Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Gimana Cara Packing Barang buat Mudik biar Tas Gak Membengkak?

Gimana Cara Packing Barang buat Mudik biar Tas Gak Membengkak?
ilustrasi packing barang (unsplash.com/Surface)
Intinya Sih
  • Membuat daftar barang sebelum packing membantu menghindari membawa barang yang sebenarnya tidak diperlukan.

  • Menggulung pakaian dan memisahkan barang kecil dalam kantong penyimpanan membuat ruang tas lebih efisien dan rapi.

  • Memilih pakaian yang mudah dipadukan dan menyisakan ruang kosong membantu tas tetap ringan serta memberi tempat untuk oleh-oleh saat pulang.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Persiapan mudik sering berubah menjadi urusan yang merepotkan ketika barang bawaan terasa semakin banyak dari yang dibayangkan. Banyak orang baru menyadari tas sudah terlalu penuh saat hampir berangkat. Sementara, masih ada barang kecil yang terasa penting untuk dibawa.

Situasi seperti ini membuat perjalanan terasa kurang nyaman karena tas berat dan sulit ditata. Padahal, dengan sedikit strategi sejak awal, barang mudik bisa tetap lengkap tanpa membuat tas terlihat menggelembung. Berikut beberapa cara yang dapat membantu mengemas (packing) barang mudik secara lebih rapi dan efisien.

1. Tentukan daftar barang sebelum mulai packing tas

ilustrasi daftar barang
ilustrasi daftar barang (unsplash.com/Cathryn Lavery)

Packing tas tanpa daftar sering membuat seseorang memasukkan barang secara spontan. Akibatnya, ada pakaian yang sebenarnya tidak diperlukan, tetapi tetap terbawa karena merasa mungkin akan dipakai. Menuliskan daftar sederhana membantu melihat kebutuhan secara lebih jelas sebelum tas benar-benar dibuka. Cara ini juga mencegah membawa barang yang fungsinya hampir sama.

Perjalanan mudik selama 3 hari, misalnya, cukup membawa 3 atasan, 1 jaket, dan 1 pakaian cadangan. Barang tambahan, seperti sandal atau alat mandi, dapat disesuaikan dengan fasilitas di tempat tujuan. Daftar yang sederhana membuat isi tas lebih terkontrol sejak awal. Ketika daftar sudah jelas, proses packing biasanya menjadi lebih cepat dan tidak melebar ke barang yang sebenarnya tidak diperlukan.

2. Gulung pakaian agar ruang tas terpakai lebih efisien

ilustrasi menggulung pakaian
ilustrasi menggulung pakaian (pexels.com/Timur Weber)

Banyak orang masih melipat pakaian secara datar seperti saat menyusunnya di lemari. Cara tersebut memang rapi, tetapi sering memakan ruang lebih besar ketika dimasukkan ke dalam tas perjalanan. Menggulung pakaian justru membuat ruang tas lebih padat dan terisi dengan lebih efisien. Teknik ini juga memudahkan melihat isi tas tanpa perlu membongkar semuanya.

Kaus, celana santai, atau pakaian tidur dapat digulung seperti tabung kecil. Beberapa gulungan pakaian kemudian disusun berdampingan sehingga tidak ada ruang kosong di sela tas. Metode ini sering dipakai oleh pelancong yang bepergian dengan tas kabin karena mampu menampung lebih banyak pakaian. Hasilnya tas tetap ramping, tetapi isi di dalamnya cukup untuk kebutuhan beberapa hari.

3. Pisahkan barang kecil menggunakan kantong penyimpanan sederhana

ilustrasi kantong penyimpanan
ilustrasi kantong penyimpanan (pexels.com/Timur Weber)

Barang kecil sering menjadi penyebab tas terasa berantakan. Casan, obat pribadi, earphone, hingga perlengkapan mandi sering tercampur dengan pakaian. Ketika mencari satu barang saja, seluruh isi tas akhirnya ikut terbongkar. Situasi ini membuat tas terasa penuh walau sebenarnya ruangnya masih ada.

Menggunakan kantong kecil dapat membantu mengelompokkan barang berdasarkan fungsi. Satu kantong bisa berisi perlengkapan elektronik, sementara kantong lain berisi obat atau perlengkapan mandi. Cara ini membuat isi tas terlihat lebih rapi sekaligus mudah ditemukan saat dibutuhkan. Selain itu, ruang tas terasa lebih lega karena barang kecil tidak menyebar ke berbagai sudut.

4. Pilih pakaian yang mudah dipadukan selama perjalanan

ilustrasi berkemas
ilustrasi berkemas (pexels.com/Timur Weber)

Kesalahan umum saat mudik adalah membawa terlalu banyak variasi pakaian. Banyak orang membayangkan setiap kegiatan membutuhkan pakaian berbeda, padahal sebagian besar waktu hanya dihabiskan bersama keluarga. Memilih pakaian dengan warna netral membantu satu potong pakaian dipakai dalam beberapa kombinasi. Cara ini membuat jumlah pakaian yang dibawa bisa lebih sedikit.

Sebagai contoh, satu celana panjang dapat dipadukan dengan beberapa atasan berbeda. Jaket tipis juga dapat dipakai ulang untuk berbagai situasi tanpa perlu membawa banyak lapisan pakaian. Strategi sederhana ini sering dipakai oleh pelancong yang ingin menjaga tas tetap ringan. Dengan kombinasi yang tepat, pakaian tetap terlihat rapi tanpa harus memenuhi tas.

5. Sisakan ruang kosong untuk barang dari kampung halaman

ilustrasi berkemas
ilustrasi berkemas (pexels.com/Vlada Karpovich)

Banyak orang fokus menata barang yang dibawa saat berangkat, tetapi lupa memikirkan barang saat pulang. Mudik hampir selalu identik dengan membawa oleh-oleh dari keluarga atau makanan khas daerah. Jika tas sudah penuh sejak awal, barang tambahan tersebut akhirnya sulit dimasukkan. Situasi ini sering membuat orang membeli tas tambahan secara mendadak.

Menyisakan sedikit ruang kosong sejak awal dapat menjadi langkah sederhana yang sangat membantu. Ruang ini bisa digunakan untuk menyimpan makanan rumahan, buah tangan, atau barang titipan keluarga. Tas juga tetap terasa ringan saat perjalanan pulang karena barang di dalamnya tertata sejak awal. Cara kecil seperti ini sering membuat perjalanan mudik terasa jauh lebih praktis.

Persiapan mudik sebenarnya tidak harus membuat tas terasa berat dan merepotkan. Packing barang dengan cara yang lebih terencana dapat membuat perjalanan terasa lebih nyaman sejak awal berangkat hingga kembali pulang. Jika tas sudah tertata rapi dan tidak berlebihan, perjalanan panjang menuju kampung halaman jadi terasa lebih ringan, bukan?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Yudha ‎
EditorYudha ‎
Follow Us