Umumnya, orang yang berstatus sebagai karyawan tetap di sebuah kantor dipandang lebih mapan daripada pekerja lepas. Ini berangkat dari fakta bahwa karyawan memperoleh gaji setidaknya setara upah minimum daerahnya. Masih ditambah tunjangan, asuransi, uang pensiun, kredit khusus, dan sebagainya.
6 Cara Freelancer agar Bisa Hidup Mapan, Dapur Selalu Ngebul

- Artikel menegaskan bahwa freelancer juga bisa hidup mapan asal disiplin, tekun mengambil proyek besar maupun kecil, dan tidak gengsi mempromosikan jasa serta hasil kerjanya.
- Pekerja lepas disarankan mengembangkan kemampuan lintas bidang agar tetap punya sumber penghasilan saat satu sektor sedang sepi.
- Pengelolaan keuangan yang cermat dengan fokus pada tabungan dan investasi menjadi kunci utama kestabilan finansial bagi freelancer.
Sementara freelancer harus berjuang sendiri buat semua itu. Pendapatannya tidak pernah pasti baik dalam jumlah maupun waktu pengirimannya ke rekening. Akan tetapi, seandainya kamu melihat kembali ke latar belakang keluarga sendiri atau orang-orang di sekitarmu, ternyata banyak juga anak yang dibesarkan oleh orang tua freelancer.
Teman, tetangga, atau saudaramu yang orangtuanya nonkaryawan tumbuh baik-baik saja. Mereka bisa makan dan berpakaian layak sepertimu. Juga bersekolah hingga pendidikan tinggi. Artinya, bekerja lepas pun dapat menjanjikan kehidupan yang mapan. Bagaimana cara freelancer agar bisa hidup mapan secara finansial? Cek catatan di bawah ini!
1. Sikat semua proyek baik besar maupun kecil

Kesuksesan menjalani pilihan sebagai freelancer tak lepas dari kesediaan untuk mengerjakan proyek apa pun. Tidak terlalu pemilih selama pekerjaannya baik adalah kunci dari pintu rezeki yang terbuka makin lebar. Seorang pekerja lepas harus sadar bahwa proyek besar tidak selalu ada.
Begitu proyek ini ada, peminatnya pun banyak sekali. Sesama pekerja lepas bersaing untuk mendapatkannya. Sementara proyek kecil seperti camilan yang senantiasa tersedia.
Asal dia mau tekun mengambilnya satu per satu, gak ada istilah hari ini dapur ngebul dan besok tidak. Aliran pendapatan terjaga. Uang selalu ada meski tak pasti dalam jumlah besar.
2. Untuk proyek atau event besar, segenap kemampuan dikerahkan agar hasil maksimal

Meski seorang freelancer getol mengambil proyek-proyek kecil demi memastikan pemasukan lancar, tentu proyek gede punya daya tarik besar. Kalau ia dapat menangani proyek tersebut, pendapatannya bisa buat hidup sekian bulan bahkan setahun. Dapat pula bentuknya event seperti lomba menulis dengan hadiah puluhan juta rupiah untuk tiap pemenang.
Potensi cuan yang besar harus dikejar. Namun, tidak dengan sembarangan dan cuma mengandalkan keinginan akan uangnya. Seorang pekerja lepas kudu melakukan usaha ekstra supaya memperoleh proyek atau memenangkan kompetisi tersebut.
Bila persiapan untuk mendapatkan tender atau mengikuti lomba besar ini berbenturan dengan kesempatan proyek kecil, yang kedua dikorbankan. Supaya dia dapat benar-benar fokus pada proyek atau event besar tersebut. Harapannya, keikutsertaannya tidak sia-sia.
3. Gak malu mempromosikan jasanya

Repot apabila orang yang tak bisa mengandalkan gaji rutin dari siapa pun masih malu-malu mempromosikan jasanya. Promosi merupakan jalan penting untuknya mendapatkan peluang pekerjaan. Maka jangan heran apabila status media sosial seorang freelancer hampir selalu tentang pekerjaannya.
Bukan waktunya untuk bersikap malu-malu jika ia tak mau pintu rezekinya tertutup. Bahkan terkadang dia menghubungi teman secara pribadi buat memperkenalkan jasanya. Juga di grup keluarga atau alumni.
Apabila kamu tertarik untuk bekerja lepas, luruskan dulu pemikiran-pemikiran kurang tepat yang bikin promosi terasa memalukan. Sengaja mengiklankan sesuatu tidak sama dengan sekadar mencari validasi dari orang lain. Tujuanmu jelas, yaitu supaya usahamu tetap berjalan dan kamu punya pendapatan.
4. Juga hasil kerja dan prestasinya meski beberapa orang menganggapnya pamer

Bukan hanya jasa yang ditawarkan secara terang-terangan. Pekerja lepas yang dapat hidup mapan pasti juga tidak ragu untuk menunjukkan hasil kerjanya pada masyarakat luas. Ini penting biar orang-orang tak merasa cuma sedang dibujuk untuk menggunakan jasanya tanpa dibarengi adanya bukti berupa hasil kerja.
Padahal, hasil kerja itulah yang penting untuk dipertimbangkan sebelum orang-orang menggunakan jasanya. Kecil kemungkinan orang memercayai kemampuan kerja seorang freelancer apabila tidak disertai bukti. Begitu pun, beragam prestasi terkait pekerjaannya menjadi penambah posisi tawar untuk pekerja lepas.
Maka pencapaian-pencapaian tersebut pasti diunggah. Baik orang lain menganggapnya wajar atau pamer, dia gak baper. Ia lebih tahu tentang niat serta tujuannya. Daripada perekonomiannya seret gara-gara mencemaskan penilaian orang lain.
5. Lintas bidang freelance

Bukannya menjadi freelancer tak membutuhkan keahlian di bidang tertentu. Keahlian penting agar orang-orang mudah mengenalinya. Seperti fotografer yang andal, penulis dengan segudang karya, desainer interior yang mumpuni, dan sebagainya.
Akan tetapi, agak sulit apabila seseorang selamanya cuma mengandalkan satu bidang. Ada kalanya pekerjaan di bidang tersebut mengalami penurunan. Contohnya, freelancer di bidang arsitektur. Tak setiap hari ada orang yang membangun, merenovasi, atau ingin mempercantik rumahnya.
Apalagi ketika ekonomi cukup lesu. Utak-atik bangunan bukan prioritas bagi banyak orang. Pekerja lepas yang mampu menjalani pekerjaan lintas bidang lebih mungkin hidup mapan. Seperti menyambi sebagai afiliator produk dan sebagainya. Saat satu sumur kering, air di sumur lain masih melimpah.
6. Pengelolaan keuangan yang baik dengan mengutamakan tabungan serta investasi

Ini skill dasar yang wajib dimiliki pekerja lepas. Tentu sebenarnya semua orang harus bisa mengelola keuangannya dengan baik. Termasuk karyawan kantoran dengan penghasilan tetap. Tanpa kemampuan mengatur keuangan, gaji segede apa pun bisa habis begitu saja.
Namun, tantangan keuangan bagi freelancer lebih besar. Penghasilan yang tidak menentu membuat mereka mesti lebih berhati-hati dalam membelanjakannya. Belanja kebutuhan sehari-hari saja kudu cermat. Apalagi untuk hal-hal di luar itu.
Demi kehidupan yang mapan, pekerja lepas sangat jago dalam menunda kesenangan. Prioritas mereka setelah kebutuhan sehari-hari terpenuhi ialah tabungan serta investasi. Baik mereka memperoleh pendapatan besar atau kecil, harus ada bagian yang disimpan sebagai tabungan atau diinvestasikan. Ini cara untuk mengamankan kehidupan mereka.
Cara freelancer agar bisa hidup mapan dapat membantu dapurmu tetap ngebul. Asalkan kamu mau berdisiplin dan serius menjalaninya. Bukan sekadar karena dirimu menghindari pekerjaan yang mengharuskanmu ngantor setiap hari. Mapan butuh perjuangan.


















