ilustrasi tersenyum, kalem, tenang (magnific.com/benzoix)
Kamu gak harus mencoba semua teknik tersebut dalam satu hari. Setiap orang bisa memiliki respons berbeda terhadap latihan tertentu, sehingga lebih baik memilih satu kebiasaan yang terasa nyaman dan realistis untuk dilakukan secara rutin. Misalnya, kamu bisa menggunakan latihan napas sebelum rapat, melakukan peregangan setelah duduk lama, atau mencoba self-compassionate touch ketika mulai merasa kewalahan. Prinsipnya adalah mencari praktik yang mudah masuk ke dalam rutinitas tanpa membuatmu merasa memiliki pekerjaan tambahan.
Kebiasaan singkat juga bisa digabungkan dengan aktivitas yang sudah kamu lakukan setiap hari. Ketika berjalan, kamu bisa mengalihkan perhatian sejenak dari pekerjaan dan memperhatikan langkah serta lingkungan sekitar. Saat mencuci piring atau melakukan pekerjaan rumah, kamu bisa memperlambat napas dan memusatkan perhatian pada aktivitas yang sedang dilakukan. Penelitian mengenai mindfulness menunjukkan bahwa praktik yang dilakukan dalam kehidupan sehari-hari dapat berkaitan dengan kesejahteraan psikologis, sehingga jeda untuk menenangkan diri gak harus selalu berbentuk sesi meditasi khusus.
Pada akhirnya, 30 detik memang gak selalu cukup untuk menghilangkan stres sepenuhnya. Namun, waktu sesingkat itu bisa menjadi kesempatan untuk menghentikan sejenak respons otomatis ketika pikiran mulai terasa penuh. Kamu bisa mencoba tertawa, meregangkan tubuh, mengatur napas, atau memberikan sentuhan lembut pada diri sendiri sesuai kondisi yang sedang dihadapi.
Kalau stres terasa sangat berat, berlangsung terus-menerus, atau mulai mengganggu aktivitas sehari-hari, jangan hanya mengandalkan micropractice dan pertimbangkan untuk mencari bantuan dari tenaga profesional, ya.