Menjadi tempat curhat memang gak selalu terasa sebagai beban, apalagi ketika orang yang bercerita adalah seseorang yang dekat denganmu. Namun, ceritanya bisa mulai terasa berbeda ketika hampir setiap percakapan berisi masalah, konflik, dan emosi yang harus kamu tampung. Lama-lama, kamu bukan cuma mendengarkan, tetapi ikut membawa persoalannya setelah percakapan selesai. Tanpa disadari, kamu sudah terkena trauma dumping.
Hal yang paling melelahkan justru bisa terasa setelah hubungan tersebut berakhir. Kamu sudah gak lagi menerima curhat panjang, tetapi pikiran masih terbiasa siaga menghadapi masalah orang lain. Yuk, simak cara memulihkan diri setelah terjebak dalam trauma dumping dan mulai mengembalikan energi yang sempat terkuras!
