Caca Tengker Sebut Orang yang Anxiety, Kadang Terlihat Baik-Baik Saja

Jakarta, IDN Times - Orang yang mampu menjalani kehidupan normal, berprestasi, dan tampak tak punya beban, bukan berarti jauh dari masalah kesehatan mental. Individu yang diliputi rasa cemas dan kekhawatiran berlebih dalam diri namun tetap tampak ‘baik-baik saja’ mungkin tengah mengalami high functioning anxiety.
Istilah psikologis tersebut diperkenalkan oleh Psikolog Caca Tengker dalam Indonesia Summit 2025 yang berlangsung di Tribrata Dharmawangsa pada Kamis (28/8). Caca menerangkan isu kesehatan mental tersebut dalam sesi talkshow "High Functioning Anxiety: When You’re Struggling but No One Can Tell".
Caca menyebutkan, kondisi emosional yang dialami oleh segelintir orang ini dapat disebabkan oleh keinginan untuk selalu tampil sempurna. Perfeksionis yang tidak sehat, membuat seseorang tak menoleransi kesalahan atau kekeliruan pada diri sendiri maupun tindakan yang dilakukannya.
1. Orang yang tampak baik-baik saja bukan berarti tak alami anxiety

“Anxiety dan high functioning anxiety itu adalah 2 hal yang berbeda walaupun dasarnya sama ya. Jadi Anxiety itu kan adalah kecemasan, jadi kalau misalkan orang yang bener-bener punya Anxiety biasanya kecemasannya terlihat sekali dari luar, rasanya bingung, berkeringat, selalu takut," ujar Caca.
Berbeda dengan anxiety, high functioning anxiety membuat survivor seolah tak mengalami masalah. Secara kasat mata, mereka menjalani kehidupan normal bahkan dapat berprestasi.
“Jadi dia bisa berfungsi secara normal dalam sehari-harinya kelihatannya baik-baik aja, kelihatannya nyaman-nyaman aja, padahal di dalam dirinya tuh ada pergolakan, kecemasan yang berlebihan dan dia selalu merasa kurang,” terang Caca.
Individu dengan high functioning anxiety dapat menutupi perasaan mereka sehingga orang di sekitar tak menyadarinya. Kemungkinan, hanya segelintir orang terdekat yang menyadarinya.
2. Ketika apresiasi jadi beban, apa yang terjadi?

Apresiasi dari orang lain biasanya kita dapatkan setelah berhasil menaklukkan pencapaian atau target tertentu. Bagi orang yang tengah mengalami high functioning anxiety, pujian sebagai bentuk apresiasi tak dilihat sebagai sesuatu yang menyenangkan. Malah, ini menjadi beban tersendiri.
Caca menyebutkan beberapa hal yang menjadi ciri seseorang tengah menderita high functioning anxiety, “Ketika kita dipuji sama pencapaian kita, kita menggantungkan validasi itu dari orang lain atau tidak, kemudian ketika kita sudah mencapai sesuatu, kita bisa puas gak sama usaha yang sudah kita berikan. Kadang-kadang, kalau kita selalu merasa gak puas, dan selalu kita mencari kesalahan, jadi setiap kita melakukan sesuatu, kita cari salahnya di diri kita, dan itu bikin kita jadi gak bisa tidur, bikin kita jadi gak bisa berfungsi secara normal. Nah itu mungkin sudah jadi ciri-ciri high functioning anxiety.”
3. Naura Ayu: Dipuji malah jadi ragu sama diri sendiri

Kehidupan yang penuh sorotan, pujian, serta kritik sangat lekat dengan Naura Ayu. Penyanyi sekaligus aktris yang memulai kariernya sejak kecil ini mengakui bahwa pujian, yang bagi sebagian orang terasa menyenangkan, justru kerap menimbulkan kecemasan baginya.
Penyanyi Naura Aura juga mengimbau, “Kalau kamu merasa mengalami high functioning anxiety or even anxiety, please try to accept it, karena itu bagian dari kehidupan. Kecemasan itu pasti ada, tapi it doesn't mean that you can’t feel happy and blessed. Jadi kalau aku mungkin pressure juga banyak banget, dan aku anxious itu justru datang di saat aku dipuji, gitu-gitu. Jadi aku sendiri kadang-kadang suka bingung, kayak kok bisa ya dipuji atau dibanggain sama orang tuh malah bikin aku questioning myself.”
Naura berbagi pengalamannya sebagai publik figur yang tak lepas dari sorotan dan pujian. Ia mengaku, hal semacam ini sulit dihindari terlebih bagi orang yang perfeksionis serta overthinker, akan tetapi ia berupaya untuk menerimanya.
“Jadi aku merasa it's a blessing juga dengan segala pengalaman yang udah aku lewati, aku jadi punya journey untuk menerima itu, dan aku tidak meng-claim bahwa aku punya high functioning anxiety atau apa, karena karena aku juga masih belajar banget untuk mengenal diri aku. Walaupun di industri ini dari kecil, I feel like I still have a lot of time to heal myself and protect myself,” pungkasnya.
Sebagai solusi terkait masalah kesehatan mental ini, Caca selaku profesional menyarankan untuk datang ke psikolog atau psikiater. Tak perlu menunggu masalah datang semakin kuat, individu yang mengalami gangguan emosional dan telah menganggu kehidupan sehari-hari diharapkan dapat segera mendapat pertolongan.
“Kalau misalkan masalah mental, itu datang ke psikolog atau ke psikiater. Jadi I strongly advise untuk datang ke profesional, ketika merasa udah berat, udah gak nyaman,” tutupnya