Comscore Tracker

5 Cara Memerdekakan Diri dari Ekspektasi Berlebih, Hidup Jadi Tenang!

Sesuaikan harapan dan usaha, ya!

Memiliki harapan dan berekspektasi pada sesuatu dalam hidup tentu sangat manusiawi. Justru, dua hal inilah yang bikin kita termotivasi untuk membuka mata setiap harinya dan lebih semangat dalam menekuni apapun yang tengah kita lakukan saat ini. Meski begitu, dalam berekspektasi pun ada batasan yang harus kita waspadai agar semua itu gak jadi berlebihan.

Pasalnya, berlebihan dalam berekspektasi akan gampang membuat kita terjerumus dalam lubang penyesalan. Lalu, bagaimana sih caranya agar kita gak berekspektasi secara berlebihan. Yuk simak dan aplikasikan lima langkahnya dalam poin berikut.

1. Jangan jadikan pencapaian orang lain sebagai patokan hidupmu

5 Cara Memerdekakan Diri dari Ekspektasi Berlebih, Hidup Jadi Tenang!pexels/Sarah Dietz

Semua orang punya kadar dan takaran kesuksesannya masing-masing. Semua itu juga akan sesuai dengan usaha yang dikeluarkan setiap orang tersebut. Jadi, agar kita gak berekspektasi secara berlebihan, jangan pernah menjadikan pencapaian orang lain sebagai patokan hidupmu. Masalahnya, kamu mungkin gak tau seberapa besar usaha orang tersebut hingga sampai ke titik sekarang.

2. Jangan mudah terhasut omongan orang lain

5 Cara Memerdekakan Diri dari Ekspektasi Berlebih, Hidup Jadi Tenang!Pexels.com/HelenaLopes

Seringkali, kita gampang membuat ekspektasi terhadap diri sendiri hanya berdasarkan omongan orang lain. Ini sebenarnya gak boleh dibiasakan, guys. Karena, bagaimanapun juga yang paling tau soal kemampuanmu adalah dirimu sendiri. Mendengarkan omongan orang lain hanya akan bikin kamu berekspektasi berlebihan nantinya.

Baca Juga: Takut Kecewa, 5 Zodiak Ini Paling Enggan Miliki Ekspektasi Tinggi

3. Fokus dan nikmati pada apa yang kamu jalani sekarang

5 Cara Memerdekakan Diri dari Ekspektasi Berlebih, Hidup Jadi Tenang!unsplash/@benshares

Saat begitu terobsesi untuk mewujudkan ekspektasi kita yang kelewat tinggi, kita jadi lupa untuk menjalani hidup dengan bahagia. Makanya, demi menghindari hal itu kita semestinya tau bahwa tujuan hidup yang ingin kita capai, ekspektasi yang kita tanamkan pada diri sendiri, semua itu gak akan membuat kita benar-benar meraih kebahagiaan.

Begitu ekspektasi satu muncul, akan terus ada ekspektasi lain yang muncul meski yang satu sudah terwujud dan ini gak akan membuat kita benar-benar bahagia. Karena, bahagia itu akan datang jika kita mampu menikmati setiap momen yang sedang dijalani, dengan penuh rasa syukur.

4. Jangan menghukum diri sendiri jika apa yang kamu targetkan belum berhasil

5 Cara Memerdekakan Diri dari Ekspektasi Berlebih, Hidup Jadi Tenang!pexels.com/jim jackson

Langkah selanjutnya agar gak berlebihan dalam berekspektasi adalah dengan gak menghukum diri sendiri ketika apa yang kamu targetkan belum berhasil. Hukuman pada diri sendiri gak akan membuat kamu semakin bersemangat atau menjadi lebih baik, kok. Daripada begitu, lebih baik fokus untuk membuat tujuan dan harapan yang baru.

5. Berekspektasi boleh, namun harus diimbangi dengan usaha dan kemampuan yang kamu punya

5 Cara Memerdekakan Diri dari Ekspektasi Berlebih, Hidup Jadi Tenang!unsplash/Avel Chuklanov

Yang pasti, ketika kamu menanamkan sebuah ekspektasi, pastikan bahwa semua itu seimbang dengan usaha yang dilakukan. Karena kalau gak, sama aja kamu sedang mempersiapkan dirimu untuk kecewa. Hindari juga membuat ekspektasi terhadap orang lain karena ini juga akan berujung pada kekecewaan, lho.

Berekpektasi, berharap, dan bermimpi sama sekali bukan sebuah hal yang terlarang. Justru ini bagus dan bisa bikin kamu termotivasi untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Tapi ingat, jangan berlebihan, ya. Setuju?

Baca Juga: 5 Alasan Masuk Akal Kamu Gak Boleh Ikut-ikutan dalam Bermimpi 

Desy Damayanti Photo Verified Writer Desy Damayanti

A professional writer is an amateur who didn’t quit. you can kindly send me an email to desydamayanti92.dd@gmail.com

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Tania Stephanie

Berita Terkini Lainnya