5 Cara Menjalani Imlek Pertama setelah Kehilangan Orang Terdekat

- Sembahyang dengan khusyuk untuk mengenang dan mendoakan leluhur
- Ziarah langsung ke makamnya
- Memperbanyak derma
Tahun-tahun sebelumnya kamu menyambut Imlek dengan penuh bahagia. Imlek menjadi saat paling tepat untuk berkumpul bersama keluarga. Kunjungan ke rumah kerabat juga mempererat hubungan.
Namun, Imlek tahun ini dapat terasa berbeda sekali. Satu atau beberapa dari orang terdekatmu telah pergi. Bahkan mungkin kepergiannya belum lama, seperti akhir tahun lalu atau awal tahun ini. Ini bikin Imlek dapat terasa sangat lain.
Rasa kehilangan masih amat kuat. Meski demikian, dirimu tetap harus menjalaninya sebagai salah satu fase dalam hidup dengan hati yang lembut. Semoga kelima tips berikut membantumu tetap merasakan energi positif saat Imlek nanti.
1. Sembahyang dengan khusyuk untuk mengenang dan mendoakan leluhur

Hati masih sedih oleh kepergian orang terkasih seperti orangtua. Namun, sembahyang jangan ditinggalkan. Apalagi menjelang dan ketika Imlek. Justru ini harus diutamakan. Dengan sembahyang, kamu dapat mengenang sekaligus mendoakan leluhur.
Di masa-masa mendatang saat kesedihanmu sudah makin berkurang, sembahyang juga mesti tetap dilakukan. Melalui sembahyang serta berdoa, jarak antara dirimu yang masih berada di alam dunia dengan leluhur yang ada di alam lain seperti mendekat. Hati akan jauh lebih tenang.
Bayangkan leluhur juga pasti senang melihatmu datang untuk bersembahyang dan mendoakan mereka. Bukan cuma orangtua yang baru berpulang yang didoakan. Leluhurmu lainnya yang telah lebih lama mendahului pun pantas mendapatkan doa-doa terbaikmu.
2. Ziarah langsung ke makamnya

Mumpung libur Imlek, kamu dapat berziarah ke makam orang terdekat yang sudah berpulang. Bahkan bila makamnya di luar kota, luangkan waktu. Daripada dirimu hanya terus memikirkannya dari jauh dan bertambah sedih.
Barangkali kamu berpikir bukankah melihat makam orang terkasih justru bikin kesedihan makin kuat? Jika itu cuma dibayangkan memang terkesan menyedihkan. Namun, setelah dirimu di sana malah bakal merasakan sensasi yang berbeda.
Di tempat yang menerima kesedihanmu justru kamu akan merasa lebih baik. Melihat makam orang terdekat berikut makam-makam lainnya bikin dirimu merasa tambah terbiasa dengan kematian. Sedih adalah perasaan yang tertinggal dalam hati orang-orang yang pernah mengenalnya.
Namun, orang yang sudah wafat barangkali telah tenang di alam yang berbeda. Dengan berziarah, dirimu gak lagi merasa terpisah jauh dengannya. Alam kalian berdampingan.
3. Memperbanyak derma

Saat Imlek, banyak warga tidak mampu menunggu derma dari orang-orang yang akan atau habis sembahyang. Ini bukan sekadar tradisi, melainkan momen berbagi yang melembutkan hati. Kamu sedang sedih karena kehilangan orang terdekat.
Memberi akan menjadi tindakan yang mendorong sisi kuatmu muncul. Sekaligus tetap mengasah empatimu. Dengan bederma, dirimu kembali disadarkan bahwa tiap orang memiliki ujian hidup masing-masing.
Ada orang yang diuji dengan kehilangan orang terdekat sepertimu. Ada orang yang menanggung penyakit berat. Ada pula orang yang mesti banyak bersabar menghadapi kesulitan finansial nyaris sepanjang hidupnya. Berbagi dengan mereka akan membuatmu merasa lebih tangguh menghadapi rasa kehilangan.
4. Tetap berkumpul bersama keluarga besar, jangan mengucilkan diri

Barangkali orang terdekat yang berpulang punya kedudukan sangat penting dalam hidupmu. Misal, ayah, ibu, pasangan, atau anak. Kehilangan salah satu dari mereka dapat membuat siapa pun merasa hancur.
Kamu hampir yakin tidak dapat melanjutkan hidup. Dirimu menjadi enggan bertemu siapa pun. Namun, kalau dorongan untuk mengucilkan diri dituruti malah suasana hatimu tambah buruk. Beban hidupmu terasa berat sekali.
Orang-orang di luar yang peduli padamu perlu menjangkaumu agar dirimu lebih bersemangat meneruskan hidup. Akan tetapi, kamu sendiri pun wajib menjangkau ke luar. Tetaplah menjalankan kebiasaan kumpul keluarga ketika Imlek nanti. Sekalipun satu kursi yang biasa diduduki orang terdekatmu telah kosong atau ditempati orang lain.
5. Menyadari banyaknya rezeki dalam hidupmu

Kamu sedang diuji dengan kehilangan orang terdekat. Akan tetapi, jangan melupakan banyaknya rezeki dalam hidupmu. Barangkali dirimu ingin langsung berkata bahwa semua rezeki itu tak sebanding dengan beratnya kehilangan orang terdekat.
Jangan begitu. Dirimu tidak bisa memastikan bakal lebih kuat seandainya ucapan tersebut benar-benar terjadi. Kamu kehilangan satu orang terdekat. Namun, masih banyak orang yang menyayangimu. Mereka memang tak menggantikan orang yang berpulang.
Akan tetapi, tangan-tangan mereka setia menopangmu agar tetap kuat. Ada pula rezeki berupa materi yang membuatmu sampai hari ini bisa hidup cukup nyaman. Juga kesehatan serta masih banyak lagi. Kamu tak harus memiliki segalanya dan hidupmu tetap akan baik-baik saja.
Imlek pertama selepas kamu kehilangan orang terdekat tentu menjadi pengalaman baru yang berat. Rasanya juga masih sulit dipercaya. Akan tetapi, inilah hidup. Bakal selalu ada orang yang datang dan pergi dari hidupmu apa pun caranya. Dirimu perlu membiasakan merayakan Imlek tanpanya.


















