Ilustrasi ibadah umrah dan haji (pexels.com/Mutahir Jamil)
Dikutip laman resmi NU, dalam Islam, dianjurkan bagi orang yang belum berhaji untuk meminta doa ampunan kepada orang-orang baru pulang dari tanah suci. Mereka yang telah menyandang gelar haji ini pun dianjurkan mendoakan, bahkan meskipun tidak diminta.
Bagi orang yang pulang haji, doanya makbul hingga 40 hari. Dalam hadis, hal ini disebutkan sebagai berikut:
“Jika Nabi saw pulang dari safar, kami menyambutnya. Beliau menghampiriku, Hasan, dan Husain, lalu beliau menggendong salah satu di antara kami di depan, dan yang lain mengikuti di belakang beliau, hingga kami masuk kota Madinah.” (HR Muslim) (An-Nawawi, Al-Majmu’ Syarah Al-Muhadzdzab, tanpa tahun: juz 4, h. 400)
Adapun hal yang tidak kalah penting ketika jemaah haji baru tiba di Tanah Air adalah meminta doa ampunan. Sebab, seorang muslim yang baru saja menunaikan rukun Islam yang kelima terbebas dari dosa seperti bayi yang baru lahir di dunia, sehingga doanya mudah dikabulkan. Hal ini diriwayatkan dalam hadis:
“Siapa saja yang berhaji, lalu tidak berkata keji dan tidak berbuat dosa, niscaya ia pulang (suci) seperti hari dilahirkan oleh ibunya.” (HR Bukhari, Muslim, An-Nasai, At-Tirmidzi, dan Ibnu Majah)
Pada praktiknya, orang yang meminta doa bisa menyambut langsung begitu jemaah tiba di rumah. Ucapkan salam, jabat tangannya, lalu mintalah untuk berdoa memohon ampunan bagi semua orang yang hadir.
Kapan waktu terbaik bagi jemaah yang baru pulang haji/umrah untuk mendoakan para tamu yang berkunjung? | Waktu terbaik adalah sejak jemaah tiba di rumah hingga sebelum genap 40 hari kepulangan mereka dari Tanah Suci. Selama periode ini, jemaah yang mabrur diyakini masih dalam kondisi bersih dari dosa, sehingga doa-doa kebaikan yang mereka panjatkan untuk orang lain dinilai sangat mustajab. |
Bagaimana teks bacaan doa singkat yang biasa dipanjatkan jemaah untuk para tamunya? | Salah satu doa yang masyhur diajarkan adalah memohonkan ampunan dan agar para tamu bisa segera menyusul ke Tanah Suci:"Allahummaghfir lil haajji wa li man istaghfara lahul haajju."(Ya Allah, ampunilah dosa jemaah haji ini dan ampunilah dosa orang yang dimohonkan ampunan oleh jemaah haji ini). |
Apa esensi atau keutamaan di balik tradisi saling mendoakan antara jemaah haji dan tamu ini? | Tradisi ini mengandung keutamaan saling berbagi berkah (tabarruk). Tamu yang datang berniat menghormati ibadah jemaah, sementara jemaah menyambutnya dengan mendoakan agar si tamu mendapatkan giliran rezeki dan panggilan dari Allah SWT untuk bisa menunaikan ibadah haji atau umrah di masa depan. |
Apakah ada anjuran atau sunnah tertentu saat jemaah haji pertama kali memasuki rumahnya kembali? | Sebelum duduk dan menemui tamu, jemaah disunnahkan untuk melakukan salat sunnah dua rakaat (salat qudum) di masjid terdekat atau di dalam rumah begitu tiba. Setelah itu, barulah jemaah dianjurkan menyalami, mendoakan para tamu, serta membagikan buah tangan seperti air zamzam dan kurma. |