5 Privilege Tinggal di Desa yang Tak Kalah sama Kota Besar

- Tinggal di desa menawarkan lingkungan alami dengan udara bersih, polusi rendah, serta manfaat kesehatan fisik dan mental yang lebih baik dibandingkan kehidupan perkotaan.
- Warga desa memiliki akses mudah ke pangan segar dan organik seperti sayur, buah, serta ayam kampung yang mendukung pola makan sehat dan bergizi.
- Kehidupan desa menumbuhkan kedekatan sosial antarwarga serta mendukung gaya hidup slow living yang tenang, seimbang, dan minim tekanan modern.
Tinggal di desa masih dipandang sebelah mata, dinilai kuno dan tidak mengikuti perkembangan zaman alias kudet (kurang update). Bermukim di desa juga sering dikaitkan dengan masa pensiun, di mana itu berarti hanya orang tua saja yang dianggap layak tinggal di sana.
Biasanya, anak muda yang memilih menepi dan hidup di desa sering dicap aneh, bahkan ketinggalan zaman.Ingar-bingar kota besar dengan segala kemajuan fasilitas, masih dianggap lebih baik. Padahal, tinggal di desa juga banyak privillege-nya, lho! Berikut beberapa kelebihan hidup di desa yang mungkin akan mengubah pandanganmu.
1. Lingkungan yang dekat dengan alam dan udara lebih sehat

Salah satu keuntungan paling menonjol saat kita memilih tinggal di desa adalah lingkungannya yang dekat dengan alam dan terbilang masih asri. Di desa masih banyak ladang subur, persawahan, sungai, dan beberapa bahkan dekat dengan hutan. Lingkungan seperti ini lebih sulit ditemukan di kota-kota besar.
Dr. Shilpa Thakur Ph.D, seorang Certified Medical Nutritionist dari India, menuliskan pada linkedin bahwa desa-desa sering kali memiliki udara yang lebih bersih dan polusi yang lebih rendah dibandingkan kota-kota metropolitan. Kelimpahan pepohonan dan ruang terbuka di daerah pedesan berkontribusi pada kualitas udara yang lebih baik, mengurangi risiko penyakit pernafasan, dan meningkatkan kesejahteraan secara keseluruhan.
"Sebaliknya, kehidupan perkotaan sering kali dikaitkan dengan tingkat polusi udara yang tinggi, yang dapat menyebabkan berbagai berbagai masalah kesehatan, termasuk asma dan jantung," imbuhnya.
2. Interaksi yang lebih besar dengan alam

Dr. Shilpa menambahkan, kehidupan di desa memungkinkan adanya interaksi dengan alam, yang memiliki banyak manfaat untuk kesehatan. Studi menunjukkan bahwa menghabiskan waktu di luar ruangan bisa mengurangi stres, memperbaiki suasana hati, dan meningkatkan kesehatan mental.
Sejalan dengan pernyataan tersebut, dari laman Psychology Today, Dr. Patricia Hasbach, seorang licensed psychotherapist di Eugene, Oregon, mengatakan bahwasanya berinteraksi dengan alam dapat menjadi terapi tradisional untuk menyembuhkan masalah mental seseorang.
"Penduduk desa sering terlibat dalam kegiatan seperti berkebun, berjalan kaki, dan olahraga luar ruangan yang meningkatkan kebugaran fisik dan kesejahteraan mental mereka," terangnya seperti dikutip dari laman linkedin. Tentunya, hal semacam ini lebih sulit ditemukan di kota-kota besar dengan banyaknya gedung pencakar langit.
3. Ketersediaan pangan yang lebih sehat

Kita lebih mudah menemukan ayam kampung yang dipelihara masyarakat desa dan dibiarkan mencari makanan sendiri daripada ayam broiler yang sengaja dikembangbiakkan. Begitu pula dengan sayur dan buah-buahan yang ditanam di perkebunan. Dr. Shilpa juga menuliskan pada laman linkedin bahwa penduduk desa biasanya memiliki akses ke makanan segar yang bersumber dari alam sekitar dan biasanya organik.
Ia juga menambahkan kalau pola makan di pedesaan kaya akan buah-buahan, biji-bijian utuh, dan protein di mana itu berkontribusi pada nutrisi yang lebih baik dan kesehatan secara keseluruhan. Meskipun di desa masih minim kafe atau restoran dengan menu beragam, tapi ketersediaan pangan di sekitar mereka bisa dibilang melimpah. Memang tampak sederhana, tapi sebenarnya lebih baik bagi kesehatan jangka panjang.
4. Kedekatan antar warga yang sudah seperti keluarga

Tidak perlu merasa kesepian tinggal di desa. Meskipun mungkin jarak antar rumah lumayan jauh, tapi kedekatan emosional masyarakat di desa cenderung masih terjaga. Dr. Shilpia mengungkapkan kehidupan di desa bisa menumbuhkan rasa kebersamaan dan kekeluargaan, dengan hubungan yang erat antar penduduk.
"Dukungan sosial dan ikatan komunitas yang kuat terbukti meningkatkan kesehatan mental, mengurangi stres, dan meningkatkan kesejahteraan secara menyeluruh," ujarnya.
Dinamika komunitas di desa memang berbeda dengan di kota. Masyarakat desa cenderung memiliki hubungan emosional yang kuat. Sikap gotong royong pun masih kental terasa saat kamu tinggal di desa.
5. Desa menjadi tempat yang tepat untuk gaya hidup slow living

Menerapkan slow living membuatmu menikmati setiap pengalaman dan momen daripada terburu-buru menjalani hidup secara otomatis. Tinggal di desa akan memudahkanmu menjalankan gaya hidup slow living ini. Ritme masyarakat yang tenang, santai, dan teratur tidak akan membuatmu bergerak dengan tergesa-gesa. Suasana nyaman dan lebih sunyi di desa juga bisa membuatmu lebih fokus mengerjakan satu per satu kegiatan daripada harus multitasking dan diburu waktu.
Psikolog transpersonal dan penulis The Psychology of Slow Living, Dr. Elliot Cohen dalam artikelnya di leedsbeckett, mengatakan budaya modern membuat manusia terus hidup dalam mode terburu-buru sehingga sulit hadir secara utuh dalam hidupnya sendiri. "Slow living membantu manusia membangun hidup yang sehat dengan waktu, tubuh, alam, dan komunitas. Kehidupan desa sering dianggap lebih mendukung kondisi psikologis ini karena ritmenya lebih alami dan tidak kompetitif," kata Cohen.
Meskipun masih dipandang sebelah mata, tinggal di desa ternyata memiliki banyak keuntungan. Terutama bagi kamu yang mendambakan slow living, ingin lebih dekat dengan alam, dan menjaga kesehatan diri dan mental. Apakah kamu salah satu orang yang tertarik hijrah ke desa?

![[QUIZ] Dari Karakter Masha and The Bear, Kami Tebak Kepribadianmu Alpha, Beta, atau Omega](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_a69e752741ecb28c67ff3a7d88570426_5f9dbad1-24e0-4b05-9d9a-0c3d2cd57d3c.png)

















