Ketika seseorang menyakiti kamu, keinginan untuk membalas mungkin muncul secara spontan. Ada rasa ingin membuat orang tersebut merasakan sakit yang sama agar dia memahami bagaimana perlakuannya terhadapmu. Perasaan seperti ini bisa muncul ketika kamu sedang kecewa, marah, atau merasa dikhianati, terutama ketika kejadian tersebut masih terasa baru.
Meski begitu, mengikuti dorongan untuk membalas bisa membuat situasi semakin rumit. Tindakan yang dilakukan saat emosi sedang kuat mungkin memberikan rasa lega untuk sementara, tetapi masalahnya bisa berlanjut atau menimbulkan penyesalan setelah perasaan mulai mereda. Karena itu, beri dirimu waktu sebelum menentukan tindakan yang ingin dilakukan.
Kamu tetap punya pilihan untuk menghadapi rasa sakit tanpa harus melakukan hal yang sama kepada orang lain. Kamu bisa menjaga batas diri, mengambil jarak dari situasi yang membuatmu terluka, atau membicarakan masalah ketika sudah merasa lebih tenang. Dengan memberi ruang untuk berpikir, kamu bisa menentukan keputusan yang lebih sesuai dengan kebutuhanmu tanpa terus terjebak pada keinginan untuk membalas.
