Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Tips Persiapan Penting untuk Kamu yang Akan Ikut Maraton Pertama

ilustrasi maraton
ilustrasi maraton (pexels.com/RUN 4 FFWPU)
Intinya sih...
  • Latihan bertahap untuk adaptasi tubuh
  • Nutrisi dan hidrasi yang tepat untuk performa
  • Pemilihan perlengkapan lari yang sesuai
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Mengikuti maraton bukan sekadar soal berlari sejauh puluhan kilometer, tetapi juga tentang kesiapan fisik dan mental yang matang. Banyak orang tergoda ikut maraton karena tren atau tantangan pribadi, tanpa benar-benar memahami apa saja yang perlu dipersiapkan. Padahal, persiapan yang kurang tepat bisa berujung pada cedera atau pengalaman lari yang tidak menyenangkan.

Maraton adalah perjalanan panjang yang menuntut konsistensi, disiplin, dan strategi. Bukan hanya tubuh yang diuji, tetapi juga komitmen dan kesabaran selama proses latihan. Agar pengalaman mengikuti maraton terasa lebih aman dan berkesan, ada beberapa hal penting yang sebaiknya kamu perhatikan sejak awal.

1. Bangun fondasi latihan secara bertahap

ilustrasi lari
ilustrasi lari (pexels.com/RUN 4 FFWPU)

Kesalahan paling umum calon pelari maraton adalah terlalu memaksakan diri di awal latihan. Tubuh membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan jarak, ritme, dan intensitas lari yang meningkat. Oleh karena itu, penting untuk memulai latihan dari jarak pendek lalu meningkat secara bertahap sesuai kemampuan tubuh.

Latihan bertahap membantu otot, sendi, dan sistem pernapasan menyesuaikan diri dengan beban latihan. Selain itu, pendekatan ini juga mengurangi risiko cedera akibat overtraining. Konsistensi jauh lebih penting daripada kecepatan atau jarak di awal persiapan.

2. Perhatikan asupan nutrisi dan hidrasi

ilustrasi sarapan sehat
ilustrasi sarapan sehat (pexels.com/destiawan nur agustra)

Latihan maraton tanpa diimbangi nutrisi yang tepat ibarat mesin tanpa bahan bakar yang cukup. Tubuh membutuhkan karbohidrat sebagai sumber energi utama, protein untuk pemulihan otot, serta lemak sehat untuk keseimbangan energi. Pola makan yang seimbang akan sangat berpengaruh pada performa latihan dan daya tahan tubuh.

Selain nutrisi, hidrasi juga tidak boleh diabaikan. Kekurangan cairan dapat menyebabkan kelelahan dini, kram otot, bahkan gangguan kesehatan yang serius. Biasakan minum air secara teratur, baik saat latihan maupun dalam aktivitas sehari-hari.

3. Gunakan perlengkapan lari yang sesuai

ilustrasi sepatu lari (pexels.com/Andrea Piacquadio)
ilustrasi sepatu lari (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Sepatu lari yang tepat memiliki peran besar dalam kenyamanan dan keamanan selama latihan maraton. Setiap pelari memiliki bentuk kaki dan gaya lari yang berbeda, sehingga penting untuk memilih sepatu yang benar-benar sesuai. Menggunakan sepatu yang salah dapat meningkatkan risiko cedera pada kaki dan lutut.

Selain sepatu, perhatikan juga pakaian lari yang digunakan. Pilih bahan yang ringan, menyerap keringat, dan tidak menyebabkan iritasi kulit. Perlengkapan yang nyaman akan membantu kamu lebih fokus pada ritme dan jarak lari.

4. Latih mental dan manajemen energi

ilustrasi olahraga
ilustrasi olahraga (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Maraton bukan hanya tentang kekuatan fisik, tetapi juga ketahanan mental. Akan ada fase di mana tubuh terasa lelah dan pikiran mulai meragukan kemampuan diri sendiri. Pada titik inilah mental yang terlatih menjadi penentu apakah kamu bisa terus melangkah atau menyerah.

Manajemen energi juga sangat penting selama lari jarak jauh. Jangan tergoda untuk berlari terlalu cepat di awal hanya karena terbawa suasana. Menjaga pace yang stabil akan membantu kamu bertahan hingga garis finis tanpa kehabisan tenaga di tengah jalan.

5. Beri tubuh waktu untuk istirahat dan pemulihan

ilustrasi tidur
ilustrasi tidur (pexels.com/Polina)

Istirahat sering kali dianggap sepele, padahal justru menjadi bagian penting dari persiapan maraton. Tanpa istirahat yang cukup, tubuh tidak memiliki kesempatan untuk memulihkan diri dan memperkuat otot. Akibatnya, performa latihan bisa menurun dan risiko cedera meningkat.

Tidur yang berkualitas, stretching, dan recovery run perlu menjadi bagian dari rutinitas latihan. Dengarkan sinyal tubuh dan jangan ragu untuk mengambil jeda jika merasa terlalu lelah. Persiapan yang baik adalah tentang keseimbangan antara latihan dan pemulihan.

Mengikuti maraton adalah pengalaman yang menantang sekaligus membanggakan jika dipersiapkan dengan matang. Dengan latihan bertahap, nutrisi seimbang, perlengkapan yang tepat, mental yang kuat, serta istirahat yang cukup, kamu bisa menikmati setiap prosesnya. Jadi, sebelum berdiri di garis start, pastikan semua persiapan sudah dilakukan dengan maksimal agar perjalanan maratonmu berjalan aman dan berkesan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Agsa Tian
EditorAgsa Tian
Follow Us

Latest in Life

See More

4 Bulan Lahir yang Akan Menemukan Cinta Sejati di Tahun 2026, Ada Mei!

06 Feb 2026, 20:03 WIBLife