3 Aturan Gak Tertulis saat Tinggal di Tempat Kos, Jangan Sembarangan!

- Tinggal di kos memberi kebebasan, tapi tetap ada aturan tak tertulis yang wajib dipahami agar kehidupan bersama berjalan nyaman dan harmonis.
- Penghuni kos harus menjaga kebersihan fasilitas umum serta menghormati barang milik orang lain, termasuk tidak sembarangan mengambil makanan di kulkas bersama.
- Penting untuk saling mengenal antar penghuni kos demi keamanan dan mencegah kejadian buruk akibat sikap apatis atau kurang peduli.
Bagi orang-orang yang merasa terlalu diatur saat tinggal di rumah orangtua, tinggal di tempat kos tampak seperti sebuah solusi untuk membebaskan diri. Oleh sebab itu, tidak heran bila mereka, terutama anak-anak yang hendak berkuliah, begitu bersemangat untuk menuntut ilmu sampai ke luar kota dan rela jadi anak kos karena akhirnya bisa sejenak lepas dari pengawasan orangtuanya. Begitu resmi tinggal di kos, mereka seolah punya dunianya sendiri.
Kendati begitu, tinggal di tempat kos bukan berarti bisa bersikap semaunya, lho. Selain tempat kos biasanya memberikan aturan tertulis yang jelas dan bisa dipelajari oleh para penghuninya, ada juga nih aturan-aturan tidak tertulis yang wajib dipahami supaya tidak menimbulkan permasalahan. Lantas, aturan tidak tertulis apa saja sih yang dimaksud? Cek penjelasannya dalam artikel ini, ya!
1. Harus sadar untuk selalu jaga kebersihan fasilitas bersama

Setiap tempat kos biasanya memiliki fasilitas yang dapat digunakan bersama-sama, seperti ruang bersantai, ruang tamu, dapur umum, atau pun kamar mandi umum. Sayangnya, banyak nih anak kos yang masih sering bandel dengan tidak menjaga kebersihan. Ambil contoh, sampah bungkus makanan tidak dibersihkan setelah kedatangan teman-teman atau peralatan masak yang tidak segera dicuci setelah digunakan. Akibatnya, anak kos lain yang hendak menggunakan fasilitas tersebut jadi tidak merasa nyaman.
Nah, catatan penting bagi seluruh anak kos yang membaca artikel ini. Kendati tidak ada aturan tertulis yang memerintahkan untuk menjaga kebersihan fasilitas bersama, tetapi kesadaran itu harus tetap ditanamkan dalam diri. Jika semua orang paham, bukankah kos yang menjadi tempat tinggal sehari-hari itu akan terasa begitu nyaman?
2. Makanan di kulkas umum bukan berarti milik bersama

Banyak kos yang menyediakan fasilitas kulkas umum. Terlepas dari jumlahnya yang sering kali hanya satu dan digunakan untuk beramai-ramai, tetapi benda yang satu ini memang sangat bermanfaat. Anak-anak kos bisa menyimpan makanan yang sudah matang atau bahan makanan di dalamnya, sehingga lebih awet dan tentu saja menghemat pengeluaran untuk urusan mengisi perut.
Sayangnya, tidak semua anak kos tahu diri. Rasanya ada saja oknum-oknum yang menganggap isi kulkas umum sudah pasti milik bersama. Tipe orang seperti ini biasanya suka asal mengambil makanan, bahkan yang jelas bukan miliknya, tentu saja tanpa izin.
Jika kamu tinggal di kos, jangan lakukan hal seperti ini, ya. Kamu boleh memanfaatkan fasilitas kulkas umum, tetapi jangan pernah mengambil makanan atau apa saja yang bukan milikmu. Masa sih hal semacam ini sulit untuk dipahami?
3. Wajib saling kenal demi menghindari kejadian buruk

Sudah bukan hal yang mengejutkan bila orang-orang yang tinggal di tempat kos tidak saling mengenal. Situasi ini biasanya terjadi di kos anak kuliahan yang berlabel eksklusif atau kos untuk para pekerja yang sudah pasti sangat sibuk. Sayangnya, hal seperti ini bisa jadi celah untuk orang-orang yang punya niat jahat, lho!
Sudah ada kejadian buruk seperti kos disusupi oleh pelaku kejahatan. Mereka bisa bebas hidup dan beraktivitas tanpa diketahui karena penghuni kos yang lain tidak mau saling mengenal dan tidak peduli. Kalau sampai begini, pasti merepotkan!
Oleh sebab itu, penting untuk tidak bersikap apatis. Kendati tidak menjalin interaksi yang akrab, setidaknya jangan sampai tidak mengenal siapa saja yang menghuni tempat kosmu. Dengan begini, hal-hal buruk dapat dicegah, sehingga situasi lebih aman.
Tinggal di tempat kos memang cenderung bebas, tetapi bukan berarti bebas secara absolut, ya. Kamu tetap harus mematuhi aturan, termasuk hal-hal yang tidak ditulis secara gamblang. Sekarang sudah lebih paham, kan?


















