Ilustrasi orang berdoa (pexels.com/Thirdman)
Dilansir NU Online Jawa Barat, waktu pelaksanaan salat istikharah tidak ada patokan waktu, namun baiknya dikerjakan pada malam hari atau sepertiga malam karena itu merupakan waktu yang mustajab untuk memanjatkan doa. Salat istikharah dikerjakan sebanyak dua rakaat, diawali dengan niat:
Ushallî sunnatal istikhârati rak’ataini lillâhi ta’âlâ.
Artinya, “Aku berniat salat sunah istikharah dua rakaat karena Allah Ta’ala.”
Untuk bacaannya, sebagaimana dijelaskan Imam al-Ghazali dalam Ihya’ ‘Ulumiddin, pada rakaat pertama membaca surat Al-Fatihah dan surat Al-Kafirun, sementara pada rakaat kedua membaca surat Al-Fatihah dan surat Al-Ikhlash.
Lalu dilanjutkan dengan doa berikut:
Allâhumma shalli wa sallim ‘alâ sayyidina muḫamamdin, Alḫamdulillâhi rabbil ‘âlamîn. Allâhumma innî astakhîruka bi ‘ilmika, wa astaqdiruka bi qudratika, wa as-aluka min fadhlika, fa innaka taqdiru wa lâ aqdiru, wa ta’lamu wa lâ a’lamu, wa anta ‘allâmul ghuyûb. Allahumma fa-in kunta ta’lamu hâdzal amra khairun lî fî dînî wa dun-yâya wa ‘âqibati amrî ‘âjilihi wa âjilihi faqdurhu lî wa bârik lî fîhi tsumma yassirhu lî. Wa in kunta ta’lamu anna hâdzal amra syarrun lî fî dînî wa dun-yâya wa ‘âqibati amrî ‘âjilihi wa âjilihi fashrifnî ‘anhu washrfhu ‘annî waqdur liyal khaira haitsu kâna ainamâ kânû innaka ‘alâ kulli syai-in qadîr. Wa shallallâhu ‘alâ sayyidina muḫamamdin, walḫamdulillâhi rabbil ‘âlamîn
Artinya, “Ya Allah, sesungguhnya aku beristikharah dengan pengetahuan-Mu, aku memohon kekuatan dengan kekuatan-Mu, aku meminta kepada-Mu dengan kemuliaan-Mu. Sesungguhnya Engkau yang menakdirkan sementara aku tidak mampu melakukannya. Engkau yang Maha Tahu, sedangkan aku tidak tahu. Engkaulah yang mengetahui perkara yang gaib. Ya Allah, jika Engkau mengetahui bahwa perkara ini baik bagiku dalam bagi agamaku, kehidupanku, akhir urusanku, duniaku, dan akhiratku, maka takdirkanlah hal tersebut untukku. Mudahkanlah untukku dan berkahilah ia untukku. Ya Allah, jika Engkau mengetahui bahwa perkara tersebut jelek bagi agama, kehidupan, akhir urusanku, diniaku, dan akhiratku, maka palingkanlah aku darinya dan palingkanlah dia dariku. Takdirkanlah yang terbaik untukku apa pun keadaannya. Sesungguhnya engkau Yang Maha Bisa atas segala sesuatu.”
Selesai membaca doa, kita sebutkan permohonan kita. Doa ini bersumber dari salah satu hadis Nabi yang diriwayatkan Imam al-Bukhari dari hadis Jabir bin ‘Abdillah. Ditambahkan juga selawat, salam, dan hamdalah pada akhir dan awal doa sebagaimana anjuran Imam an-Nawawi. (Al-Ghazali, Ihya’ ‘Ulumiddin, juz I, halaman 206)
Salat istikharah pada dasarnya boleh dilakukan setiap kali seorang muslim merasa membutuhkan bimbingan Allah dalam memilih keputusan, bahkan jika itu terjadi setiap hari. Namun yang terpenting bukan hanya rutinitas melaksanakannya, melainkan ketulusan hati dalam menyerahkan hasil akhirnya kepada Allah SWT. Sebab, istikharah adalah wujud tawakal dan keyakinan bahwa apa pun yang Allah pilihkan pasti membawa kebaikan, meski terkadang berbeda dengan apa yang kita harapkan.