للهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا، وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ كَثِيرًا، وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيلًا
Allahu akbar kabira, wal hamdu lillahi katsira, wa subhanallahi bukratan wa ashila
Artinya: "Allah Maha Besar dengan segala kebesaran, segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak, Maha Suci Allah, baik waktu pagi dan petang."
Bacaan Setelah Takbir Salat Idul Fitri Lengkap dengan Penjelasannya

Salat Idul Fitri memiliki amalan sunah berupa takbir tambahan tujuh kali di rakaat pertama dan lima kali di rakaat kedua, disertai bacaan pujian kepada Allah.
Bacaan setelah takbir hukumnya sunah; jika dibaca menambah kesempurnaan salat, namun bila terlewat tanpa sengaja, salat tetap sah menurut fikih Islam.
Tata cara salat Idul Fitri mencakup niat, takbiratul ihram, doa iftitah, takbir tambahan, pembacaan Al-Fatihah dan surat pendek, lalu dilanjutkan gerakan salat hingga salam.
Bacaan setelah takbir sholat Idul Fitri sering ditanyakan karena tidak semua umat Muslim memahaminya. Dalam salat Idul Fitri, terdapat amalan sunah yang menjadi ciri khas salat Id. Amalan sunah tersebut adalah takbir tambahan disertai bacaan yang mengagungkan Allah.
Memahami bacaan setelah takbir salat Idul Fitri penting agar pelaksanaan salat Id sesuai dengan syariat Islam. Untuk itu, artikel ini akan mengulas mengenai bacaan takbir salat Id secara lengkap dan terperinci.
1. Apa bacaan setelah takbir salat Idul Fitri?

Dalam praktik salat Idul Fitri, terdapat sunah berupa takbir tambahan sebanyak tujuh kali pada rakaat pertama dan lima kali pada rakaat kedua. Di sela-sela takbir, umat Islam dianjurkan untuk membaca pujian bagi Allah yang berbunyi:
Atau membaca:
سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ وَلاَ إِلٰهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ
Subhanallah wal hamdulillah wa laa ilaaha illallah wallahu akbar
"Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada tuhan selain Allah, Allah maha besar."
Setelah melakukan takbir sebanyak tujuh kali, jemaah yang dipimpin imam membaca surat Al-Fatihah. Lalu, imam yang memimpin salat Idul Fitri disunahkan untuk membaca surat Al-Al’la.
2. Hukum bacaan setelah takbir salat Idul Fitri

Secara hukum fikih, bacaan setelah takbir salat Idul Fitri merupakan sunah. Artinya, jika seseorang membacanya, maka ia akan mendapatkan kesempurnaan salat. Namun, jika seseorang tersebut lupa dan tidak sengaja meninggalkannya, maka salatnya tetap sah.
Bacaan setelah takbir merupakan zikir sekaligus bentuk pujian kepada Allah SWT. Untuk itu, dianjurkan bagi imam untuk melaksanakan sunah tersebut agar mencapai kesempurnaan salat Idul Fitri bagi dirinya dan para makmum.
3. Tata cara pelaksanaan salat Idul Fitri

Memahami tata cara salat Idul Fitri merupakan hal yang wajib diketahui agar pelaksanaan ibadah tersebut menjadi sempurna. Adapun tata cara salat Idul Fitri sebagai berikut:
1. Membaca niat
Membaca niat merupakan hal yang harus dilakukan sebagai simbol bahwa seseorang dengan kesadaran penuh melaksanakan ibadah karena Allah. Berikut ini niat salat Idul Fitri:
أُصَلِّي سُنَّةً لعِيْدِ اْلفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ (مَأْمُوْمًا/إِمَامًا) لِلّٰهِ تَعَــالَى
Ushallî sunnatan li ‘îdil fithri rak'ataini (ma'mûman/imâman) lillahi ta'ala.
Artinya: "Aku niat salat sunah Idul Fitri dua rakaat (menjadi makmum/imam) karena Allah ta’ala.”
2. Rakaat pertama salat Idul Fitri
Setelah membaca niat, imam atau jamaah melaksanakan salat Idul Fitri. Berikut urutan gerakannya:
- Berdiri dan melakukan takbiratul ihram
- Membaca doa iftitah
- Melakukan takbir sebanyak tujuh kali
- Membaca surat Al-Fatihah dan dilanjutkan dengan membaca surat pendek Al-Qur’an
- Kemudian melanjutkan gerakan seperti biasa, yaitu ruku, i’tidal, sujud, duduk di antara dua sujud, dan sujud kembali
3. Rakaat kedua salat Idul Fitri
Setelah rakaat pertama selesai, lakukan gerakan salat rakaat kedua seperti berikut ini:
- Berdiri dari sujud menuju rakaat kedua
- Melakukan takbir sebanyak lima kali
- Membaca surat Al-Fatihah dan dilanjutkan dengan membaca surat pendek Al-Qur’an
- Melanjutkan gerakan salat seperti ruku, i’tidal, sujud, hingga tahiyat akhir
- Mengakhiri salat dengan salam
Itulah penjelasan mengenai bacaan setelah takbir salat Idul Fitri lengkap dengan hukum dan tata cara salatnya. Bacaan tersebut merupakan bentuk pujian kepada Allah dan hukumnya adalah sunah.
Meskipun sunah, membaca bacaan setelah takbir tetap dianjurkan untuk mencapai kesempurnaan salat Idul Fitri. Dengan memahaminya secara menyeluruh, umat Islam dapat menjalankan ibadah dengan lebih khusyuk dan penuh makna.