psikis.
2. Menghibur tanpa mengecilkan kecemasannya akan kemungkinan terburuk

Jangankan orang yang sedang sakit keras. Ketika kamu sakit gak seberapa berat pun kadang mencemaskan ini itu. Utamanya sebelum dirimu periksa ke dokter. Ada rasa waswas kalau-kalau keluhan yang dirasakan tanda dari penyakit berat.
Apalagi kondisi psikologis orang yang memang sakit keras. Dalam pikirannya tentu banyak sekali hal-hal buruk berseliweran. Seperti bagaimana jika usianya tak panjang lagi? Bagaimana nanti dengan anak-anaknya yang masih kecil?
Meski kamu perlu menghibur sebaiknya jangan mengesampingkan kekhawatiran yang dirasakannya. Isi pikirannya sangat normal. Terlebih jika sudah banyak studi ilmiah menunjukkan angka harapan hidup yang rendah pada pasien dengan suatu penyakit di tingkat keparahan tertentu.
Kamu hendaknya tak selalu mengatakan dia pasti sembuh. Lebih baik sampaikan bahwa terpenting ia mengisi hidupnya sebaik mungkin. Soal apa yang terjadi kemudian tidak perlu begitu dipikirkan karena sebaik-baik hidup bukan tentang lamanya, melainkan manfaatnya.
3. Menanyakan dan mengingatkan tentang pengobatannya

Sikap kepo tidak selalu buruk selama tak berlebihan dan dalam konteks yang tepat. Jika kamu hanya mendengar kabar burung temanmu menderita penyakit tertentu lalu menanyakannya, ini sikap kepo yang kurang pas. Beda dengan dia sendiri sudah pernah mengatakannya baik ketika kalian berdua saja denganmu maupun dalam situasi yang lebih umum.
Seperti ketika kamu dan rombongan kantor menjenguknya yang baru dioperasi. Di situ dia menceritakan penyakit beratnya. Setelah ia keluar dari rumah sakit, dirimu sangat pantas sesekali menanyakan kelanjutan pengobatannya.
Dia pasti senang karena merasa diperhatikan. Jika kamu saja memedulikan pengobatannya, ia sendiri harus lebih bersemangat menjalaninya. Dirimu pun dapat mengingatkannya untuk kontrol ke dokter atau menambah stok obat dulu sebelum perjalanan dinas ke luar kota beberapa hari. Jangan sampai ia lupa dan pengobatannya terputus.
4. Mencarikan pengobatan alternatif asal dikonsultasikan dengan dokter

Di tengah kepanikan campur keputusasaan teman yang sakit keras, pengobatan alternatif dapat mengembalikan semangatnya. Ada banyak pengobatan non-medis yang dapat dicoba. Baik menggunakan herbal berkhasiat maupun doa.
Satu yang perlu diperhatikan adalah jangan sampai pengobatan medis temanmu terhenti. Pengobatan alternatif apa pun sifatnya hanya membantu atau tambahan. Bahkan ketika kawan sudah malas meneruskan pengobatan di rumah sakit, dirimu perlu memotivasinya.
Katakan bahwa menjalani keduanya tetap lebih baik daripada hanya mengandalkan pengobatan alternatif yang belum teruji secara ilmiah. Daripada pengobatan secara medis terputus dan ternyata pengobatan alternatif gak sesuai harapan. Beri temanmu informasi pengobatan alternatif yang tepercaya saja dan tetap dikonsultasikan dulu dengan dokternya.
5. Membantu mencarikan biaya berobat

Hanya karena kamu bukan orang kaya raya bukan berarti tidak ada yang bisa dilakukan saat temanmu butuh biaya berobat. Hal-hal sederhana bisa dicoba. Contohnya, dirimu menginisiasi penggalangan dana di kantor atau teman-teman alumni apabila kalian pernah bersekolah atau berkuliah di tempat yang sama.
Kamu juga dapat mencoba menghubungi berbagai yayasan kemanusiaan dan menceritakan kondisi teman yang sakit. Begitu pula kalau akibat sakit keras, ia tidak mampu lagi bekerja di kantor. Akan tetapi, dia masih dapat bekerja yang ringan-ringan dari rumah.
Dirimu dapat memberinya ide usaha atau bekerja dari rumah. Juga mengenalkannya ke orang yang bisa kasih pekerjaan yang tak terlalu berat. Atau, bantu modal usaha berupa meja etalase untuknya berjualan.
6. Menyediakan diri sebagai nomor kontak daruratnya

Terutama jika temanmu yang sakit keras hidup jauh dari keluarga atau malah sebatang kara. Jangan sampai gak ada orang yang bisa dihubunginya ketika keadaannya memburuk. Tidak usah dirimu menunggu ia memintamu agar dapat ditelepon sewaktu-waktu.
Malah kamu yang mesti terlebih dahulu mengatakannya. Sebab temanmu barangkali tak ingin merepotkan siapa pun. Namun, hal yang sangat buruk dapat terjadi andai dirimu gak meyakinkannya buat menghubungimu kapan pun dibutuhkan.
Minta dia untuk tidak malu atau tak enak. Bahkan saat hari sudah larut malam, ia bisa meneleponmu. Notifikasi pesan teks mungkin gak terdengar olehmu. Sementara nada dering telepon lebih efektif membangunkanmu. Kamu siap untuk secepatnya datang atau mencarikan bantuan darurat dulu selagi dirimu meluncur ke sana.
Memperingati World Blood Cancer Day atau Hari Kanker Darah Sedunia pada 28 Mei, kamu mesti lebih peduli pada sesama. Barangkali tidak semua teman dalam kondisi sehat sepertimu. Ada kawan yang sedang berjuang dengan penyakit beratnya bahkan sampai kondisinya kritis. Lakukan hal terbaik yang kamu bisa.



















