5 Buku Favorit Matty Healy yang Bentuk Lirik dan Cara Berpikirnya

- Slouching Towards Bethlehem — Joan Didion
- On the Road — Jack Kerouac
- Infinite Jest — David Foster Wallace
Matty Healy bukan tipe musisi yang menulis lagu hanya dari patah hati atau kisah cinta sederhana. Lirik-lirik The 1975 sering terasa reflektif dan penuh kritik sosial, sekaligus sangat personal. Di balik itu semua, ada kebiasaan membaca yang kuat dan pilihan buku yang cukup berat tapi berpengaruh besar pada cara ia memandang dunia.
Buku-buku favorit Matty Healy bukan sekadar bacaan iseng, melainkan karya yang membentuk sensibilitas artistik dan intelektualnya. Dari esai budaya sampai teori kritik masyarakat modern, semuanya meresap ke dalam lirik, konsep album, dan persona panggungnya. Berikut lima buku favorit Matty Healy yang membentuk cara berpikirnya.
1. Slouching Towards Bethlehem — Joan Didion

Buku esai legendaris karya Joan Didion ini membedah Amerika era 1960-an dengan sudut pandang yang tajam dan jujur. Didion menulis tentang budaya pop, figur publik, hingga kehidupan anak muda di San Francisco. Alih-alih memuja gaya hidup bebas itu, Didion justru melihat kekacauan, kekosongan, dan kontradiksi di baliknya.
Matty Healy mengagumi cara Didion menjaga jarak emosional saat mengamati budaya yang sedang keren. Baginya, kekuatan Didion ada pada suaranya yang khas dan kemampuannya membongkar ilusi budaya tanpa terdengar sok menggurui. Perspektif ini terasa kuat dalam lirik The 1975 yang sering mengkritik budaya modern dengan nada reflektif, bukan heroik.
2. On the Road — Jack Kerouac

On the Road mengikuti perjalanan Sal Paradise dan Dean Moriarty melintasi Amerika, mencari makna hidup lewat pertemanan dan musik. Kerouac menulis dengan gaya spontan, ritmis, dan penuh gairah seperti jazz yang mengalir tanpa aturan baku.
Bagi Matty Healy, buku ini bukan hanya cerita tentang perjalanan fisik, tapi pencarian identitas dan kebebasan personal. Bahkan, nama The 1975 sendiri terinspirasi dari catatan yang ia temukan di dalam buku ini. Rasa gelisah dan obsesi terhadap kebebasan yang ada di On the Road terasa jelas dalam tema besar musik The 1975.
3. Infinite Jest — David Foster Wallace

Novel monumental ini dikenal rumit dan penuh catatan kaki yang bikin pusing. Infinite Jest membahas kecanduan, depresi, dan keterasingan manusia modern melalui latar rumah rehabilitasi dan akademi tenis. Wallace mempertanyakan bagaimana hiburan justru bisa menjauhkan manusia dari koneksi yang tulus.
Matty Healy membaca buku ini saat menjalani rehabilitasi, membuat pengaruhnya terasa sangat personal. Bahkan, salah satu judul lagu The 1975, “Surrounded by Heads and Bodies”, diambil langsung dari novel ini. Tema isolasi dan budaya konsumsi berlebihan dalam Infinite Jest sejalan dengan kritik sosial yang sering muncul di album-album mereka.
4. A Season in Hell — Arthur Rimbaud

Ditulis saat Rimbaud masih berusia 18 tahun, A Season in Hell adalah ledakan emosi, amarah, dan pemberontakan terhadap norma. Buku ini lahir dari hubungan penuh konflik antara Rimbaud dan Paul Verlaine, dan hingga kini dianggap sebagai karya revolusioner dalam sejarah puisi modern.
Matty Healy menyebut Rimbaud sebagai salah satu penyair favoritnya karena keberaniannya menabrak batas bahasa dan moral. Puisi-puisi Rimbaud yang padat, gelap, dan emosional terasa sejalan dengan lirik-lirik The 1975 yang mentah dan jujur. Ada semangat muda, kemarahan, dan keinginan untuk membongkar kepalsuan dunia dalam keduanya.
5. The Society of the Spectacle — Guy Debord

Buku teori budaya ini mengkritik masyarakat modern yang hidup dalam ilusi citra, konsumsi, dan tontonan. Guy Debord berargumen bahwa kehidupan nyata telah digantikan oleh representasi, segala sesuatu dinilai dari tampilan, bukan makna. Meski ditulis pada 1960-an, gagasannya terasa makin relevan di era media sosial.
Matty Healy punya hubungan yang unik dengan pemikiran Situationist seperti Debord. Ia mengakui kekaguman sekaligus ironi terhadap mereka karena kritis, tapi juga penuh kontradiksi. Kritik terhadap kepalsuan modern ini sangat terasa dalam konsep panggung dan lirik The 1975 yang sering menyindir dunia digital.
Buku-buku favorit Matty Healy menunjukkan bahwa musik The 1975 lahir dari pertemuan antara sastra, puisi, dan pengalaman pribadi. Membaca karya-karya ini bisa membantu memahami kenapa lirik mereka terasa relevan dengan zaman. Dari semua buku di atas, mana yang paling membuat kamu penasaran untuk dibaca lebih dulu?


















