Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Bukan Resolusi, Ini 6 Cara Bijak Menghadapi Rasa Hampa di Tahun Baru

ilustrasi wanita sedang bahagia
ilustrasi wanita sedang bahagia (pexels.com/Andre Furtado)
Intinya sih...
  • Akui perasaan hampa tanpa menghakimi diri sendiri
  • Berhenti memaksa diri untuk terlihat baik-baik saja
  • Kurangi paparan media sosial di awal tahun
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Tahun baru sering disebut sebagai momen penuh untuk membuat dan menggapai harapan, target, dan semangat baru. Tapi kenyataannya, tidak semua orang merasa demikian. Ada yang justru merasakan hampa, perasaan kosong, bingung, atau datar tanpa alasan yang jelas. Hal itu tidak perlu dijadikan masalah.

Rasa hampa bukan tanda kamu tidak senang menyambut tahun baru. Bisa jadi itu sinyal bahwa hatimu sedang lelah. Alih-alih memaksakan membuat resolusi besar, enam cara berikut ini bisa membantu kamu menghadapi rasa hampa di tahun baru. Penasaran? Tetap simak informasinya sampai akhir, ya!

1. Akui perasaan hampa itu tanpa menghakimi diri sendiri

ilustrasi wanita tersenyum (pexels.com/Vlada Karpovich)
ilustrasi wanita tersenyum (pexels.com/Vlada Karpovich)

Rasa hampa sering datang tiba-tiba. Ia biasanya tumbuh perlahan dari emosi yang terlalu lama kamu pendam, kekecewaan yang tidak sempat diungkapkan, kelelahan yang terus diabaikan, dan perasaan kehilangan arah yang dipaksa untuk ditutup dengan melakukan berbagai kesibukan lainnya.

Mengakui rasa hampa bukan berarti kamu lemah atau menyerah pada keadaan. Justru dari pengakuan itulah proses pemulihan bisa dimulai. Kamu mengerti rasa hampa yang sedang kamu rasakan dan tentunya hal ini menjadi titik awal bagi kamu mulai menyembuhkannya.

2. Berhenti memaksa diri untuk harus terlihat baik-baik saja

potret pria sedang duduk di atas kasur (pexels.com/cottonbro studio)
potret pria sedang duduk di atas kasur (pexels.com/cottonbro studio)

Tidak semua tahun baru harus diawali dengan euforia atau perasaan penuh semangat. Ada kalanya pergantian tahun justru datang dengan pikiran yang masih penuh dan hati yang belum siap menyambut apa pun. Memaksakan diri untuk terlihat baik-baik saja, seperti tersenyum, terlihat optimis, dan seolah sudah punya rencana matang sering kali justru membuat rasa hampa semakin dalam.

Mengakui kondisi diri yang sedang tidak baik-baik saja tidak sama dengan menyerah. Pengakuan ini merupakan langkah penting untuk memahami kondisi emosional secara utuh, sehingga pemulihan dapat berlangsung secara sadar dan perlahan.

3. Kurangi paparan media sosial di awal tahun

ilustrasi pria sedang bermain ponsel
ilustrasi pria sedang bermain ponsel (pexels.com/SHVETS production)

Timeline di awal tahun sering dipenuhi postingan pencapaian, resolusi, dan rencana besar orang lain. Ada yang memamerkan target karier, perjalanan impian, hingga kehidupan yang terlihat sudah terlihat sempurna. Tanpa disadari, paparan ini bisa memperburuk rasa hampa karena otak kita cenderung membandingkan proses hidup yang sedang kita jalani dengan proses orang lain.

Ambillah jarak sejenak dari paparan media sosial. Akan tetapi, kamu tidak harus tutup media sosial. Konsumsi hal yang positif dan skip hal yang negatif untuk kamu konsumsi. Ini bisa menjadi bentuk perlindungan diri agar kamu lebih fokus dengan tujuan hidup tanpa ada tekanan.

4. Mulailah untuk jujur dan bertanya ke diri sendiri apa yang dibutuhkan

ilustrasi wanita sedang meditasi (pexels.com/Valeriia Miller)
ilustrasi wanita sedang meditasi (pexels.com/Valeriia Miller)

Ketika kamu berada dalam fase merasa hampa ketika memulai tahun baru, cobalah mulai jujur dan tanyakan ke dirimu sendiri. Ada baiknya kamu berhenti sejenak dan mengubah pertanyaan dalam kepala. Bukan lagi “Apa yang harus aku capai tahun ini?”, melainkan “Apa yang sebenarnya sedang aku butuhkan dalam hidup ini?”.

Mungkin kamu membutuhkan istirahat yang baik, butuh teman, atau kegiatan yang positif dan bisa membuat kamu tenang. Pada refleksi ini tentunya mengajak kamu untuk lebih jujur pada kondisi batin sendiri. Mungkin yang kamu butuhkan bukan motivasi tambahan, tetapi istirahat dan ketenangan.

5. Mulai dan fokus pada rutinitas kecil yang positif

ilustrasi pria sedang melakukan yoga (unsplash.com/wee lee)
ilustrasi pria sedang melakukan yoga (unsplash.com/wee lee)

Mulailah dari rutinitas kecil yang bisa kamu kerjakan, seperti merapikan kamar agar pikiran terasa lebih lapang, membuat secangkir teh hangat untuk menenangkan tubuh, atau menulis satu halaman jurnal. Aktivitas-aktivitas ini mungkin terlihat sepele, tetapi memiliki efek psikologis yang penting.

Rutinitas sederhana ini membantu mengurangi rasa cemas berlebihan dan menciptakan perasaan tenang dan nyaman di tengah kekosongan. Dari hal-hal kecil inilah, rasa aman perlahan terbentuk bukan karena hidup langsung terasa jelas, tetapi karena kamu sedang merawat diri sendiri secara baik dan perlahan.

6. Yakinkan kepada dirimu bahwa fase hampa tidak akan bertahan selamanya

ilustrasi pria berjalan (unsplash.com/Yohei Shimomae)
ilustrasi pria berjalan (unsplash.com/Yohei Shimomae)

Rasa hampa sering terasa menakutkan karena seolah-olah ia akan tinggal selamanya. Padahal, seperti emosi lainnya, rasa ini bersifat sementara. Ia muncul sebagai respons dari kelelahan emosional dan tekanan dari luar dan dalam yang menumpuk. Ini hanyalah sebuah fase yang sedang dan harus kamu lewati.

Kamu tidak terlambat menjalani hidup dan tidak tertinggal dari siapa pun. Setiap orang bertumbuh dengan waktu dan prosesnya sendiri. Tidak semua pertumbuhan terlihat dari luar. Ada proses yang berlangsung diam-diam tetapi tetap bermakna bagi kehidupan seseorang.

Menghadapi rasa hampa tidak selalu butuh resolusi besar. Dengan kesadaran, penerimaan, dan langkah kecil yang konsisten, tahun baru tetap bisa dijalani dengan lebih sehat secara emosional. Tetap semangat, ya!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Siantita Novaya
EditorSiantita Novaya
Follow Us

Latest in Life

See More

Dari Aries sampai Pisces, Begini Gaya Leadership dan Kolaborasi Tiap Zodiak

02 Jan 2026, 06:15 WIBLife