Suasana Masjid Nabawi, Madinah yang dipenuhi oleh Jamaah di tengah musim haji (IDN Times/Umi Kalsum)
Saat jemaah sudah mendaki Bukit Shafa atau sebelum memulai Sa'i, jemaah sebaiknya membaca doa sebagai berikut:
Bismillaahirrahmaanirrahiim. Abda ubimaa bada Allaahu bihi warasuuluh. Innasshafaa wal marwata min sya’aaairillaah. Famanhajjal baita awi’tamarafa laa junaaha ‘alaihi anyathawwa fa bihimaa waman tathawwa ‘a khairan fa innallaaha syaakirun ‘aliimun.
Arti dari lantunan doa tersebut antara lain adalah:
“Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Aku mulai dengan apa yang telah dimulai oleh Allah dan Rasul-Nya. Sesungguhnya Shafa dan Marwah sebagian dari syiar-syiar (tanda kebesaran) Allah. Maka barang siapa yang beribadah haji ke Baitullah ataupun ber-umrah maka tidak ada dosa baginya mengerjakan sa’i antara keduanya. Dan barang siapa yang mengerjakan suatu kebajikan dengan kerelaan hati maka sesungguhnya Allah Maha Penerima Kebaikan lagi Maha Mengetahui.”
Itu dia informasi tentang rukun Sa'i dan lantunan doa Sa'i yang bisa kamu baca saat melaksanakannya. Semoga amal ibadah semua jemaah haji dan umrah diterima oleh Allah SWT. Amin.
Bagaimana tuntunan doa atau zikir pembuka yang dibaca jemaah saat mulai mendaki Bukit Safa sebelum Sa'i? | Jemaah dianjurkan memulai ibadah Sa'i dengan menghadap ke arah Ka'bah dari atas Bukit Safa, mengangkat kedua tangan, lalu membaca ayat Al-Baqarah: "Innas-Safa wal-Marwata min sya'airillah..." yang menegaskan bahwa Safa dan Marwah adalah bagian dari syiar Allah, kemudian dilanjutkan dengan takbir tiga kali dan melafalkan kalimat tauhid serta doa permohonan agar ibadah yang dilakukan diterima dengan sempurna. |
Doa apa yang dipanjatkan jemaah ketika melewati area pilar hijau (bathul wadi) selama prosesi Sa'i? | Saat melintasi area di antara dua pilar atau lampu hijau, jemaah pria disunnahkan melakukan lari-lari kecil sembari membaca doa: "Robbighfir warham, wa'fu wa takarrom, wa tajawaz 'amma ta'lam, innaka Antal-A'azzul-Akrom", yang merupakan permohonan ampunan, kasih sayang, serta penghapusan segala dosa yang diketahui oleh Allah SWT yang Maha Mulia lagi Maha Pemurah. |
Apakah jemaah harus dalam kondisi memiliki wudu (suci dari hadas) saat melaksanakan Sa'i? | Tidak wajib, namun sunnah. Berbeda dengan ibadah tawaf yang mensyaratkan kesucian badan layaknya salat, ibadah Sa'i tetap sah dilakukan oleh jemaah yang batal wudunya, bahkan sah dilakukan oleh wanita yang sedang dalam kondisi haid atau nifas, meskipun menjaga diri dalam keadaan suci sepanjang prosesi dari Safa ke Marwah tetap jauh lebih utama demi mengejar kesempurnaan pahala. |
Doa apa yang dibaca sebagai penanda berakhirnya ibadah Sa'i di Bukit Marwah? | Setelah menyelesaikan putaran ketujuh di Bukit Marwah, jemaah disunnahkan menghadap kiblat dan membaca doa penutup Sa'i yang berisi ungkapan rasa syukur, permohonan agar iman ditetapkan, dosa diampuni, serta permohonan agar amalan Sa'i tersebut menjadi pembebas dari api neraka sebelum akhirnya jemaah melakukan prosesi tahallul (memotong rambut). |