“Salah satu cara anak belajar bahasa adalah dengan menyerap berbagai suara yang mereka dengar setiap hari. Karena itu, tak heran jika anak cenderung lebih cepat mengenali bunyi sederhana, seperti “brum, brum” untuk mobil atau “guk, guk” untuk anjing,” kata Alys Mathers, seorang terapis wicara dan Bahasa, dikutip dari BBC.
6 Aktivitas Seru Bertema Cuaca untuk Anak, Bikin Belajar Lebih Fun

Cuaca bukan sekadar perubahan hujan, panas, atau angin yang terjadi setiap hari. Bagi anak, cuaca bisa menjadi sarana belajar yang dekat dengan kehidupan mereka dan mudah dieksplorasi. Lewat aktivitas sederhana bertema cuaca, orangtua bisa membantu anak belajar sambil bermain dengan cara yang alami.
Selain menyenangkan, aktivitas bertema cuaca juga membantu mengembangkan kemampuan komunikasi dan imajinasi anak. Anak belajar mengenali bunyi, kata, dan pengalaman baru lewat apa yang mereka lihat, dengar, dan rasakan. Berikut beberapa aktivitas seru bertema cuaca yang bisa dilakukan bersama anak di rumah maupun di luar ruangan.
1. Mengeksplorasi bunyi cuaca

Anak belajar bahasa melalui suara-suara di sekitarnya sejak usia dini. Bunyi hujan, angin, atau genangan air bisa menjadi media belajar yang menyenangkan dan mudah dipahami. Aktivitas ini membantu anak mengenali dan menirukan bunyi secara alami.
Alys Mathers juga menambahkan bahwa bunyi cuaca seperti “ciprat”, “tetes”, atau “brrrr” sangat efektif untuk merangsang komunikasi anak. Orangtua bisa mengajak anak menirukan bunyi tersebut saat hujan atau ketika melewati genangan air.
2. Membuat stasiun cuaca sederhana

Stasiun cuaca tidak harus rumit atau menggunakan alat khusus. Anak bisa diajak mengamati hujan, angin, atau panas matahari dengan perlengkapan sederhana di rumah. Aktivitas ini melatih anak untuk mengamati dan menceritakan apa yang mereka lihat.
“Ajak anak berdiskusi tentang apa yang mereka lihat di stasiun cuaca, lalu bantu mereka mengungkapkan kondisi cuaca dengan kata-kata,” kata Alys.
Menurut Alys, bisa sesederhana wadah plastik untuk melihat air hujan atau pita untuk mengamati angin. Ia menyarankan orangtua mengajak anak mendeskripsikan cuaca, seperti angin bertiup kencang karena pita terlihat bergerak, atau menyebutkan sedang hujan karena terlihat percikan air. Dengan begitu, kosakata anak akan berkembang secara alami.
3. Berpakaian sesuai cuaca

Belajar tentang cuaca bisa dimulai bahkan sebelum keluar rumah. Mengajak anak memilih pakaian sesuai cuaca membantu mereka memahami kondisi lingkungan. Aktivitas ini juga melatih anak mengungkapkan pendapat.
Orangtua bisa mengajukan pertanyaan sederhana seperti, “Apakah hari ini perlu pakai jaket?” atau “Sepatu apa yang cocok saat hujan?” Pertanyaan seperti ini mendorong anak berpikir dan berkomunikasi. Anak pun belajar memahami konsep waktu dan pengalaman sebelumnya.
4. Menggambar bayangan di hari cerah

Hari cerah adalah waktu yang tepat untuk bermain dengan bayangan. Anak bisa menggambar bayangan benda atau tubuh menggunakan kapur atau pensil warna. Aktivitas ini melatih imajinasi dan kemampuan deskriptif anak.
Menggambar bayangan lalu menebak bentuknya adalah cara yang bagus untuk mengajak anak berbicara. Gambarlah bayangan dan ajak anak menebak. Alys juga menyarankan orangtua membicarakan bagian tubuh atau bentuk yang terlihat dari bayangan tersebut. Dengan ini, anak belajar mengenal bentuk, tubuh, dan kosakata baru.
5. Membuat pelangi sendiri

Pelangi selalu berhasil menarik perhatian anak. Orangtua bisa mengajak anak membuat pelangi dari cap tangan, cap jari, atau benda berwarna di rumah. Aktivitas ini mengenalkan warna sekaligus melatih komunikasi.
Alys Mathers juga mengungkapkan bahwa, kebanyakan anak menyukai pelangi, jadi kenapa tidak untuk membuatnya sendiri? Sambil membuatnya, orangtua bisa mengajak anak menyebutkan warna dan proses yang sedang dilakukan. Cara ini membantu anak belajar bahasa secara menyenangkan
6. Mengamati awan bersama

Awan bisa menjadi pemicu imajinasi anak yang luar biasa. Anak bisa diajak menebak bentuk awan dan mengaitkannya dengan benda di sekitar. Aktivitas ini bisa disesuaikan dengan usia anak.
Menurut Alys, untuk anak yang lebih besar, ajak mereka membicarakan bentuk awan dan bagian-bagiannya. Misalnya dengan mengatakan awan mirip gajah atau mobil. Kegiatan ini membantu memperkaya kosakata dan kemampuan bercerita anak.
Mengajak anak belajar lewat aktivitas bertema cuaca membuat proses belajar terasa lebih alami dan seru. Dari hujan hingga sinar matahari, semuanya bisa menjadi media edukasi yang bermakna. Dengan pendampingan tepat, anak tak hanya bermain, tetapi juga belajar lebih aktif dan percaya diri.



















