Comscore Tracker

5 Alasan Seseorang Suka Bersikap Play Victim, Jalan Ninja yang Ampuh!

Jangan sering begini ya, guys!

Saat melakukan kesalahan, berbagai reaksi tentu terlintas dalam benak. Salah satunya adalah bersikap seolah kita gak bersalah dan justru bahwa kamulah korban dari kejadian tersebut. Walaupun jelas-jelas gak baik, nyatanya banyak banget dari kita yang senang mengambil jalan ninja satu. |

Hati-hati, berpura-pura menjadi korban atau yang biasa dikenal dengan istilah play victim ini juga bisa jadi kebiasaan, lho! Jika sudah terbiasa maka kita akan jadi orang yang gak bisa bertanggung jawab atas kesalahan yang dilakukan.
 
Ada banyak banget alasan kenapa seseorang lebih memilih untuk play victim ketimbang mengakui kesalahannya dengan rendah hati. Ini nih lima di antaranya. Jangan sampai kita termasuk orang yang begini, ya. 

1. Kurang perhatian dari orang terdekatnya

5 Alasan Seseorang Suka Bersikap Play Victim, Jalan Ninja yang Ampuh!ilustrasi keluarga (Pexels.com/August de Richelieu)

Alasan pertama yang bersifat pribadi dari orang yang senang play victim adalah karena mereka kurang perhatian. Sengaja melakukan kesalahan dan kemudian berpura-pura sebagai korban dia anggap sebagai cara paling ampuh untuk menarik perhatian. Dengan begini, akan banyak orang yang bersimpati dan kasihan padanya. 

2. Gengsi yang tinggi hingga gak mau mengakui kesalahan

5 Alasan Seseorang Suka Bersikap Play Victim, Jalan Ninja yang Ampuh!ilustrasi orang bertengkar (Pexels.com/Liza Summer)

Meminta maaf dan mengakui kesalahan adalah sesuatu yang dihindari seorang play victim. Bahkan jika mengungkapkan maaf pun, mereka akan melanjutkan permintaan maafnya itu dengan menyalahkan orang atau pihak tertentu. Intinya, mereka gak mau mengemban kesalahan itu seorang diri. 

Baca Juga: Stop Playing Victim, Ini 5 Perspektif agar Kamu Punya Mental Pejuang

3. Memiliki sifat manipulatif yang tinggi

5 Alasan Seseorang Suka Bersikap Play Victim, Jalan Ninja yang Ampuh!ilustrasi orang ngobrol (pexels.com/Polina Zimmerman)

Gak sembarang orang bisa melakukan play victim dengan mulus tanpa benar-benar terdeteksi. Makanya, mereka ini pasti diberkahi dengan kemampuan memanipulasi pikiran dan sudut pandang orang lain. Dia akan berusaha semaksimal mungkin untuk membuat orang lain sepemikiran dan sepemahaman dengan dirinya. 

4. Merasa paling menderita dan paling pantas bahagia

5 Alasan Seseorang Suka Bersikap Play Victim, Jalan Ninja yang Ampuh!ilustrasi orang merenung (Pexels.com/Paulina Zimmerman)

Alasan lain seseorang bersikap play victim adalah karena dia merasa sebagai pribadi yang paling banyak ditimpa masalah dan paling pantas bahagia. Gak heran, dia merasa berhak untuk melakukan kesalahan demi bisa membahagiakan dirinya yang selama ini selalu menderita. Padahal, semua orang pasti punya masalahnya masing-masing kan? 

5. Ingin mendapat pengakuan dari orang sekitar

5 Alasan Seseorang Suka Bersikap Play Victim, Jalan Ninja yang Ampuh!ilustrasi orang ngobrol (pexels.com/August de Richelieu)

Berpura-pura jadi korban dari kesalahan yang dibuat sendiri juga bisa berasal dari keinginan seseorang untuk mendapat pengakuan dari orang sekitarnya. Selama ini, dia merasa gak diapresiasi dengan baik atas karya atau pekerjaan yang dia lakukan. Sehingga, dipilihlah jalan ninja yang lebih menarik perhatian ini. 

Saat melakukan kesalahan, ada baiknya untuk melihat hal itu sebagai bahan pembelajaran ke depannya. Gak ada salahnya untuk meminta maaf dengan tulus tanpa menyeret orang lain untuk disalahkan apalagi jika sampai bersikap sebagai korban. 

Tindakan seperti ini sangat mencerminkan kepribadian yang kurang baik dan jauh dari kata dewasa dan bertanggung jawab. Terus bersikap play victim juga gak akan membuat semuanya jadi lebih baik. Setuju, kan? 

Baca Juga: 7 Sifat Buruk yang Harus Dihindari, Ada Peribahasanya, lho!

Desy Damayanti Photo Verified Writer Desy Damayanti

A professional writer is an amateur who didn’t quit. you can kindly send me an email to desydamayanti92.dd@gmail.com

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Dwi Rohmatusyarifah

Berita Terkini Lainnya