Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

InJourney Tawarkan Parkir Pesawat untuk Maskapai Timur Tengah

InJourney Tawarkan Parkir Pesawat untuk Maskapai Timur Tengah
PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) menyampaikan permohonan maaf atas gangguan listrik yang sempat terjadi di Terminal Internasional Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali pada 10 Oktober 2025. (Dok. Injourney)
Intinya Sih
  • InJourney Airports menyesuaikan operasional penerbangan internasional akibat dinamika geopolitik Timur Tengah yang membuat jadwal penerbangan bersifat fleksibel dan bisa berubah sewaktu-waktu.
  • Dinamika geopolitik disebut berada di luar perencanaan bisnis InJourney, sehingga perusahaan menyiapkan fasilitas parkir pesawat bagi maskapai internasional yang terdampak situasi negaranya.
  • Maskapai seperti Emirates, Etihad Airways, dan Qatar Airways berpotensi memanfaatkan fasilitas parkir di bandara Indonesia seperti Lombok dan Kertajati, dengan jumlah pesawat masih dalam tahap perhitungan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) telah menyiapkan fasilitas parkir pesawat (parking stands) di sejumlah bandara yang dikelolanya untuk maskapai internasional, khususnya maskapai Timur Tengah yang sedang menyesuaikan situasi di negaranya. Hal ini dilakukan InJourney di tengah dinamika geopolitik di kawasan Timur Tengah memberikan pengaruh terhadap aktivitas penerbangan internasional.

Direktur Utama InJourney, Maya Watono mengatakan, dinamika geopolitik yang terjadi merupakan fenomena global yang berada di luar perencanaan bisnis InJourney.

“Ini bukan sesuatu yang saat kita, even kemarin kita diskusi, kita saat membuat planning di 2026 itu kita pastinya tidak mempertimbangkan ada sesuatu geopolitical dynamic seperti ini,” kata Maya dalam konferensi pers di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Rabu (11/3/2026).

Sebagai industri ekosistem bandar udara dan pariwisata, InJourney

2. Maskapai yang berpotensi manfaatkan fasilitas parkir

IMG-20260204-WA0057.jpg
Direktur Utama InJourney Maya Watono. (IDN Times/Muhammad Nasir)

Adapun maskapai yang berpotensi memanfaatkan fasilitas parkir tersebut antara lain Emirates, Etihad Airways, dan Qatar Airways. Pesawat-pesawat tersebut rencananya akan diparkir di sejumlah bandara di Indonesia yang memiliki kapasitas memadai seperti Lombok dan Kertajati.

“Dari Emirates, dari Etihad, dari Qatar akan parkir di bandara-bandara kami karena ada kebutuhan itu. Jadi itu salah satu untuk kontribusi kami juga,” ujar Maya.

Maya menambahkan, saat ini jumlah pesawat internasional yang akan parkir di bandara yang dikelolanya masih dalam tahap perhitungan karena pembahasan dengan maskapai baru dilakukan.

“(Ketiga maskapai) Ini akan kami sebar di beberapa bandara kami yang memang memiliki kapasitas parkir untuk tiga maskapai tersebut. Jumlahnya sedang dihitung, karena ini baru akan kita, baru kemarin ini kita diskusi, jadi ya pastinya kami akan siapkan sebanyak mungkin yang dibutuhkan, terutama di bandara-bandara kami yang memang memiliki kapasitas untuk itu,” tutur dia.

3. Kondisi geopolitik membuat operasional penerbangan bersifat dinamis

emirates, dubai international airport
Pesawat Emirates yang sedang parkir di Dubai International Airport. (unsplash.com/Alireza Akhlaghi)

Wakil Direktur Utama InJourney Airports, Achmad Syahir menjelaskan, kondisi geopolitik yang masih berlangsung saat ini membuat operasional penerbangan bersifat dinamis. Dia menambahkan, dalam kondisi tertentu penerbangan dapat dihentikan sementara guna merespons situasi yang sedang terjadi.

“Menyesuaikan apabila memang dibuka, kita di sini melayani, tapi kalau misalnya di sana di-close juga itu akan tidak bisa,” kata Syahir.

Bukan hanya itu, kondisi tersebut bahkan bisa berubah sewaktu-waktu tergantung situasi keamanan di negara tujuan. Dia mengatakan, pihaknya pun melakukan penyesuaian terhadap situasi yang terjadi di kawasan tersebut.

“Jadi kalau misalnya bapak ibu mengikuti juga, ada on off-nya. Jadi pada saat kondisi di sana di tujuan (negara) tidak kondusif, otomatis itu off. Jadi kami di sini juga dalam konteks menyesuaikan,” ujar Syahir.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar
Follow Us

Latest in Business

See More