Tekanan pekerjaan yang berlangsung terus-menerus dapat menguras energi fisik dan mental karyawan, terutama ketika tuntutan kerja gak sebanding dengan waktu pemulihan. Pada awalnya, kondisi ini mungkin hanya terasa seperti kelelahan biasa setelah menyelesaikan banyak tugas atau menghadapi tenggat waktu yang ketat. Namun, jika dibiarkan berlarut-larut, burnout dapat memengaruhi cara seseorang berpikir, bekerja, dan berinteraksi dengan lingkungan profesionalnya.
Sayangnya, kelelahan akibat pekerjaan sering dianggap sebagai konsekuensi wajar dari mengejar target dan membangun karier. Padahal, karyawan yang terus bekerja dalam kondisi kelelahan berisiko mengalami penurunan kinerja, kehilangan motivasi, hingga kesulitan menjaga hubungan dengan rekan kerja. Supaya masalah ini gak semakin merugikan karyawan maupun perusahaan, yuk kenali lima dampak burnout yang perlu diwaspadai!
