Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Cara Menghindari Bystander Effect saat Lihat Orang Kesulitan

5 Cara Menghindari Bystander Effect saat Lihat Orang Kesulitan
ilustrasi membantu orang lain (pexels.com/Andrea Piacquadio)
Intinya Sih
  • Bystander effect dapat dialami oleh siapa saja, terutama ketika berada di tengah keramaian.

  • Meski terdengar sepele, kebiasaan ini bisa membuat pertolongan datang lebih lambat, bahkan dalam situasi yang membutuhkan respons cepat.

  • Cara menghindari bystander effect saat lihat orang kesulitan bisa mulai kamu terapkan dalam keseharian agar menjadi kebiasaan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Pernah melihat seseorang terjatuh di tempat umum, tampak kebingungan, atau mengalami keadaan darurat, tetapi orang-orang di sekitarnya hanya memperhatikan tanpa melakukan apa pun? Situasi seperti ini ternyata cukup sering terjadi, terutama ketika ada banyak orang berada di lokasi yang sama. Alih-alih segera memberikan pertolongan, sebagian orang justru memilih diam karena mengira pasti akan ada orang lain yang bertindak lebih dulu.

Fenomena tersebut dikenal sebagai bystander effect, yaitu kecenderungan seseorang tidak segera membantu ketika ada banyak saksi di sekitarnya. Meski terdengar sepele, kebiasaan ini bisa membuat pertolongan datang lebih lambat, bahkan dalam situasi yang membutuhkan respons cepat. Untungnya, ada beberapa cara menghindari bystander effect saat lihat orang kesulitan. Apa saja cara tersebut?

1. Jangan langsung menganggap situasinya baik-baik saja

ilutrasi membantu orang lain
ilutrasi membantu orang lain (pexels.com/Sora Shimazaki)

Saat melihat seseorang terduduk di pinggir jalan, menangis di tempat umum, atau terlihat kebingungan, banyak orang memilih berasumsi bahwa semuanya masih baik-baik saja. Ada yang mengira orang tersebut hanya sedang beristirahat. Ada pula yang berpikir masalahnya akan segera selesai tanpa bantuan siapa pun. Kita kerap kali menduga bahwa kita merasa lebih baik seperti itu, sebab kita tidak perlu terlibat atau ikut campur.

Padahal, tidak semua keadaan bisa dinilai hanya dari apa yang terlihat sekilas. Seseorang yang tampak kebingungan bisa saja sedang kehilangan arah, mengalami kondisi kesehatan tertentu, atau membutuhkan bantuan sederhana. Sebelum memutuskan untuk pergi, luangkan waktu beberapa detik untuk memastikan kondisinya. Langkah kecil ini sering kali menjadi pembeda antara sekadar lewat dan benar-benar peduli terhadap orang lain.

2. Singkirkan rasa takut dianggap ikut campur

ilustrasi meminta tolong
ilustrasi meminta tolong (pexels.com/Samantha Garrote)

Salah satu alasan orang enggan membantu bukan karena tidak peduli, melainkan karena khawatir tindakannya akan disalahartikan. Ada rasa canggung jika bantuan ditolak, takut dianggap terlalu ingin tahu, atau khawatir justru mempermalukan orang yang sedang mengalami kesulitan. Pikiran-pikiran seperti ini sering muncul bahkan sebelum seseorang sempat mengambil langkah pertama.

Kalau situasinya memungkinkan, cukup dekati orang tersebut dengan sopan lalu tanyakan apakah ia membutuhkan bantuan. Pertanyaan sederhana biasanya sudah cukup untuk mengetahui apakah kehadiranmu memang diperlukan. Jika ternyata bantuanmu tidak dibutuhkan, kamu bisa melanjutkan aktivitas seperti biasa tanpa perlu merasa malu. Sebaliknya, kalau memang membutuhkan pertolongan, keberanianmu untuk bertanya bisa sangat berarti.

3. Ingat, bantuan kecil juga bisa membuat perbedaan

ilustrasi menawarkan bantuan
ilustrasi menawarkan bantuan (pexels.com/Anna Shvets)

Banyak orang mengira membantu berarti harus mampu menyelesaikan seluruh masalah yang dihadapi seseorang. Akibatnya, mereka memilih tidak melakukan apa pun karena merasa tidak memiliki kemampuan yang cukup. Padahal, pertolongan tidak selalu harus berupa tindakan besar atau membutuhkan keahlian khusus.

Membantu mengambil barang yang terjatuh, meminjamkan telepon untuk menghubungi keluarga, menunjukkan arah kepada orang yang tersesat, atau menemani seseorang sampai bantuan datang juga merupakan bentuk kepedulian. Tindakan sederhana seperti ini mungkin terlihat kecil, tetapi bisa memberikan rasa tenang bagi orang yang sedang mengalami kesulitan. Karena yang terpenting adalah berbuat sesuatu sesuai kondisi dan kemampuan, bukan menunggu sampai bisa menjadi penyelamat.

4. Cari bantuan yang paling tepat, bukan hanya yang paling cepat

ilustrasi menolong orang
ilustrasi menolong orang (pexels.com/RDNE Stock project)

Ada situasi yang memang tidak bisa ditangani sendirian, terutama jika berkaitan dengan kecelakaan, kebakaran, atau kondisi medis darurat. Dalam keadaan seperti ini, membantu bukan berarti harus turun tangan secara langsung apabila kamu tidak memiliki kemampuan yang memadai. Justru tindakan yang paling tepat sering kali adalah segera menghubungi pihak yang berwenang atau mencari orang yang memang bisa memberikan pertolongan.

Kalau ada petugas keamanan, tenaga kesehatan, atau orang yang memiliki kemampuan khusus di sekitar lokasi, jangan ragu meminta bantuan mereka. Kamu juga bisa membantu dengan mengarahkan orang lain agar tidak berkerumun atau memberi ruang bagi petugas untuk bekerja. Dengan cara tersebut, bantuan yang diberikan menjadi lebih aman sekaligus lebih efektif bagi korban.

5. Latih kepedulian melalui kebiasaan sehari-hari

ilustrasi membantu
ilustrasi membantu (pexels.com/RDNE Stock project)

Keberanian membantu orang lain tidak muncul begitu saja ketika menghadapi situasi darurat. Sikap tersebut biasanya terbentuk dari kebiasaan memperhatikan lingkungan sekitar dalam kehidupan sehari-hari. Semakin sering kamu peduli terhadap hal-hal kecil, semakin mudah pula mengambil keputusan saat melihat seseorang benar-benar membutuhkan bantuan.

Misalnya, membiasakan diri memberi tahu ketika ada barang milik orang lain yang tertinggal, membantu orang tua membawa barang belanjaan, atau menunjukkan arah kepada orang yang tampak kebingungan. Kebiasaan sederhana ini membuat rasa peduli tumbuh secara alami tanpa harus dipaksa. Lama-kelamaan, kamu akan lebih terbiasa bertindak ketika melihat orang lain kesulitan, bukan hanya berharap ada orang lain yang melakukannya lebih dulu.

Bystander effect dapat dialami oleh siapa saja, terutama ketika berada di tengah keramaian. Namun, kebiasaan tersebut bukan berarti tidak bisa dihindari. Kelima cara menghindari bystander effect saat lihat orang kesulitan bisa mulai kamu terapkan dalam keseharian agar menjadi kebiasaan. Dengan berani mengesampingkan rasa sungkan, memberikan bantuan sesuai kemampuan, serta membangun kepedulian dalam kehidupan sehari-hari, kamu bisa menjadi orang yang memilih bertindak ketika orang lain membutuhkan pertolongan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More