Lebaran sering dibayangkan sebagai momen pulang, berkumpul, lalu duduk lama bersama keluarga di ruang tamu rumah yang penuh cerita lama. Namun, kenyataannya tidak semua orang memiliki kesempatan untuk pulang setiap tahun. Ada yang terhalang pekerjaan, kondisi keuangan, tanggung jawab baru, atau situasi hidup yang sedang berubah.
Saat Lebaran datang, sementara tubuh masih berada di kota perantauan, perasaan bersalah kadang muncul tanpa diminta. Rasa itu wajar, tetapi bukan berarti harus dibiarkan menumpuk begitu saja. Berikut beberapa cara sederhana untuk menghadapi perasaan tersebut tanpa perlu merasa tertinggal dari siapa pun.
