Sebelum kata “feminisme” dikenal luas dan dijadikan gerakan global, sudah ada suara-suara yang lebih dulu menggugat ketidakadilan terhadap perempuan lewat tulisan. Penulis-penulis ini menyoroti sistem sosial yang timpang, menuntut kesetaraan pendidikan, dan mempertanyakan peran tradisional yang selama ini dianggap kodrat.
Melalui karya sastra maupun esai filosofis, mereka menanam benih perjuangan yang kelak tumbuh menjadi gerakan besar. Mereka membuka ruang diskusi tentang hak, suara, dan kebebasan perempuan di tengah masyarakat yang dulu sangat konservatif. Kalau kamu penasaran dari mana hal tersebut berakar, maka kelima buku klasik yang membuka jalan lahirnya feminisme berikut ini menarik untuk dibaca.
