Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Cara Mendorong Diri untuk Baca Tumpukan Buku, Jangan Ditunda
ilustrasi banyak buku (pexels.com/BOOM 💥 Photography)
  • Hentikan sementara membeli buku baru hingga koleksi lama dibaca, agar dorongan menyelesaikan tumpukan meningkat sebelum kembali berbelanja.
  • Terapkan pilihan tegas: baca buku sesuai tenggat atau jual/donasikan; ingat kembali alasan pembelian dan nilai uang yang belum menghasilkan wawasan.
  • Bangun kebiasaan lewat membaca bersama teman, melaporkan progres rutin, menikmati ritual membuka buku, serta memanfaatkan 10–15 menit untuk membaca beberapa halaman.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Di rumah masih ada berapa buku yang belum dibaca? Kamu barangkali rutin membeli buku, bahkan bisa kalap memborongnya ketika ada pameran. Namun, sebagiannya justru tak juga dibaca sampai ganti bulan atau tahun.

Buku-buku yang masih rapi tersegel menumpuk di rak, di meja, bahkan sampai di lantai. Pastinya dirimu tidak bisa terus begini. Walaupun kamu tak merasa keberatan untuk merogoh kocek lumayan dalam untuk membawa pulang setiap buku, fungsinya bukan cuma untuk ditumpuk di rumah.

Buku-buku itu perlu dibaca supaya manfaatnya benar-benar terasa. Barangkali penundaan membaca selama ini juga bukan karena waktunya tidak ada. Kamu hanya perlu lebih memotivasi diri. Setelah dirimu membaca artikel ini, semoga satu per satu buku dalam tumpukan diselesaikan sampai halaman terakhir. Berikut ini cara mendorong diri untuk baca tumpukan buku.

1. Puasa beli buku baru hingga buku lama habis

ilustrasi tumpukan buku (pexels.com/Rafael Alexandrino de Mattos)

Kamu biasa beli buku apa saja nyaris tanpa berpikir. Kadang dirimu cuma melihat sampulnya bagus, langsung saja memasukkannya ke keranjang. Begitu juga setelah kamu menemukan postingan terkait sebuah buku.

Saat dirimu melihat buku tersebut di toko, langsung dibeli. Namun, berhubung tumpukan buku di rumah masih tinggi, hentikan dulu pembelian buku-buku baru. Ini akan terasa seperti hukuman keras buatmu.

Rasanya pasti kurang menyenangkan. Akan tetapi, di saat yang sama, dirimu bakal lebih termotivasi untuk mulai membaca buku-buku itu. Bahkan kamu bisa menyelesaikannya lebih cepat sebab ingin kembali belanja buku.

2. Kasih dua opsi ke diri: baca sekarang juga atau jual/donasikan

ilustrasi tumpukan buku (pexels.com/Thirdman)

Seperti disinggung di awal. Banyaknya buku yang belum dibaca di rumah sering kali bukan lantaran kamu gak punya waktu untuk membacanya. Dirimu hanya kurang disiplin dan terlalu mudah tergoda oleh buku lain setiap jalan-jalan atau scrolling medsos dan marketplace.

Oleh sebab itu, pendisiplinan penting walau dengan sedikit paksaan. Hindari sikap terlalu memanjakan diri. Seakan-akan kamu yang membelinya, maka terserah, bukunya bakal dibaca atau dibiarkan begitu saja.

Kamu perlu menempatkan diri di situasi yang kurang menyenangkan. Kasih diri sendiri dua pilihan tegas. Kamu bersegera membaca satu per satu buku atau terpaksa buku-buku itu dijual atau didonasikan. Dirimu pasti merasa gak rela melepasnya begitu saja sehingga terpaksa membacanya. Jangan lupa beri tenggat untuk menyelesaikan tiap buku.

3. Ingat alasanmu dulu membeli buku-buku itu

ilustrasi tumpukan buku (pexels.com/Melike B)

Seiring waktu, orang yang suka menimbun buku sepertimu hanya lupa akan motivasi awal membelinya. Padahal, jika dulu alasan pembeliannya terasa sangat penting, seharusnya sampai sekarang pun masih sama. Contohnya, setahun yang lalu dirimu membeli sebuah buku lantaran dibicarakan di mana-mana.

Kini pembicaraan tentang buku tersebut memang sudah jauh berkurang. Namun, apakah kamu tak ingin mengetahui isi buku itu secara pasti sehingga membuatnya pernah ramai dibahas? Orang-orang sekarang boleh berhenti membicarakannya, tetapi isi buku masih sama sehingga pantas disimak.

4. Baca bareng sesama penimbun buku

ilustrasi membaca (pexels.com/Alexa Popovich)

Kalau kamu punya satu saja kenalan yang sama-sama suka belanja buku tanpa membaca semuanya, waktunya berkomitmen bareng. Hubungi dan ajak dia untuk menyelesaikan tantangan membaca tumpukan buku masing-masing. Agar kalian dipastikan melakukannya, bikin pertemuan rutin buat melaporkan kemajuan kegiatan membaca.

Contohnya, kalian janjian bertemu di akhir pekan guna berbagi informasi mengenai buku yang sedang atau telah selesai dibaca. Ini tidak cukup sekadar judul serta penulisnya. Namun, juga gambaran isinya. Bila kalian baru sampai bab sekian pun tak apa. Kalian dapat saling menceritakan poin-poin penting dari bab-bab yang telah dibaca.

5. Nikmati momen buka segel, menyampuli, dan baca buku sampai selesai

ilustrasi banyak buku (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Ketika kamu selalu sibuk dan hidup dalam irama serba cepat, kehilangan minat pada sesuatu sering kali bukan karena itu tidak menarik lagi. Dirimu cuma lupa cara menikmati momen-momen sederhana yang sebetulnya bikin ketagihan. Sebagai penyuka buku, momen membuka segel, menyampulinya, serta membacanya sampai tuntas pasti amat menyenangkan buatmu.

Akan tetapi, keharusan dirimu bergegas melakukan berbagai aktivitas setiap hari membuat hal-hal di atas kurang menarik lagi. Justru kamu merasa semua itu ribet. Fokusmu saat ini bukan tentang menghabiskan waktu berdua bersama buku.

Sekarang kalau ada waktu luang sesedikit apa pun, kamu perlu membangkitkan rasa nikmat ketika berurusan dengan buku. Termasuk sesimpel jarimu mengusap cetakan huruf timbul pada judulnya, menghirup bau kertasnya, dan sebagainya. Bila rasa nikmat telah kembali, otomatis kamu betah bergulat dengan satu demi satu buku hingga tumpukan habis.

6. Pikirkan kerugian kamu punya banyak buku, tapi tidak dibaca

ilustrasi tumpukan buku (pexels.com/Olha Ruskykh)

Dari segi keuangan, jelas nilainya tidak sedikit. Kalau rata-rata harga buku yang dibeli olehmu 80 ribu rupiah dan ada 20 buku yang belum dibaca, berarti 1,6 juta rupiah belum kasih manfaat apa-apa. Belanjamu memang menyumbang pendapatan untuk toko buku, penerbit, dan penulis.

Akan tetapi, masa kamu sendiri gak mendapatkan apa-apa selain rasa senang karena berhasil membelinya? Dirimu berhak memperoleh manfaat yang lebih besar berupa wawasan. Jangan pula buru-buru tergoda joki buku untuk membantumu memperoleh rangkumannya.

Kamu sudah mengeluarkan uang yang tak sedikit buat membeli buku. Dirimu pantas tahu segala tentang isi buku itu. Bukan sekadar rangkumannya. Lagi pula, apa yang ditangkap oleh joki buku belum tentu sama dengan yang kamu tangkap ketika kamu membaca buku yang sama.

Cara mendorong diri untuk baca tumpukan buku sudah di tangan, kini saatnya kamu segera membacanya. Katakan pada diri sendiri bahwa kamu pasti punya waktu buat membacanya sedikit demi sedikit. Dirimu hanya butuh 10 sampai 15 menit untuk membaca 5 atau 10 halaman buku. Ini sangat bisa dilakukan sambil kamu menunggu baterai gadget selesai diisi ulang.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article