Ilustrasi kerja online (freepik.com/benzoix)
Jika bicara terkait pekerja freelance, kita mungkin tak bisa mengabaikan istilah yang gig job yang berkaitan dengan sistem pekerja/buruh lepas. Dapat dikatakan, bila pekerja lepas atau freelance merupakan bentuk dari gig job.
Dalam World Economic Forum, gig economy disebutkan sebagai sistem yang melibatkan pertukaran tenaga kerja dengan imbalan uang antara individu atau perusahaan melalui platform digital yang secara aktif mempertemukan penyedia jasa dengan pelanggan, dengan sistem kerja jangka pendek dan pembayaran berdasarkan tugas.
Siapa saja yang termasuk dalam gig economy? Studi dari McKinsey menyebut pekerja independen terbagi dalam 4 segmen. Pertama adalah free agent yang bekerja secara mandiri dan menjadikan pekerjaan itu sebagai penghasilan utama. Kedua, casual earners, yaitu individu yang memilih pekerjaan independen sebagai tambahan penghasilan.
Ketiga, reluctants, yakni mereka yang mengandalkan pekerjaan independen sebagai penghasilan utama namun lebih memilih melakukan pekerjaan tradisional. Keempat, financially strapped, yakni individu yang melakukan pekerjaan independen sebagai penghasilan tambahan karena kebutuhan ekonomi.