Media sosial sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Banyak orang membuka HP untuk melihat kabar teman, membaca berita, atau sekadar mengisi waktu luang dengan scrolling. Namun, di balik kemudahannya, media sosial juga sering memicu emosi yang tidak terduga. Mulai dari rasa iri, kesal karena komentar orang lain, hingga perasaan tidak cukup baik setelah melihat kehidupan orang lain di layar.
Dalam situasi seperti ini, stoikisme bisa menjadi cara berpikir yang membantu kita menjaga ketenangan. Filosofi yang berasal dari Yunani Kuno ini mengajarkan bahwa tidak semua hal perlu memengaruhi perasaan kita. Dengan memahami apa yang bisa kita kendalikan dan apa yang tidak, hubungan kita dengan media sosial bisa menjadi jauh lebih sehat. Berikut beberapa cara stoikisme membantu kita menghadapi dunia media sosial.
