Ilustrasi berbuka bersama (Pexels.com/RDNE Stock project)
Sebelumnya, penting untuk dicatat bahwa saat kita berpuasa, peluang doa kita untuk dikabulkan oleh Allah SWT menjadi lebih besar. Hal ini berdasarkan hadis berikut:
“Tiga orang yang doanya tidak tertolak: seorang pemimpin yang adil, seorang yang berpuasa saat berbuka, dan doa orang yang terzalimi. Doanya diangkat di atas awan dan pintu-pintu langit dibukakan.” (HR. Tirmidzi no. 2449)
Berdasarkan laman resmi Kementerian Agama, puasa berasal dari kata As'shaum yang secara harfiah berarti menahan. Secara agama, puasa didefinisikan sebagai menahan diri dari tindakan-tindakan yang dapat membatalkan puasa mulai dari fajar hingga terbenamnya matahari.
Anjuran seorang muslim untuk berpuasa pun terdapat pada mushaf Al-Qur’an. Tercantum dalam surah Al-Baqarah ayat 183, yang bunyinya seperti berikut:
"Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kalian bertakwa." (QS. Al Baqarah: 183)
Karena bulan Ramadan hanya datang sekali dalam setahun, memanjatkan doa saat puasa berlangsung sangat disarankan. Oleh karena itu, membaca doa berbuka pusa sangat dianjurkan karena memiliki makna dan arti yang baik untuk dipanjatkan.