Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Cerita Rafi: Uang Saku Cuma Datang Sekali, Begini Cara Bertahan Sebulan di Asrama
Ilustrasi menyimpan uang tunai di dompet (pexels.com/Ahsanjaya)
  • Sultan Rafi, pelajar asrama berusia 20 tahun, kesulitan mengatur uang saku bulanan karena pengeluaran kecil seperti makanan, pulsa, paket data, dan patungan cepat menumpuk.

  • Setelah memakai DANA, Rafi menyimpan sebagian uang sebagai saldo dan memanfaatkan riwayat transaksi otomatis untuk memantau pengeluaran tanpa catatan manual.

  • Keterbatasan keluar asrama membuat pembayaran digital praktis bagi Rafi; selama sekitar dua tahun, ia belajar memprioritaskan kebutuhan agar uang saku cukup hingga akhir bulan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Punya uang saku bulanan bukan berarti selalu mudah mengaturnya. Pengeluaran kecil untuk makan, pulsa, atau kebutuhan bersama teman bisa terasa sedikit satu per satu, tapi tanpa disadari membuat uang lebih cepat habis, apalagi kalau uangnya cuma masuk sekali dalam sebulan sementara kebutuhan jalan terus tiap hari. 

Hal ini yang dialami Sultan Rafi (20), pelajar yang tinggal di asrama. Dengan aktivitas dan aturan keluar-masuk yang terbatas, ia bukan hanya membutuhkan cara transaksi yang praktis, tapi juga cara sederhana untuk mengetahui ke mana uang sakunya pergi. 

"Menurut saya, zaman ini sudah lebih praktis karena gak harus bawa banyak uang di dompet atau saku. Di mana-mana sudah menggunakan pembayaran digital," ujar Rafi saat ditemui di kediamannya pada 14 Juni 2026.

1. Pengeluaran kecil yang diam-diam menguras uang saku

Sultan Rafi, pelajar berusia 20 tahun yang telah menggunakan DANA selama dua tahun (Dok. Pribadi/Sultan Rafi)

Rafi menyadari bahwa uang sakunya kerap menipis bukan karena satu pengeluaran besar. Justru transaksi kecil seperti membeli makanan, pulsa, paket data, atau patungan bersama teman yang sering luput dari perhatian. 

Ketika masih mengandalkan uang tunai, ia hanya mengingat-ingat pengeluarannya. Akibatnya, Rafi sering baru sadar uangnya hampir habis menjelang akhir bulan. 

Sejak lebih rutin menggunakan DANA, ia mulai menyimpan sebagian uang sakunya dalam bentuk saldo dan melakukan berbagai transaksi melalui ponsel. Riwayat transaksi yang tercatat secara otomatis juga membantunya memantau pengeluaran tanpa perlu membuat catatan manual.

2. Cek riwayat transaksi agar uang tidak ‘menguap’

Ilustrasi cek pengeluaran di HP (pexels.com/Adrienn)

Keterbatasan keluar-masuk asrama membuat pembayaran digital semakin relevan bagi Rafi. Ia bisa memantau pengeluaran dan mengecek riwayat transaksi kapan saja untuk melihat pengeluaran. Dari sana, ia mulai memahami kebiasaan belanjanya dan memilah kebutuhan yang perlu diprioritaskan. 

"Top up saldo DANA itu gak ribet, bisa isi saldo di minimarket terdekat. Saya merasa terbantu sejak menggunakan dompet digital ini karena mengelola uang jadi lebih praktis dan aman," jelasnya.

3. Belajar Mengatur Prioritas dari Kebiasaan Sederhana

Sultan Rafi berharap akan ada fitur tambahan di DANA yang dapat memudahkan pengguna di masa mendatang (Dok. Pribadi/Sultan Rafi)

Selama sekitar dua tahun menggunakan DANA, manfaat yang dirasakan Rafi bukan hanya kemudahan bertransaksi tanpa uang tunai. Ia juga menjadi lebih sadar terhadap penggunaan uang sakunya dari hari ke hari, sesuatu yang sebelumnya sulit ia lakukan saat masih mengandalkan uang tunai dan ingatan sendiri. 

Sebagai pelajar yang masih belajar mengatur kebutuhan sendiri, kebiasaan sederhana itu menjadi langkah awal Rafi untuk lebih bertanggung jawab terhadap uang yang dimilikinya.  

Sebab, mengelola uang saku bukan hanya soal membatasi pengeluaran, tapi juga memahami ke mana uang itu pergi agar kebutuhan tetap terpenuhi sampai akhir bulan. (WEB)

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article