5 Buku Favorit Tom Hiddleston, Wajib Dibaca Penggemas Sastra

- The Great Gatsby – F. Scott Fitzgerald - Novel klasik dengan kritik tajam tentang ilusi American Dream.
- Any Human Heart – William Boyd - Jurnal fiktif yang mengikuti perjalanan hidup manusia biasa.
- The Patrick Melrose Novels – Edward St Aubyn - Brutal dan jenaka dalam membedah kehidupan kelas atas Inggris.
Tom Hiddleston dikenal bukan hanya sebagai aktor bertalenta dengan latar belakang teater klasik, tetapi juga sebagai pembaca yang kecintaannya pada sastra sering ia bagikan ke publik. Dari novel klasik hingga buku filsafat modern, selera bacaan Hiddleston mencerminkan ketertarikannya pada emosi manusia dan kompleksitas hidup.
Pilihan buku favoritnya pun terasa sangat Tom yakni reflektif, emosional, dan penuh lapisan makna. Tak heran jika banyak penggemar sastra penasaran, buku apa saja yang membentuk cara berpikir aktor yang satu ini. Berikut lima buku favorit Tom Hiddleston yang layak masuk daftar bacaan siapa pun yang mencintai sastra.
1. The Great Gatsby – F. Scott Fitzgerald

Novel klasik ini mengisahkan Jay Gatsby, seorang pria superkaya yang terobsesi pada cinta lamanya, Daisy Buchanan, di tengah gemerlap Amerika tahun 1920-an. Di balik pesta mewah dan gaya hidup glamor, Fitzgerald menyelipkan kritik tajam tentang ilusi American Dream. Ceritanya terasa indah sekaligus getir, dengan bahasa yang puitis dan penuh simbol.
Tom Hiddleston pernah mengungkapkan kecintaannya pada novel ini saat mendengarkan versi audiobook ketika berjalan-jalan di Paris. Pengalaman itu membuat The Great Gatsby terasa personal baginya, bukan sekadar bacaan klasik. Buku ini seolah menegaskan ketertarikan Hiddleston pada karakter-karakter kompleks yang terjebak antara harapan besar dan kenyataan pahit.
2. Any Human Heart – William Boyd

Melalui bentuk jurnal fiktif, novel ini mengikuti perjalanan hidup Logan Mountstuart dari masa muda hingga usia senja. Pembaca diajak menjelajahi berbagai tempat dan era, mulai dari Oxford, Paris, hingga Afrika Barat, sambil menyaksikan kegagalan, cinta, ambisi, dan penyesalan seorang manusia biasa. Ceritanya terasa jujur dan sangat manusiawi.
Hiddleston bahkan pernah menyebut Any Human Heart sebagai buku favoritnya sepanjang masa. Ketertarikannya pada novel ini terasa masuk akal, mengingat tema identitas dan perubahan diri sangat kuat di dalamnya. Buku ini mengingatkan bahwa hidup jarang berjalan heroik dan justru di situlah keindahannya.
3. The Patrick Melrose Novels – Edward St Aubyn

Seri novel ini dikenal brutal sekaligus jenaka dalam membedah kehidupan kelas atas Inggris. Kisah Patrick Melrose dipenuhi trauma masa kecil, sarkasme, dan upaya panjang menuju pemulihan diri. Gaya penulisannya tajam, kadang menyakitkan, tetapi juga sangat jujur dan cerdas.
Tom Hiddleston pernah mengatakan bahwa ia terus membaca ulang seri ini karena kejujurannya yang tanpa kompromi. Baginya, buku-buku ini menyajikan potret manusia yang rapuh namun nyata, jauh dari kesan glamor kelas elite. Ketertarikan Hiddleston pada karya ini menunjukkan apresiasinya pada sastra yang berani dan emosional.
4. Anna Karenina – Leo Tolstoy

Sebagai salah satu mahakarya sastra dunia, Anna Karenina menawarkan gambaran luas tentang cinta, moralitas, dan masyarakat Rusia abad ke-19. Tokoh Anna digambarkan sebagai sosok kompleks yang berani mengikuti hasratnya, meski harus menghadapi konsekuensi tragis. Tolstoy menulis dengan empati mendalam terhadap karakter-karakternya.
Buku ini mencerminkan kecintaan Hiddleston pada sastra klasik yang sarat konflik batin dan pertanyaan eksistensial. Anna Karenina bukan bacaan ringan, tetapi memberikan pengalaman emosional yang mendalam. Cocok bagi pembaca yang menikmati kisah cinta rumit dengan latar sosial yang kuat.
5. The Ego Trick – Julian Baggini

Berbeda dari novel fiksi, buku ini merupakan eksplorasi filsafat tentang identitas diri. Julian Baggini mempertanyakan konsep “aku” dengan cara yang ringan, cerdas, dan mudah dipahami. Ia membongkar gagasan tentang kesadaran tanpa terasa menggurui.
Tom Hiddleston menyebut buku ini sebagai bacaan yang benar-benar brilian karena mengajak pembaca berpikir ulang tentang siapa diri mereka sebenarnya. Ketertarikannya pada buku ini memperlihatkan sisi Hiddleston yang gemar mempertanyakan makna diri. Buku ini cocok bagi pembaca yang suka berpikir dalam, tapi tetap ingin menikmati gaya bahasa ringan.
Buku favorit Tom Hiddleston menunjukkan bahwa sastra bukan hanya hiburan, tetapi juga cara memahami diri sendiri dan dunia sekitar. Buku-buku pilihannya pun menawarkan pengalaman membaca yang kaya dan berlapis. Jadi, dari kelima buku ini, mana yang paling membuat kamu penasaran untuk segera dibaca?


















