Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
9 Cara Berhemat jika Harga Energi Naik karena Perang Timteng
ilustrasi kilang minyak (pexels.com/Pixabay)
  • Perang Timur Tengah memicu lonjakan harga minyak dunia dan berpotensi menaikkan harga energi di Indonesia, sehingga masyarakat perlu bersiap menghadapi tekanan ekonomi.
  • Artikel menawarkan sembilan cara berhemat, mulai dari berjalan kaki, naik transportasi umum, hingga menerapkan WFH bergantian untuk menekan biaya bahan bakar.
  • Dianjurkan juga memasak menu sederhana, mengganti produk dengan yang lebih murah, menanam bahan pangan, beternak atau budidaya ikan, serta memilih kendaraan hemat bahan bakar.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Perang Timur Tengah (Timteng) pasca serangkaian serangan AS dan Israel ke Iran berakibat pada ancaman gangguan pasokan energi global. Harga minyak dunia mengalami lonjakan. Mungkin cuma soal waktu, harga minyak dan gas di Tanah Air juga mengalami kenaikan.

Padahal, kenaikan harga keduanya selalu berpengaruh besar pada harga berbagai kebutuhan. Akibatnya, masyarakat akan mengalami tekanan keuangan yang lebih berat. Apa yang bisa dilakukan masyarakat untuk survive dengan pendapatan yang tetap?

Meski mengikuti perkembangan situasi di Timur Tengah bikin stres, sebaiknya masyarakat tidak bersikap seolah-olah tak terjadi apa-apa. Daripada terlambat mengantisipasi, kamu pun bisa melakukan 9 cara berhemat jika harga energi naik karena perang Timteng.

1. Jalan kaki atau bersepeda untuk jarak yang cukup dekat

ilustrasi bersepeda (pexels.com/Đặng Thanh Tú)

Ini langkah yang bisa dilakukan dalam kehidupan sehari-hari. Jalan kaki merupakan cara berpindah dari satu tempat ke tempat lain yang paling murah. Kalau tadinya dirimu pergi ke warung-warung sekitar saja naik motor, mulailah berjalan.

Anggap saja sekalian berolahraga. Untuk jarak yang terlalu melelahkan bila berjalan, gunakan sepeda. Kendaraan bermotor baru menjadi pilihan apabila jaraknya lebih jauh lagi.

2. Naik kendaraan umum kalau hitung-hitungannya lebih murah

ilustrasi di halte Trans Jakarta (pexels.com/Peter Kambey)

Tadinya kamu mungkin gak berpikir apa-apa saat memakai kendaraan pribadi buat aktivitas sehari-hari. Namun, bila harga bahan bakar nanti naik, tentu dirimu mesti lebih mempertimbangkan pengeluaran bulanan untuk transportasi. Jangan ragu buat beralih ke kendaraan umum kalau itu bisa menurunkan ongkos transportasimu.

3. Satu kendaraan buat ramai-ramai

ilustrasi berboncengan (pexels.com/ClickerHappy)

Ada berapa kendaraan di rumah? Memakai satu kendaraan untuk bersama juga membantu mengurangi biaya pembelian bahan bakar. Selama kamu dan anggota keluarga pergi ke satu arah, mending bareng saja.

Kalian hanya perlu saling menyesuaikan jam. Tidak apa-apa, salah satu jadi harus berangkat lebih pagi. Cara yang sama pun dapat dilakukan bareng teman kerja alias nebeng. Kalian cukup patungan biaya bahan bakar.

4. Ajukan WFH secara bergantian

ilustrasi bekerja dari rumah (pexels.com/Michelangelo Buonarroti)

Untukmu yang bekerja di kantor, opsi work from home bisa disampaikan kepada atasan. Apalagi kantor juga tidak bisa memberikan insentif untuk biaya transportasi. Selama jenis pekerjaannya tak memerlukan kehadiran langsung setiap hari, seharusnya bisa dibuat WFH bergantian. 2 hingga 3 hari WFH dalam sepekan saja sudah memangkas biaya transportasi sampai setengah.

5. Memasak menu yang lebih simpel

ilustrasi masakan (pexels.com/Denys Gromov)

Ancaman kenaikan harga tidak hanya pada bahan bakar kendaraan. Gas untuk keperluan rumah tangga juga biasanya ikut naik. Langkah penyesuaiannya ialah dengan memilih menu yang lebih simpel sehingga waktu memasak tidak lama.

Contohnya, biasanya kamu memasak daging sendiri sebagai lauk. Misal, daging dibuat rendang. Kemudian memasak tumis sayuran. Berhubung harga gas naik, daging dapat sekalian dicampur dalam tumisan. Memasak jauh lebih cepat, gas pun bisa dihemat.

6. Substitusi produk

ilustrasi berbelanja (pexels.com/Ninthgrid)

Berikutnya, mengganti produk yang biasa digunakan sehari-hari dengan produk serupa yang lebih terjangkau. Hindari bersikap terlalu fanatik terkait produk kalau kenaikan harganya sudah terasa memberatkan. Pilih produk dengan harga di bawahnya. Toh, lebih murah bukan berarti selalu kurang berkualitas.

7. Menanam tanaman bahan pangan

ilustrasi tanaman cabai (pexels.com/Mark Stebnicki)

Saran ini mungkin terdengar klise, tapi memang cukup efektif buat mengurangi belanja. Ingat bahwa kenaikan harga energi selalu berdampak pada semua sektor. Biaya pengangkutan bahan pangan menjadi lebih tinggi. Harga pun dinaikkan.

Memang menanam tanaman bahan pangan gak kasih panen dalam waktu singkat. Akan tetapi, paling tidak kamu sudah memulai. Dirimu dapat menanam cabai, tomat, bawang merah, dan bawang putih dalam pot karena selalu dibutuhkan dalam masakan. Lalu, sayuran yang cepat panen seperti kangkung.

8. Juga ternak atau budi daya ikan jika memungkinkan

ilustrasi memelihara ayam (pexels.com/Alison Burrell)

Ini lebih menantang buat dilakukan daripada menanam bahan pangan. Butuh lahan yang agak besar, plus tidak di setiap permukiman diperbolehkan ada ternak. Kalau di lingkunganmu memungkinkan, dirimu dapat memelihara ayam petelur, misalnya.

Budi daya ikan dalam ember, galon bekas, atau bak sederhana juga dapat menjadi pilihan. Ikan lele dan nila relatif mudah dibudidayakan. Walaupun hasilnya belum bisa dijual, minimal cukup buat konsumsi keluarga.

9. Ganti ke kendaraan yang lebih hemat bahan bakar

ilustrasi mengisi bahan bakar (pexels.com/Gustavo Fring)

Mengendarai kendaraan ber-CC besar memang enak. Kamu dapat melaju lebih kencang. Akan tetapi, konsumsi bahan bakarnya juga cenderung lebih besar. Apabila harga bahan bakar melonjak, mungkin dirimu mesti segera menggantinya dengan kendaraan yang lebih irit bahan bakar. Sayang kan, duit dibakar di jalan? Apalagi kendaraan cuma dipakai di dalam kota.

Perang Timur Tengah dan potensi kenaikan harga energi di tengah Ramadan atau setelah Idulfitri memang bikin ketar-ketir. Namun, jangan terlalu cemas! Dengan kamu melakukan sembilan cara berhemat jika harga energi naik karena Perang Timteng, semoga masih dapat survive dengan pendapatan yang ada.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team