Punya uang saku bulanan bukan berarti selalu mudah mengaturnya. Pengeluaran kecil untuk makan, pulsa, atau kebutuhan bersama teman bisa terasa sedikit satu per satu, tapi tanpa disadari membuat uang lebih cepat habis, apalagi kalau uangnya cuma masuk sekali dalam sebulan sementara kebutuhan jalan terus tiap hari.
Hal ini yang dialami Sultan Rafi (20), pelajar yang tinggal di asrama. Dengan aktivitas dan aturan keluar-masuk yang terbatas, ia bukan hanya membutuhkan cara transaksi yang praktis, tapi juga cara sederhana untuk mengetahui ke mana uang sakunya pergi.
"Menurut saya, zaman ini sudah lebih praktis karena gak harus bawa banyak uang di dompet atau saku. Di mana-mana sudah menggunakan pembayaran digital," ujar Rafi saat ditemui di kediamannya pada 14 Juni 2026.
