Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Persiapan Penting Hadapi Risiko PHK Tak Terduga, Buat Jaga-jaga!

ilustrasi dipecat
ilustrasi dipecat (pexels.com/ANTONI SHKRABA production)
Intinya sih...
  • Dana darurat menjadi fondasi utama menghadapi PHK, idealnya mencakup kebutuhan hidup selama 3-6 bulan.
  • Mengelola pengeluaran dan gaya hidup membantu menjaga stabilitas keuangan dalam jangka pendek.
  • Mengembangkan keterampilan baru dan memperluas jaringan profesional meningkatkan daya saing di pasar kerja.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Pemutusan Hubungan Kerja atau PHK sering kali datang tanpa aba-aba yang jelas. Banyak karyawan merasa aman karena performa kerja baik, padahal kondisi perusahaan bisa berubah sewaktu-waktu. Situasi ini membuat PHK menjadi salah satu risiko karier yang perlu diantisipasi sejak dini.

Menghadapi kemungkinan PHK memang tidak mudah, baik secara mental maupun finansial. Namun, dengan persiapan yang tepat, dampaknya bisa diminimalkan dan proses bangkit kembali terasa lebih ringan. Berikut lima persiapan penting yang sebaiknya mulai dilakukan untuk menghadapi risiko PHK yang tidak terduga.

1. Menyusun dana darurat secara realistis

ilustrasi menghitung jumlah uang
ilustrasi menghitung jumlah uang (pexels.com/Karola G)

Dana darurat menjadi fondasi utama ketika menghadapi situasi kehilangan pekerjaan. Idealnya, dana ini mencakup kebutuhan hidup selama tiga hingga enam bulan, tergantung kondisi finansial masing-masing. Dengan dana darurat yang cukup, tekanan ekonomi pasca PHK bisa ditekan secara signifikan.

Menyusun dana darurat perlu dilakukan secara bertahap dan konsisten. Sisihkan sebagian penghasilan setiap bulan dan simpan di instrumen yang likuid serta aman. Langkah ini memberi ruang bernapas saat harus mencari pekerjaan baru tanpa panik berlebihan.

2. Mengelola pengeluaran dan gaya hidup

ilustrasi fine dining
ilustrasi fine dining (pexels.com/Nadin Sh)

Gaya hidup yang terlalu tinggi sering kali menjadi masalah saat penghasilan terhenti mendadak. Ketika risiko PHK muncul, evaluasi kembali pengeluaran rutin dan kurangi pos yang tidak terlalu penting. Langkah ini membantu menjaga stabilitas keuangan dalam jangka pendek.

Mengelola pengeluaran bukan berarti hidup serba kekurangan. Fokusnya adalah menyesuaikan kebutuhan dengan kemampuan finansial yang realistis. Kebiasaan ini juga membuat keuangan lebih fleksibel jika kondisi darurat benar-benar terjadi.

3. Mengembangkan keterampilan dan kompetensi baru

ilustrasi belajar dari orang lain
ilustrasi belajar dari orang lain (pexels.com/Kampus Production)

Dunia kerja terus berubah dan menuntut karyawan untuk adaptif. Mengembangkan keterampilan baru dapat meningkatkan daya saing di pasar kerja jika sewaktu-waktu harus mencari peluang lain. Keahlian tambahan juga membuka opsi karier yang lebih luas.

Pengembangan diri tidak selalu harus mahal atau formal. Banyak pelatihan online gratis maupun berbayar terjangkau yang bisa dimanfaatkan. Investasi pada keterampilan adalah bekal jangka panjang yang nilainya tidak akan hilang meski pekerjaan berganti.

4. Memperluas jaringan profesional sejak dini

ilustrasi diskusi kelompok
ilustrasi diskusi kelompok (pexels.com/fauxels)

Jaringan profesional sering kali menjadi jalan tercepat untuk mendapatkan peluang kerja baru. Menjalin relasi dengan rekan kerja, komunitas, maupun profesional di bidang yang sama sangat penting. Relasi ini bisa memberikan informasi lowongan atau rekomendasi yang relevan.

Membangun jaringan tidak harus menunggu sampai terkena PHK. Aktif berinteraksi di komunitas profesional dan platform karier membantu menjaga koneksi tetap hidup. Semakin luas jaringan, semakin besar peluang untuk bangkit lebih cepat.

5. Menyiapkan rencana karier alternatif

ilustrasi rencana jangka panjang
ilustrasi rencana jangka panjang (pexels.com/Startup Stock Photos)

Memiliki rencana cadangan membuat mental lebih siap menghadapi kemungkinan terburuk. Rencana ini bisa berupa pilihan pekerjaan lain, usaha sampingan, atau bahkan jalur karier yang berbeda. Dengan rencana alternatif, rasa cemas bisa ditekan karena sudah ada arah yang jelas.

Rencana karier tidak harus kaku dan sempurna. Yang terpenting adalah memiliki gambaran langkah yang bisa diambil saat kondisi berubah. Sikap ini membantu tetap tenang dan rasional ketika menghadapi situasi yang tidak terduga.

Kemungkinan PHK memang tidak bisa dihindari sepenuhnya, tetapi dampaknya bisa dikelola dengan persiapan yang matang. Mulai dari dana darurat, pengelolaan gaya hidup, hingga pengembangan diri, semua langkah ini saling melengkapi. Yuk, mulai siapkan diri sejak sekarang agar lebih siap menghadapi perubahan dan tetap percaya diri melangkah ke depan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Nabila Inaya
EditorNabila Inaya
Follow Us

Latest in Life

See More

5 Persiapan Penting Hadapi Risiko PHK Tak Terduga, Buat Jaga-jaga!

12 Feb 2026, 23:15 WIBLife