Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
6 Buku Karya Jane Austen selain Pride & Prejudice, Tertarik Baca?
Jane Austen (amazon.com)

Nama Jane Austen sudah lama identik dengan kisah romansa klasik yang tajam, hangat, sekaligus penuh kritik sosial. Novel terkenalnya, Pride & Prejudice, kerap menjadi pintu masuk pembaca untuk mengenal gaya penulisan Austen yang jenaka dan relevan lintas zaman. Namun, dunia yang ia ciptakan tidak berhenti pada kisah Elizabeth Bennet saja.

Selain Pride & Prejudice, Jane Austen juga menulis sejumlah novel lain yang tak kalah menarik. Mulai dari cerita tentang persahabatan, dinamika keluarga, hingga pencarian jati diri dan cinta. Jika kamu menyukai nuansa klasik dengan karakter perempuan kuat dan konflik sosial yang relatable, deretan buku karya Jane Austen selain Pride & Prejudice ini bisa jadi pilihan bacaan berikutnya.

1. Sense and Sensibility (1811)

Jane Austen (Apollo.ee)

Sense and Sensibility (1811) karya Jane Austen adalah novel klasik yang mengangkat kisah dua saudari, Elinor dan Marianne Dashwood, dengan kepribadian yang bertolak belakang. Elinor dikenal rasional dan tenang, sementara Marianne lebih mengikuti perasaan dan romantisme. Melalui perjalanan hidup mereka setelah kehilangan harta keluarga, pembaca diajak menyelami dinamika cinta, harapan, serta realitas sosial masyarakat Inggris abad ke-19.

Dengan sentuhan satire halus dan konflik emosional yang hangat, novel ini menampilkan perjalanan keduanya dalam memahami makna cinta dan kedewasaan. Dari patah hati hingga pilihan hidup yang lebih bijak, Sense and Sensibilitymenghadirkan cerita tentang keseimbangan antara logika dan perasaan. Dibalut dengan kisah keluarga dan romansa yang tetap terasa relevan hingga kini.

2. Persuasion (1817)

Jane Austen (amazon.com)

Persuasion adalah novel terakhir yang diselesaikan oleh Jane Austen, diterbitkan tak lama setelah wafatnya pada 1817. Kisah ini mengikuti Anne Elliot, perempuan lembut dan bijak yang pernah membatalkan cintanya karena pengaruh keluarga. Bertahun-tahun kemudian, kesempatan kedua hadir saat ia kembali bertemu dengan Kapten Wentworth, membuka kembali luka lama sekaligus harapan baru.

Berbeda dari karya Austen sebelumnya, Persuasion menghadirkan nuansa yang lebih dewasa dan reflektif, dengan satire sosial yang terasa lebih tajam. Berlatar sebagian di kota Bath, novel ini mengeksplorasi penyesalan serta keberanian untuk memilih kebahagiaan sendiri. Melalui perjalanan Anne, pembaca diajak melihat bahwa cinta sejati bisa bertahan.

3. Emma (1815)

Jane Austen (amazon.co.uk)

Emma adalah novel keempat karya Jane Austen yang terbit pada 1815 dan berlatar di desa fiksi Highbury, Inggris. Cerita berpusat pada Emma Woodhouse, gadis muda yang cantik, cerdas, dan kaya, yang gemar mencampuri urusan percintaan orang-orang di sekitarnya. Dengan penuh percaya diri, Emma mencoba menjadi mak comblang, namun niat baiknya justru membawa berbagai kesalahpahaman dan kejadian romantis yang tak terduga.

Ditulis dengan nada ringan dan jenaka, Emma tak hanya menghadirkan kisah cinta, tetapi juga menyentil soal kelas sosial, pernikahan, serta posisi perempuan pada masanya. Melalui perjalanan Emma memahami dirinya sendiri, novel ini menunjukkan proses pendewasaan dan bagaimana kebahagiaan sering datang saat seseorang belajar melihat dunia dengan lebih jujur.

4. Mansfield Park (1814)

ilustrasi novel Mansfield Park karya Jane Austen (goodreads.com)

Mansfield Park adalah novel karya Jane Austen yang terbit pada 1814, berlatar di pedesaan Inggris, terutama Northamptonshire. Kisahnya tentang Fanny Price, gadis dari keluarga sederhana yang dibesarkan di rumah kerabat kayanya, keluarga Bertram, di Mansfield Park. Tumbuh dengan kesadaran akan statusnya yang rendah, Fanny dikenal pendiam dan kerap diabaikan, tetapi memiliki keteguhan moral yang kuat.

Kehidupan di Mansfield Park mulai berubah saat keluarga Crawford datang membawa gaya hidup kota London yang glamor sekaligus penuh godaan. Melalui konflik hubungan, perbedaan nilai, dan ujian karakter, novel ini menyoroti tema integritas, posisi sosial, serta pentingnya prinsip dalam menghadapi tekanan lingkungan. Dengan pendekatan yang lebih serius dan reflektif, Mansfield Park sering dianggap sebagai salah satu karya Austen yang paling matang dan mendalam.

5. Northanger Abbey (1817)

Jane Austen (amazon.com)

Northanger Abbey adalah novel karya Jane Austen yang terbit pada 1817. Kisah coming-of-age ini mengikuti Catherine Morland, gadis 17 tahun yang polos dan gemar membaca novel gotik. Saat berkunjung ke Bath, ia bertemu Henry Tilney yang kemudian mengundangnya ke kediaman keluarganya, Northanger Abbey, sebuah rumah besar yang memicu imajinasi Catherine tentang misteri dan rahasia tersembunyi.

Terpengaruh bacaan gotiknya, Catherine mulai mencurigai berbagai hal di rumah tersebut, bahkan membayangkan konspirasi kelam di balik kematian ibu Henry. Namun, perjalanan itu justru membawanya pada kedewasaan emosional dan pemahaman baru tentang perbedaan antara fantasi dan kenyataan. Dengan nada ringan dan satir, Northanger Abbey menghadirkan komentar tajam tentang cinta, pernikahan, serta kebiasaan sosial pada masanya.

6. Love & Friendship (1790)

Jane Austen (bloomsbury.com)

Love and Friendship adalah karya awal Jane Austen yang ditulis sekitar 1790 dalam bentuk surat-surat (epistolary). Ceritanya mengikuti Laura, seorang gadis muda yang tampak beruntung saat seorang bangsawan datang melamarnya. Namun, kebahagiaan itu segera diuji ketika keluarga sang pria menolak pernikahan mereka, memicu rangkaian peristiwa dramatis yang penuh kejutan, kepanikan, dan situasi yang kerap berujung lucu.

Menggabungkan tragedi dan komedi, kisah ini menjadi satire ringan tentang kehidupan sosial kalangan elite dan romantisme yang berlebihan. Dengan tokoh utama yang naif dan emosi yang dibuat-buat, Love and Friendship menampilkan gaya humor tajam Austen sejak dini, sekaligus menjadi cikal bakal tema dan kecerdasan naratif yang kemudian berkembang dalam novel-novel terkenalnya.

Itu dia beberapa buku karya Jane Austen selain Pride & Prejudice. Judul mana nih yang tertarik untuk kamu baca?

Editorial Team