Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
6 Buku Favorit Lorde, Membentuk Perspektifnya tentang Hidup
Lorde (facebook.com/Lorde)
  • Lorde dikenal memiliki selera baca yang mendalam, mencakup novel distopia, filsafat cinta, dan cerita pendek yang menggali sisi emosional serta sosial manusia.
  • Enam buku favoritnya—mulai dari Feed hingga Everything Ravaged, Everything Burned—mempengaruhi cara Lorde memandang kebebasan berpikir, cinta, identitas, dan kompleksitas kehidupan.
  • Karya-karya tersebut turut membentuk kreativitas Lorde dalam menulis lirik reflektif dan puitis yang sering mengkritisi budaya populer serta menggambarkan pengalaman emosional manusia.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Sebagai salah satu musisi paling unik di generasinya, Lorde dikenal lewat lirik-lirik yang puitis, reflektif, dan penuh pengamatan tajam tentang kehidupan. Tak heran jika selera bacanya juga dipenuhi karya sastra yang menggugah pemikiran, mulai dari novel distopia, kumpulan cerita pendek, hingga buku filsafat tentang cinta dan hubungan manusia.

Buku-buku favorit Lorde bukan hanya menjadi hiburan baginya, tetapi juga ikut membentuk cara pandangnya terhadap dunia, identitas, emosi, dan kreativitas. Jika kamu penasaran dengan bacaan yang menginspirasi pelantun "Royals" tersebut, berikut enam buku favorit Lorde yang penuh makna dan layak masuk daftar bacaanmu.

1. Feed — M.T. Anderson

Feed (mtanderson.com)

Feed adalah novel dystopia yang mengambil latar masa depan ketika hampir semua manusia memiliki perangkat teknologi yang terhubung langsung ke otak. Tokoh utama, Titus, menjalani kehidupan yang tampak normal hingga sebuah insiden membuat sistem tersebut berhenti bekerja sementara. Dari situlah ia mulai mempertanyakan dunia yang selama ini dianggap biasa.

Lorde mengaku langsung jatuh cinta pada buku ini saat pertama kali membacanya. Bahkan, ia begitu terkesan hingga mendorong guru bahasa Inggrisnya untuk memasukkan novel tersebut ke dalam kurikulum sekolah. Tema tentang kebebasan berpikir terasa sangat relevan dengan karya-karya Lorde yang sering mengkritisi budaya populer dan tekanan sosial di era modern.

2. The Hunger Games — Suzanne Collins

The Hunger Games (suzannecollinsbooks.com)

Novel fenomenal ini membawa pembaca ke dunia Panem, sebuah negara distopia yang memaksa remaja dari berbagai distrik bertarung hingga mati dalam acara televisi tahunan bernama Hunger Games. Di tengah sistem yang kejam, Katniss Everdeen muncul sebagai simbol perlawanan dan harapan bagi masyarakat yang tertindas.

Kedekatan emosional Lorde dengan karakter Katniss bukan rahasia lagi. Saat dipercaya menyusun soundtrack film The Hunger Games: Mockingjay – Part 1, ia bahkan membaca ulang seluruh seri novelnya untuk mendalami karakter dan suasana cerita. Keteguhan Katniss dalam menghadapi tekanan serta keberaniannya melawan sistem tampaknya menjadi kualitas yang sangat dikagumi Lorde.

3. A Lover's Discourse: Fragments — Roland Barthes

A Lover's Discourse: Fragments (goodreads.com)

Buku klasik karya filsuf dan kritikus sastra Roland Barthes ini membahas cinta dari sudut pandang yang tidak biasa. Alih-alih menghadirkan cerita linier, Barthes menyusun berbagai fragmen pemikiran tentang kerinduan, kecemburuan, harapan, dan kegelisahan yang sering dirasakan seseorang ketika sedang jatuh cinta.

Karya ini memiliki pengaruh besar pada Lorde, terutama saat menggarap album Melodrama yang lahir dari pengalaman patah hati dan pencarian jati diri. Lorde bahkan pernah bercanda bahwa dirinya merasa diserang secara pribadi oleh isi buku tersebut karena banyak bagian yang terasa sangat dekat dengan pengalaman emosionalnya.

4. The Night in Question — Tobias Wolff

The Night in Question (goodreads.com)

Kumpulan cerita pendek ini menampilkan berbagai kisah tentang kehidupan sehari-hari yang tampak biasa, tetapi menyimpan lapisan emosi dan konflik yang kompleks. Tobias Wolff dikenal sebagai penulis yang piawai menggambarkan karakter manusia dengan segala kelemahan, kebingungan, dan keputusan sulit yang mereka hadapi.

Buku ini istimewa karena kemampuannya mengungkap bahwa kebenaran sering kali tidak sesederhana yang terlihat. Setiap cerita menghadirkan situasi yang memaksa pembaca mempertanyakan asumsinya sendiri. Tidak mengherankan jika karya seperti ini menarik perhatian Lorde, yang dalam musiknya juga sering mengeksplorasi sisi-sisi rumit dari pengalaman manusia.

5. What We Talk About When We Talk About Love — Raymond Carver

What We Talk About When We Talk About Love (lithub.com)

Raymond Carver dianggap sebagai salah satu maestro cerita pendek Amerika, dan buku ini merupakan salah satu karya terpentingnya. Melalui bahasa yang sederhana namun tajam, Carver mengisahkan berbagai hubungan yang berada di ambang kehancuran, kesepian yang tersembunyi, serta pencarian makna cinta dalam kehidupan sehari-hari.

Banyak cerita dalam buku ini terasa sunyi dan melankolis, tetapi justru di situlah kekuatannya. Carver tidak memberikan jawaban pasti tentang apa itu cinta, melainkan mengajak pembaca melihat berbagai bentuknya yang sering kali rumit dan kontradiktif.

6. Everything Ravaged, Everything Burned — Wells Tower

Everything Ravaged, Everything Burned (goodreads.com)

Buku debut Wells Tower ini berisi cerita-cerita tentang orang-orang yang hidup di pinggiran masyarakat: para pemimpi gagal, keluarga berantakan, hingga individu yang berusaha menemukan arah hidup mereka. Meski sering menghadirkan situasi yang suram, Tower menyisipkan humor gelap dan kehangatan yang membuat kisah-kisahnya terasa sangat manusiawi.

Lorde pernah mengatakan bahwa saat membaca buku ini di usia 13 tahun, ia menganggapnya sebagai kumpulan cerita terbaik yang pernah ia baca. Pengalaman itu menunjukkan betapa besar pengaruh karya sastra terhadap perkembangan kreativitasnya sejak remaja. Gaya penulisan Wells Tower yang penuh karakter kemungkinan menjadi salah satu alasan mengapa buku ini begitu membekas di ingatannya.

Buku-buku favorit Lorde memperlihatkan ketertarikannya pada cerita yang berani membahas emosi manusia, kritik sosial, hingga pertanyaan besar tentang identitas dan kehidupan. Dari keenam buku ini, mana yang paling membuatmu tertarik untuk segera membacanya?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article