Pernahkah kamu terlibat dalam diskusi di mana seseorang yang lahir dari keluarga berada dengan mudahnya berkata, "Kalau mau sukses, ya tinggal kerja keras dan bangun pagi saja"? Atau mungkin, seseorang yang memiliki akses pendidikan terbaik di kota besar merasa heran mengapa orang di daerah pelosok kesulitan mendapatkan pekerjaan layak.
Bagi sebagian orang, komentar tersebut terasa sangat abai terhadap realitas. Namun, dalam kajian sosiologi dan psikologi sosial, fenomena ini tidak selalu lahir dari niat buruk. Ini adalah contoh nyata dari Asymmetry of Awareness (Asimetri Kesadaran), sebuah kondisi di mana orang yang berada di posisi istimewa atau memiliki privilese, cenderung tidak menyadari keberadaan hak istimewa tersebut.
Mengapa fenomena ini bisa terjadi? Yuk, bedah alasan ilmiah di baliknya agar kita bisa melihat struktur sosial dengan lebih objektif!
