Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

3 Contoh Khotbah Jumat 9 Januari 2026, Penuhi Amalan!

Ilustrasi pidato
Ilustrasi pidato (Pexels.com/irwan zahuri)
Intinya sih...
  • Khotbah Jumat memuat pesan moral, evaluasi diri, dan niat baik
  • Resolusi tahun baru sejalan dengan ajaran agama dan pentingnya niat dalam beramal
  • Bertawakal setelah memiliki niat dan usaha, serta doa untuk menjadi pribadi yang lebih baik
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Banyak umat Muslim memanfaatkan hari Jumat yang dinilai banyak memiliki keberkahan dengan meningkatkan ibadah dan memperbaiki diri. Khotbah Jumat menjadi media penting untuk menanamkan nilai spiritual serta mengingatkan jemaah akan pesan-pesan agama.

Setiap khotbah memiliki fokus berbeda, mulai dari aspek syariat, hakikat ibadah, hingga pesan moral yang relevan dengan kehidupan sehari-hari. Materi ini dirancang agar mudah dipahami dan bisa diaplikasikan langsung dalam ibadah maupun perbaikan diri. Simak 3 contoh khotbah Jumat 9 Januari 2026 berikut ini!

1. Khotbah I

ilustrasi masjid
ilustrasi masjid (pexels.com/trksami)

Pembukaan:

Alhamdulillahi. Alhamdulillahi alladzi hamdan yuafi ni‘amahu wa yukafi’uz mazdah…
Artinya: Segala puji bagi Allah yang pujiannya setimpal dengan nikmat-Nya.

Amma ba‘du,

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,
Marilah kita senantiasa mengingat segala anugerah Allah SWT kepada kita, mensyukurinya, dan menggunakannya di jalan kebaikan untuk meningkatkan ketakwaan.

Allah berfirman dalam Al-Qur’an:
"Ya ayyuhannasu u‘budu rabbakum alladzi khalaqakum walladzina min qablikum la‘allakum tattaqun" (QS Al-Baqarah: 21)
"Wahai manusia, sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dan orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa."

Tentang resolusi:
Memasuki tahun baru, kita sering mendengar kata resolusi. Menurut KBBI, resolusi adalah putusan atau kebulatan pendapat berupa permintaan atau tuntutan yang ditetapkan. Dalam konteks pergantian tahun, resolusi berarti memperbarui niat atau cita-cita yang baik, selaras dengan firman Allah:

"Ya ayyuhalladzina amanu ittaqu Allah wa litanzhur nafsu ma qaddamat li ghad…" (QS Al-Hasyr: 18)
"Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan perhatikan apa yang telah kamu perbuat untuk hari esok. Sesungguhnya Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan."

Orang bertakwa akan selalu memperhitungkan setiap perbuatan agar bermanfaat untuk akhirat. Perbuatannya akan sesuai ajaran agama, dan jika ada kesalahan, ia menutupnya dengan amal saleh.

Tentang niat:
Nabi Muhammad SAW bersabda:
"Innamal a‘malu binniyyat wa innama likulli imri’in ma nawa" (HR Muttafaqun Alaih)
"Sesungguhnya setiap perbuatan tergantung niatnya, dan setiap orang akan dibalas berdasarkan niatnya."

Syekh Muhammad bin Abdillah al-Jardani dalam al-Jawahir al-Luluiyyah Syarh al-Arba’in an-Nawawiyyah menegaskan, bahwa niat baik lebih utama daripada amal itu sendiri, bahkan jika belum terlaksana tetap tercatat sebagai kebaikan.

Hadits Qudsi juga menegaskan:
"Barang siapa berniat melakukan kebaikan lalu tidak melaksanakannya, Allah mencatatnya sebagai satu kebaikan sempurna. Jika dilaksanakan, Allah mencatat pahala sepuluh hingga tujuh ratus lipat." (HR Imam Muslim)

Tentang tawakal:
Setelah memiliki niat dan berusaha mengamalkannya, penting untuk bertawakal. Allah berfirman:
"Fa idza ‘azamta fatawakkal ‘alallahi…" (QS Ali Imran: 159)
"Apabila engkau telah membulatkan tekad, bertawakallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertawakal."

Semoga awal tahun 2026 menjadi momentum untuk menjadi pribadi lebih baik. Mari kita berdoa agar Allah senantiasa memberikan kesehatan dan keberkahan. Amin.

Penutup Khotbah :
"Barakallahu li wa lakum fil Qur’ani-l karim…"
"Semoga Allah memberkahi bacaan Al-Qur’an ini bagi kita semua, dan semoga bermanfaat."

2. Khotbah II

ilustrasi masjid
ilustrasi masjid (pexels.com/vjapratama)

Pembukaan:

Alhamdulillahi robbil ‘alamin, wa bihi nasta‘in ‘ala umuri-d-dunya wa-d-din, was-salatu was-salamu ‘ala asyrafil anbiya’i wal mursalin, nabiyyina Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam wa ‘ala alihi wa ashabihi wat-tabi‘in wa man tabi’ahum bi ihsanin ila yaumid-din.

Asyhadu an la ilaha illallahu wahdahu la syarika lahul malikul haqqul mubin, wa asyhadu anna sayyidana Muhammad ‘abduhu wa rasuluhu shadiqul wa‘di-l-amin.

Amma ba‘du,

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,
Marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT dengan sebenar-benar takwa, yakni menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi seluruh larangan-Nya dalam setiap aspek kehidupan. Takwa adalah kompas agar hidup kita senantiasa mendapatkan petunjuk Allah SWT.

Allah berfirman dalam Al-Qur’an:
"Ya ayyuhalladzina amanu ittaqu Allah wa litanzhur nafsu ma qaddamat li ghad, wattaqu Allah, innallaha khabirun bima ta‘malun" (QS Al-Hasyr: 18)
"Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan perhatikan apa yang telah kamu perbuat untuk hari esok. Sesungguhnya Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan."

Evaluasi Diri dan Tahun Baru:
Pergantian tahun hendaknya bukan sekadar bergesernya angka dalam kalender, tetapi menjadi momentum untuk muhasabah. Seiring bertambahnya usia, kita hendaknya mengevaluasi amal perbuatan dan memperbaiki diri.

Rasulullah SAW bersabda:
"Man kana yaumuhu khayran min amsihi fahuwa rabihun, wa man kana yaumuhu mithla amsihi fahuwa maghbun, wa man kana yaumuhu sharran min amsihi fahuwa mal‘un" (HR Al-Hakim)
"Barangsiapa yang hari ini lebih baik dari hari kemarin, maka ia orang yang beruntung. Barangsiapa yang sama dengan hari kemarin, ia orang yang merugi. Barangsiapa lebih buruk dari hari kemarin, ia orang yang celaka."

Tentang Niat:
Nabi Muhammad SAW bersabda:
"Innamal a‘malu binniyyat, wa innama likulli imri’in ma nawa" (HR Muttafaqun Alaih)
"Sesungguhnya setiap perbuatan tergantung niatnya, dan setiap orang akan dibalas sesuai niatnya."

Syekh Muhammad bin Abdillah al-Jardani menegaskan bahwa niat baik lebih utama daripada amal itu sendiri, dan jika belum terlaksana, tetap tercatat sebagai kebaikan.

Hadits Qudsi menambahkan:
"Barang siapa berniat melakukan kebaikan tetapi tidak melaksanakannya, Allah mencatatnya sebagai satu kebaikan sempurna. Jika dilaksanakan, Allah mencatat pahala sepuluh hingga tujuh ratus lipat." (HR Imam Muslim)

Tentang Tawakal:
Setelah niat dan usaha, penting untuk bertawakal. Allah berfirman:
"Fa idza ‘azamta fatawakkal ‘alallahi…" (QS Ali Imran: 159)
"Apabila engkau telah membulatkan tekad, bertawakallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertawakal."

Semoga awal tahun 2026 menjadi momentum untuk menjadi pribadi yang lebih baik, lebih taat, dan lebih peduli. Mari kita berdoa agar Allah senantiasa memberikan kesehatan dan keberkahan. Amin.

Penutup Khotbah :
"Barakallahu li wa lakum fil Qur’ani-l karim, wa nafa‘ani wa iyyakum bima fihi min al-ayat wadh-dzikril hakim, wa taqabbalallahu minni wa minkum tilatahu, innahu huwas-sami‘ul ‘alim, aqulu qawli hadza wastaghfirullaha-l ‘azim li wa lakum wa lisairil muslimina wal muslimat fastaghfiruh, innahu huwal ghafurur rahim."

"Semoga Allah memberkahi bacaan Al-Qur’an ini bagi kita semua, dan semoga bermanfaat."

3. Khotbah III

ilustrasi santri belajar
ilustrasi santri belajar (pexels.com/irginurfadil)

Pembukaan:

Alhamdulillahi-ladzi an‘ama ‘alaina bini‘am la tuhsaa, wa subhanal-ladzi asra bi‘abdihi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam minal masjidil haram ilal masjidil aqsha, wa ‘araja bihi bi shuhbati Jibrilil amin ilas samawati-l ‘ula.

Asyhadu an la ilaha illallahu wahdahu la syarika lah, dzul asma’i-l husna, wa asyhadu anna sayyidana Muhammad ‘abduhu wa rasuluhu, shahibu-l huda. Allahumma solli wa sallim ‘ala sayyidina wa maulana Muhammadil Musthafa, wa ‘ala alihi wa ashabihi nujumid duja, wat tabi‘in wa tabi‘iihim bi ihsan ila yaumil jazai-l kubra.

Amma ba‘du:

Hadirin jemaah Jumat rahimakumullah,

Marilah kita tingkatkan ketakwaan kepada Allah SWT dengan menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya, karena hanya dengan itulah kita akan mendapatkan keselamatan di dunia dan akhirat.

Kemuliaan Bulan Rajab:

Hadirin rahimakumullah,
Saat ini kita berada di bulan yang agung, yaitu bulan Rajab. Bulan ini termasuk salah satu dari empat bulan yang dimuliakan Allah SWT. Allah berfirman:

"Inna ‘iddatal syuhur ‘indallahi itsna ‘asyar syahran fi kitabillahi yawma khalaqas samawati wal-ardh, minhaa arba‘atu hurum" (QS At-Taubah: 36)

"Sesungguhnya jumlah bulan menurut Allah adalah dua belas bulan sebagaimana telah ditetapkan Allah pada waktu menciptakan langit dan bumi, di antara dua belas bulan tersebut terdapat empat bulan yang mulia."

Nabi Muhammad SAW bersabda:

"As-sanatu itsna ‘asyar syahran, minhaa arba‘atu hurum: tsalatsatu mutawaliyat dzul qa‘dah, dzul hijjah, al-muharram, wa rajab mudhori alladzi baina jumada wa sya‘ban" (Shahih Bukhari 1599)

"Satu tahun itu dua belas bulan, empat bulan di antaranya adalah bulan-bulan mulia. Tiga berurutan yaitu Dzul Qa‘dah, Dzul Hijjah, Muharram, dan keempat adalah bulan Rajabnya Qabilah Mudhor yang berada di antara bulan Jumada dan Sya’ban."

Peristiwa Isra’ Mi’raj:

Hadirin rahimakumullah,
Bukti kemuliaan bulan Rajab terlihat pada peristiwa agung Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW, yang diabadikan dalam Al-Qur’an surat Al-Isra’ ayat pertama. Menurut Imam Nawawi Al-Bantani:

"Al-masyhur kaana dzalika lailatal itsnaini lailatas sab‘i wal ‘isyri min syahri Rajab qablal hijrah bisanah"

"Menurut pendapat yang populer, peristiwa Isra’ Mi’raj terjadi pada malam Senin, malam kedua puluh tujuh bulan Rajab, satu tahun sebelum Hijrah Nabi SAW."

Peristiwa ini menjadi momentum turunnya syariat sholat lima waktu, sehingga bulan Rajab juga menjadi bulan turunnya syariat sholat.

Aspek Syariat dan Hakikat:

Hadirin rahimakumullah,
Dalam syariat Islam, semua ibadah akan sempurna jika memenuhi dua unsur, yaitu unsur lahir (syariat) dan unsur batin (hakikat). Hal ini juga berlaku dalam memahami Isra’ Mi’raj. Syeikh ‘Ali Al-Qari Al-Harawi Al-Makki menjelaskan:

Kana li Rasulillahi mi‘rajan: mi‘raj fi ‘alamil hissi minal masjidil haram ilal masjidil aqsha, thumma ilal ‘alamil malakut wa mahalil mala’il a‘la; wa mi‘raj fi ‘alamil arwah minasy syahadah ilal ghayb, wa minal ghaybi ilal ghaybi-l ghayb. Falammaa arada an yarji‘a qala rabbul tabaaraka wa ta‘ala: 'Al-musafiru idza ‘aada ila watanihi athfasa ahsabah, wa inna tuhfat umatika ash-sholatu al-jami‘ah bainal mi‘rajayni-l jismiyyu bil-adab wal-af‘al, wa-r-ruhaniyyu bil-adzkar wal-ahwal (Marqaatul Miftaah 1/108)

Artinya: "Nabi SAW mengalami dua peristiwa Isra’ Mi’raj sekaligus, pertama secara jasmani (perjalanan dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha, kemudian ke alam malakut dan Malail A’la), kedua secara ruhani (perjalanan ruh dari alam syahadah menuju alam ghaib). Ketika kembali, Allah berfirman: “Oleh-oleh untuk umatmu adalah sholat yang menggabungkan dua Mi’raj: jasmani dengan gerakan dan adab, serta ruhani dengan dzikir dan akhlak.”

Makna Salat dalam Isra Mikraj:

Hadirin rahimakumullah,
Perjalanan ruhani ini mengajarkan bahwa nilai sholat ditentukan unsur batin, yaitu penghayatan dan kesungguhan hati. Nabi SAW bersabda:

"Innal ‘abda layusolli-sh sholata la yuktabu lahu sudusuha wa la ‘usruha, innama yuktabu lil ‘abdi min sholatihi ma ‘aqala minha" (Ihya’ ‘Ulumiddin 1/147)

"Seseorang yang salat, bukan seper-enam atau sepersepuluh sholatnya yang dicatat, tetapi yang dicatat adalah kadar penghayatan dan kesadarannya dalam salat."

Penutup Khotbah :

Hadirin jemaah Jumat rahimakumullah,
Semoga memahami peristiwa Isra Mikraj ini menambah iman dan hidayah kita, sehingga ibadah sholat dapat dilaksanakan dengan sempurna. Amin ya robbal ‘alamin.

Semoga 3 contoh khotbah Jumat 9 Januari 2026 ini bisa menjadi inspirasi untuk menyiapkan khotbah yang lebih bermakna. Jangan lupa, tiap pesan dalam khotbah bisa diterapkan langsung untuk memperkuat iman dan ibadah sehari-hari.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Muhammad Tarmizi Murdianto
EditorMuhammad Tarmizi Murdianto
Follow Us

Latest in Life

See More

5 Tanaman Hias Feng Shui untuk Hunian yang Lebih Sejuk dan Harmonis

09 Jan 2026, 23:32 WIBLife