Ilustrasi belajar dan menulis (freepik.com/freepik)
Belajar sering terasa berat bukan karena materinya sulit, tapi karena semuanya datang sekaligus. Saat informasi terlalu padat, otak cenderung cepat lelah dan kehilangan fokus. Karena itu, memecah materi kompleks menjadi bagian-bagian kecil bisa jadi cara yang lebih ramah untuk diri sendiri saat belajar.
Metode ini dikenal sebagai chunking, belajar sedikit demi sedikit, tapi konsisten. Dengan membagi materi ke potongan yang lebih sederhana, otak jadi lebih mudah menyerap tanpa merasa kewalahan. Proses belajar pun terasa lebih tenang, dan pelan-pelan, pemahaman terbentuk dengan lebih utuh.
Teknik tersebut dicontohkan juga oleh Toni Bernhard, J.D., former law professor at the University of California, Davis, dikutip dari Psychology Today, "Beberapa orang biasanya menetapkan durasi waktu tertentu untuk mengerjakan tugas, saya melakukan kebalikannya. Saya memecah atau menguraikan task menjadi 'doable chunks' dan mengerjakan itu sampai benar-benar selesai. Misalnya, ketika mengerjakan suatu tulisan, daripada menetapkan 'saya akan mengerjakan selama 1 jam,' saya prefer menetapkan 'saya akan mengerjakan sampai draft pertama selesai."
Maksudnya adalah, jika draft pertama memang selesai dalam waktu 15 menit, itu lah waktunya untuk istirahat atau berhenti. Lalu, jika selesai dalam waktu 1 jam, itu lah waktunya untuk istirahat. Jadi, target atau fokusnya pada tugas yang dikerjakan, bukan strict pada waktu. Itu lah mengapa, teknik ini biasanya membagi atau menguraikan tugas ke bagian-bagian kecil dan diselesaikan satu per satu.