Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

8 Alasan Banyak Orang Suka Imlek meski Tidak Merayakan

nuansa Imlek
ilustrasi nuansa Imlek (pexels.com/Jerry Wang)
Intinya sih...
  • Imlek ditetapkan sebagai hari libur, memberikan tambahan waktu istirahat.
  • Kota tampak hidup dengan dekorasi Imlek, menarik untuk berjalan-jalan dan berfoto.
  • Dapat angpau serta kue keranjang dari tetangga atau bos, menciptakan suasana hangat dan akrab.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Imlek 2026 akan jatuh pada Selasa, 17 Februari 2026. Buat kamu yang belum tahu, Imlek di Indonesia tidak sejak dulu dirayakan, lho. Imlek baru boleh dirayakan secara terbuka di Indonesia pada era pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid atau yang lebih dikenal sebagai Gus Dur.

Tentu ini menjadi catatan sejarah yang luar biasa penting. Khususnya bagi masyarakat Tionghoa. Di sisi lain, masyarakat Indonesia yang tidak merayakan Imlek juga menyambut gembira.

Terlepas dari hal-hal yang berkaitan dengan sembahyang, banyak orang merasa Imlek sebagai momen yang meriah. Banyak orang suka Imlek meski tidak merayakan dikarenakan delapan hal berikut ini. Waktunya jalan-jalan malam untuk mendapatkan pemandangan terbaik bernuansa Imlek.

1. Jelas karena Imlek ditetapkan sebagai hari libur

hari libur
ilustrasi hari libur (pexels.com/Hồng Quang Official)

Siapa sih, yang gak suka dengan tambahan hari libur? Ekstra libur satu hari dalam sepekan saja sudah menyenangkan. Apalagi pada Imlek 2026 ini sekaligus menjadi libur panjang.

Imlek jatuh pada 17 Februari. Pada 16 Februari diputuskan sebagai cuti bersama. Ditambah Sabtu dan Minggu sebelumnya berarti empat hari libur beruntun. Hari libur bisa buat beristirahat di rumah, piknik keluarga, atau sekaligus keduanya.

2. Kota tampak sangat hidup dengan dekorasi Imlek

dekorasi Imlek
ilustrasi dekorasi Imlek (pexels.com/Felix Young)

Mendekati Imlek, banyak sudut di berbagai kota mulai bersolek. Lampion merah dipasang di sejumlah titik. Siang hari saja sudah terlihat cantik. Pemandangan kota menjadi lain dari biasanya.

Apalagi pada malam hari. Banyak orang menjadi suka berjalan-jalan serta berfoto dengan latar belakang begitu banyak lampion. Pedagang yang ada di sekitar pun ikut kebagian rezeki. Dagangannya laku keras.

3. Dapat angpau serta kue keranjang

angpau
ilustrasi angpau (pexels.com/Trường Nguyễn Thanh)

Ternyata saat Imlek bukan hanya orangTionghoa yang mendapatkan angpau serta menikmati kue keranjang. Tak sedikit orang yang gak merayakan Imlek, tapi tetap memperoleh keduanya. Contoh, kue keranjang dibagikan oleh tetangga yang merayakan Imlek.

Sementara angpau dikasih oleh bos di kantor. Bahkan cara memberikannya saja seru. Seperti dengan permainan dulu. Suasana menjadi sangat akrab dan hangat. Semua orang senang.

4. Pertunjukan barongsai dan liong yang disaksikan secara gratis

barongsai
ilustrasi barongsai (pexels.com/Mick Haupt)

Dengan makin terbukanya perayaan Imlek, masyarakat luas ikut diuntungkan. Ada hiburan gratis yang sukar sekali dijumpai di lain hari. Itu adalah atraksi barongsai dan liong. Masyarakat biasanya dapat menyaksikannya tanpa membayar sepeser pun di pusat perbelanjaan, jalan raya, atau titik-titik keramaian lainnya.

5. Beberapa hidangan khas Imlek mengingatkan untuk hidup sehat

pohon jeruk
ilustrasi pohon jeruk (pexels.com/ 🇻🇳🇻🇳Nguyễn Tiến Thịnh 🇻🇳🇻🇳)

Beberapa di antara hidangan tersebut ialah ikan bandeng, jeruk, serta buah naga. Ketiganya sangat menarik bagi banyak orang. Melihat ukuran ikan bandeng yang disajikan saat Imlek saja sudah terkagum-kagum.

Begitu pula warna oranye jeruk dan merah buah naga yang segar. Seakan-akan mereka diingatkan untuk menjaga kesehatan melalui kebiasaan mengonsumsi makanan yang sarat gizi untuk menjaga kesehatan. Orang bisa saja tak merayakan Imlek, tapi menjadi punya gagasan untuk menyajikannya juga di rumah.

6. Tanda keberagaman berpadu dengan harmonis

barongsai
ilustrasi barongsai (pexels.com/Markus Winkler)

Di Indonesia memang masyarakat yang merayakan Imlek lebih sedikit daripada yang tidak merayakannya. Namun, sama sekali gak berarti masyarakat yang tak merayakannya tidak suka.

Izin merayakan Imlek di ruang-ruang publik serta penetapannya sebagai salah satu hari libur nasional adalah tanda keharmonisan dalam keberagaman di tanah air. Masyarakat yang memahami betul hal tersebut menjadi lebih nyaman tinggal di Indonesia. Mereka semua dapat hidup tenang di tengah perbedaan.

7. Penasaran dengan ramalan shio

nuansa Imlek
ilustrasi nuansa Imlek (pexels.com/Jansel Ferma)

Tak ketinggalan, daya tarik bagi masyarakat setiap Imlek ialah terkait ramalan shio. Walaupun shio gak seterkenal zodiak untuk masyarakat Indonesia, mereka tetap penasaran. Mereka ingin tahu tahun ini tahun apa dan peruntungan mereka dalam segala aspek. Mereka jadi dapat berjaga-jaga buat menghadapi ramalan yang kurang baik.

8. Biasanya hujan sehingga udara gak panas

hujan
ilustrasi hujan (pexels.com/Võ Văn Tiến)

Terakhir, pada saat atau menjelang Imlek juga hampir selalu diwarnai dengan turunnya hujan. Hujan ini dianggap sebagai tanda hoki. Selama hujan gak terlalu deras tentu banyak orang menyukainya. Udara menjadi lebih sejuk bahkan agak dingin. Beristirahat di rumah menjadi lebih rileks.

Banyak orang suka Imlek meski tidak merayakan merupakan tanda kehidupan yang rukun di tengah berbagai perbedaan. Tidak ada yang salah dengan beragam budaya yang mewarnai kehidupan bangsa. Imlek dapat menjadi momen spesial seluruh masyarakat di Indonesia untuk bergembira bersama dan memperkuat sikap saling menghormati.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Debby Utomo
EditorDebby Utomo
Follow Us

Latest in Life

See More

5 Manfaat Belajar dari Praktisi Startup, Cara Kerja Jadi Lebih Agile

04 Feb 2026, 21:42 WIBLife