Pohon Pinus (pexels.com/Shane Kell)
Coba bayangkan setelah berjam-jam melihat layar laptop dan ponsel, lalu tiba-tiba yang ada di depan mata hanya deretan pohon pinus. Gak ada notifikasi, kolom chat, atau tab pekerjaan yang harus dibuka. Mata justru melihat batang pohon, dedaunan, cahaya matahari, dan langit yang muncul di sela-sela dahan. Perubahan pemandangan sederhana ini bisa membuat suasana terasa jauh lebih santai.
Warna hijau dan bentuk pepohonan yang memenuhi pandangan juga membuat mata punya sesuatu yang lebih tenang untuk diperhatikan. Gak ada banyak informasi yang harus dibaca atau respons yang harus diberikan. Kita hanya melihat dahan yang bergerak tertiup angin, cahaya yang berubah di antara daun, atau mungkin awan yang sesekali terlihat di atasnya. Perlahan, perhatian yang sebelumnya terpaku pada berbagai urusan bisa berpindah fokus ke lingkungan sekitar.
Itu kenapa suasana di bawah pohon pinus bisa terasa seperti jeda kecil, karena kita sedang berada di lingkungan yang gak terus-menerus meminta perhatian. Setelah seharian berpindah dari satu layar ke layar lain, melihat sesuatu yang gak menuntut apa-apa memang terasa menyegarkan.